Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 6 Nov-Des 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Profil Stasiun
Laporan Berita
DirgaNet
Aktif
Amateur Radio
Asal Tau Aja...
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Profil Stasiun
Suara Jerman Deutsche Welle, SJDW

Singkatan yang sudah begitu akrab khususnya bagi pendengar gelombang pendek di tanah air tercinta ini. Dalam acara Obrolan Bung Rudi edisi 17 Oktober 1999, jam 11.11 UTC, bersama Mbak Mariana Kwa, Bung Rudi menyinggung masalah penghematan di dalam tubuh Deutsche Welle, yang dikatakannya sebagai salah satu pengguna uang pajak yang dipungut dari rakyat negara Jerman.

Bayangkan saja, betapa seorang warga suatu negara yang termasuk salah satu negara anggota kelompok G7, kumpulan negara industri maju, sangat sadar atas keberadaannya, dan tidak melupakan asal usul dari mana dia bisa membiayai semua kebutuhannya, baik sebagai suatu institusi maupun sebagai pribadi. Bukan bermaksud memuji, tetapi berusaha menarik garis pembanding.

Dan menarik kesimpulan bahwa sikap semacam itu seharusnyalah dimiliki setiap warga negara Indonesia, mulai dari kepala negaranya sampai ke rakyat pada umumnya. Setidaknya dari pemahaman semacam itu dapat dibudayakan sikap tahu diri dan menghargai orang lain. Sebagai penguasa tidak asal bicara, sok kuasa, dan harus lebih banyak mendengar.

Sebaliknya, sebagai rakyat biasa selalu berusaha untuk saling memelihara situasi dan kondisi, tidak gampang melampiaskan kekecewaan dengan merusak atau mengambil aset aset negara maupun fasititas umum, sebab dengan sikap-sikap yang kontra produktif itu yang rugi kita semua sebagai bangsa dan pemilik negara ini. Kalau yang diambil atau dirusak milik orang lain, apa bedanya dengan pencuri atau perampok ?

Hidup cuma sekali, kalau diwarnai hal-hal yang negatif begitu yang rugi kita sendiri juga. Kembali ke uraian si bung di atas, kelihatannya segala carut-marut di negeri ini, dari aspek lain, malahan membawa sesuatu yang positif, setidaknya bagi para penguping radio. Isu penghematan ternyata tak berpengaruh terhadap kelangsungan siaran SJDW. Justru total jam siaran per harinya bertambah 20 menit, yaitu siaran pukul 11.00-11.25 UTC diperpanjang menjadi 11.00-11.45 UTC.

Perpanjangan jam siaran itu sudah dimulai pada siaran tanggal 31 Oktober 1999. Warta berita terakhir dibacakan pukul 11.30 sampai sekitar pukul 11.36 UTC, selanjutnya interval signal "Es sucht der Bruder seine Bruder" terdengar sampai jam 11.45 UTC. Resminya memang baru dimulai tanggal 1 November 1999, tetapi alasan perpanjangan jam siaran itu sendiri terasa aneh dengan adanya isu penghematan tadi.

Bung Rudi katakan bahwa alasannya karena situasi di Indonesia semakin gawat, dan SJDW sebagai pemancar radio yang independen ingin adanya dialog, tentunya dengan pakar pakar dan tokoh tokoh masyarakat, serta pendengarnya. Memang, pada saat acara tersebut diudarakan, situasi di Indonesia masih diwarnai kegiatan elit-elit politik kita menjelang pemilihan presiden. Setelah presiden terpilih, menyusul kemudan wakil presidennya, apakah situasi masih gawat ?

Rasanya lebih pas, kalau alasan perpanjangan jam siaran tersebut lebih mengarah pada peran Jerman sebagai negara besar yang ingin melihat pertumbuhan negara Indonesia berjalan dengan mulus dan demokratis, satu dan lain hal tentunya berkaitan juga dengan kepentingan kepentingan ekonominya. Dalam "Siaran Bahasa Indonesia di Jantung Eropa" edisi Januari 1999 ditulis bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa pertama di kawasan Asia yang disiarkan DW sejak berdirinya tahun 1953.

Titik berat siaran adalah kejadian internasional, laporan serta analisis perkembangan kejadian di Indonesia dengan para pengamat yang kritis, penyajian secara aktual, kritis, akurat, dan berimbang. Selain menyajikan informasi juga disiarkan opini, maupun dialog, dengan tujuan terciptanya jembatan persahabatan, kebudayaan, dan sainig pengertian antara kedua bangsa. Dengan perpanjangan jam siaran itu, dalam satu harinya, siaran Suara Jerman Deutsche Welle berjumlah 120 menit.

