Sapa Redaksi
Berkaca dan Menyambut Milenium ke-3
Wadah di mana kami dan Anda berada -- Indonesian DX Club --
sempat menghilang dari dunia radio, gara-gara berhenti beredarnya Dirgantara
selama sekitar 1 tahun. Dalam "World DX Guide", seorang pakar menulis
bahwa keberadaan media komunikasi antar anggota suatu klub sangatlah
menentukan. Dengan kata lain, tanpa ada media komunikasi sama juga bohong.
Tetapi, kenyataan bahwa nama klub kita masih terbaca pada
salah satu halaman World Radio Television Handbook, apapun alasannya
membuat kami merasakan masih adanya pelita harapan yang mampu menuntun kami
untuk berusaha bangkit kembali. Kami juga ingin buktikan kepada dunia radio
dan radio dunia bahwa apa yang tertulis itu benar adanya, bahwa Indonesian
DX Club benar masih ada !!
Alhamdulillah, usaha kami tidak sia-sia, dan kini kami
sampai juga di edisi ke-19, yang berarti kami sudah berhasil melewati tahun
ke-3, tahun-tahun yang penuh tantangan dan penuh cobaan, atas tekad kami
untuk bangkit kembali. Tantangan dan segala cobaan itulah yang telah
menempa usaha kami, dan secara signifikan terwujud dalam banyaknya perubahan
atau penyesuaian pada isi maupun wajah Dirgantara.
Semuanya juga tidak terlepas dari peran serta Anda dalam
usaha ikut membentuk dan memelihara wadah yang memenuhi harapan, khususnya
di bidang keradioan, utamanya DXing. Anda mau memberi kami semua yang kami
minta mulai dari naskah, saran saran sampai kritik kritik membangun. Ucapan
terima kasih rasanya tidaklah cukup untuk semua yang telah Anda lakukan.
Wujud kerjasama antar anggota pun belum lama kita saksikan
dalam bentuk DX Camp yang berlangsung di Tawangmangu, pada tanggal 26-27
Juni 1999. Jumlah pesertanya yang tercatat 20 orang, kalau dibandingkan
dengan jumlah anggota aktif, berarti lebih kurang sama dengan 20 persen.
Jumlah itu termasuk banyak atau sedikit memang relatif sekali. Apalagi
melihat situasi dan kondisi saat ini.
Tetapi tidak dapat disangkal, bahwa dari kerja sama semacam
itu, kita mendapat bahan-bahan yang penting bagi kelanjutan klub. Sudah
tentu, tidak bisa kita lupakan kerjasama dari beberapa stasiun radio
internasional yang kami harapkan masih berkenan melanjutkannya di masa
mendatang. Setelah itu apa ? Sudah puaskah kita ? Ternyata jawabannya belum,
masih banyak yang ingin kita lakukan.
Para peserta DX Camp Tawangmangu berencana untuk menggelar
lagi kegiatan serupa. Malahan diusahakan lebih besar, lebih meriah, dengan
peserta yang lebih banyak. Ada dialog tentang lokasi, juga pembicaraan
tentang waktu penyelenggaraan. Semuanya serba terbuka, dan diusahakan
tercapai kesepakatan yang sedapat mungkin bisa menampung kehendak calon
peserta.
Kalau rekan DBR dalam kolom ini pemah menyebut suatu
tanggal penyelenggaraan, itu bukan harga mati, melainkan sekedar
berusaha mendekatkan penyelenggaraan dengan hari jadi ke-9 klub, yang akan
jatuh pada tanggal 14 Februari 2000. Kalau Anda memperhatikan wajah media
kita edisi ini, ada gambar tiga perangko dari negara Jerman bertema siaran
radio. Tapi kenapa perangko ?
Bagaimanapun juga perangko masih berhubungan dengan kegiatan
kita dalam DXing, khususnya dalam urusan pengiriman laporan penerimaan siaran
dan QSL stasiun radio manca negara. Ada hobi mengumpulkan dan mempelajari
benda pos yang satu ini, yaitu filateli yang di negeri kita sudah banyak,
bahkan lebih banyak punya peminat daripada hobi DX sendiri.
Setelah melihat data pribadi anggota, dan semakin
bervariasinya jenis-jenis perangko khususnya terbitan Pos Indonesia, maka
kami sepakat untuk secara proporsional mengangkat urusan filateli pada
edisi-edisi Dirgantara selanjutnya. Semoga sajian baru ini pun berkenan di
hati pembaca. Salam DX. (SAS)