Tambahan jam siaran itu tak akan berarti apa-apa apabila dari pihak para pendengar sendiri tak ada tambahan keinginan untuk turut serta mengisinya, dengan mengambil kesempatan pada acara-acara yang ada sesuai dengan minat masing masing pendengar. Melalui mimbar ini, redaksi menghimbau pembaca, khususnya anggota IDXC, agar ikut berperan aktif mengisi acara-acara SJDW, Suara Jerman Deutsche Welle, yang selama ini telah banyak berperan serta dalam kegiatan kegiatan IDXC.

Kesempatan bagi para pendengar untuk berpartisipasi dalam siaran siaran SJDW lebih dipermudah dengan adanya alamat surat di Indonesia, yaitu : Tromolpos 1128, Jakarta 10011. Bagi yang suka lewat jalan tol, dapat melalui alamat e-mail-nya di : indones@dwelle.de. Ada pengalaman kami yang menggelikan, namun cukup menyakitkan, sehubungan dengan urusan surat menyurat ini.

Pada awal bulan Oktober 1999 lalu, kami mengirim ringkasan laporan penerimaan siaran SJDW selama bulan September 1999 dengan alamat tersebut di atas. Jelas dan benar, pakai komputer lagi. Ternyata, pada akhir bulan yang sama, surat tersebut kembali ke P.O. Box 2001 DPPS, Depok 16432. Label alamatnya dicoret (cross), dan ada stempel Bagian Administration Deutsche Bank, lengkap dengan tanggal dan jam.

Ini jelas-jelas diakibatkan ngantuknya petugas pos dalam membagi atau menyortir surat, sehingga Deutsche Welle dibaca sebagai Deutsche Bank, tanpa melihat nomor tromolpos-nya. Yah, mau gimana lagi ? Paling paling berdoa saja mudah-mudahan kejadian semacam itu tidak terulang lagi. Barangkali Anda punya pengalaman lain lagi ? Kenapa tidak layangkan surat ke alamat kami, atau langsung ke alamat SJDW ?

Siapa tahu, dengan mengirim surat itu Anda mendapat sekedar kenang kenangan berupa souvenir SJDW. Seperti yang sudah sering diudarakan, acara Kotak Surat bukan hanya membalas surat surat pendengar saja, tetapi juga membacakan tulisan atau pendapat pengirimnya. Semacam itulah yang dimaksud Bung Rudi dengan dialog di atas. (SAS)

Radio Prague

Dekade yang lalu telah memperlihatkan perubahan yang radikal dalam masyarakat Ceko secara keseluruhan. Media bukan lagi merupakan alat propaganda negara. Radio Prague, bagian dari layanan umum Czech Radio, secara penuh telah menyerap perubahan itu, dan membangun suatu identitas baru baginya.

Saat ini, kami melangsungkan siaran dalam lima bahasa, Ceko, Inggris, Perancis, Jerman dan Spanyol, dan berusaha keras untuk sebaik mungkin menjalankan misi memberikan informasi kepada pendengar pendengar di seluruh dunia internasional segala perkembangan di Republik Ceko. Untuk mencapai semuanya itu, secara teknis, kami berusaha mengembangkan kualitas sinyal kami.

Tahun ini, Radio Prague mulai merelai siaran siaran bahasa Ceko, Inggris, dan Spanyol melalui Radio Miami International. Relai tersebut menyiarkan sinyal gelombang pendek ke bagian utara Amerika Selatan, dan bagian barat tengah Amerika Serikat, yang sebelumnya tidak pernah terjangkau. Kami juga bisa dipantau melalui satelit dalam siaran bahasa Ceko, Inggris, Jerman, dan Spanyol, dengan bantuan World Radio Network.

Sebagai tambahan, acara-acara kami juga bisa diakses melalui Internet, dengan alamatnya di : http://www.radio.cz. Setiap tahunnya, Radio Prague menerbitkan kartu-kartu QSL baru. Dan bila Anda memerlukan barang barang lain mengenai stasiun kami, Anda bisa menulis surat atau mengikuti kompetisi yang kami selenggarakan. Kami tunggu laporan penerimaan siaran Anda, dan semoga siaran kami bisa terpantau dengan baik !!

Miroslav Krupicka
Direktur Radio Prague

Tahun ini, Radio Prague telah menerbitkan satu seri QSL yang terdiri dan delapan kartu QSL baru dengan gambar pesawat pesawat radio antik. So, pantau terus siaran siaran kami, dan kirimkan laporan penerimaan siaran Anda ke alamat kami. Kompetisi Radio Prague tahun 1999 dapat diikuti siapa saja.

Kirim jawaban atas pertanyaan yang kami berikan, yang dapat didengar melalui siaran siaran kami, atau situs Web kami di : http://www.radio.cz. Pemenang setiap bulannya akan menerima satu pesawat radio portabel FM/AM/SW. Radio Prague, Vinohradska 12, Praha 120 99, Republik Ceko, e-mail : cr@radio.cz (Terjemahan bebas dari leaflet kiriman Sugeng Santoso, IDXC-0309/INS, Surabaya 60291). (SAS)

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 6 Nov-Des 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space