Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 5 Sep-Okt 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Citizen Band
Aktif
DX Tips
Profil Stasiun
DirgaNet
Amateur Radio
Kliping
Pertemuan
Antena
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Antena

1. Apakah antena televisi dapat dipakai sebagai antena penerima siaran FM ?
2. Apa keunggulan dan kekurangan antena Slim Jim dan berapa jarak jangkauannya ?
3. Untuk antena long wire (outdoors), mana yang lebih berpengaruh, panjang kabel atau ketinggian dari permukaan tanah ? Mana yang terbaik ?
4. Apakah antena long wire untuk siaran SW dan MW (AM) dapat memakai booster FM ? Bagaimana pengaruhnya ?
5. Bagaimana proses kerja antena Ground Plane ? (Jemmy Liwang, IDXC-0224/INS)

Redaksi : Dari beberapa literatur, kami coba untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut :
1. Frekuensi pada televisi VHF memang tidak jauh berbeda dengan frekuensi radio FM, bahkan sifat-sifat gelombangnya pun sama. Karena itu aturan yang berlaku pada antena untuk penerimaan siaran TV berlaku juga pada antena untuk penerimaan siaran radio FM. Tetapi untuk hasil maksimal, disarankan pemakaian antena khusus untuk penerimaan siaran radio FM. (Kompas, 27 Juli 1994). Antenna yang hanya dipergunakan untuk penerimaan gelombang radio FM, Antena Kubus, Cubical Quad Antenna. (Drs. Ahmad Abbas Nugroho).

2. Praktis, sederhana dan mudah pembuatannya, selain itu relatif ringan biaya pembuatannya. Walaupun dikhususkan untuk penggunaan pada jalur 2 meter (144-146 MHz), tetapi bisa juga didimensi kembali untuk jalur 4 meter (70.025-70.700 MHz), ataupun 70 cm (432-440 MHz). (F.C. Judd, G2BCX). Umumnya hubungan pada jalur VHF dibatasi untuk jarak yang relatif pendek, maksimum hanya 500 km. Namun kemajuan teknik memungkinkan penggunaan jalur tersebut untuk komunikasi satelit. (Roy Stevens, G2BVN).

3. Pola radiasi antena long wire termasuk agak rumit. Semakin panjang antena, maka akan semakin kecil sudut maksimum radiasinya. Selain itu, semakin panjang antena, semakin bertambah pula gain atau sensitivitasnya sebagai tipe non directional antenna. (Jim Vastenhoud, SW Receiving Antenna, World DX Guide). Dalam penentuan panjang antena haruslah diperhitungkan frekuensi dan panjang pancaran dari sumber antenanya. (Drs. R.M. Francis D. Yury, Dipl Eng).

Dibanding jenis antena vertikal, maka antena horizontal memang banyak makan tempat dan pemasangannya minimal 6 m dari tanah. (RCI Antenna Handbook 1988). Yang terbaik ? Mestinya yang sesuai dengan kondisi setempat (misalnya tidak mengganggu tetangga, keamanan tetap terjamin) dan yang tidak kalah penting sesuaikan dengan kemampuan kocek Anda dan hasil penerimaanpun sudah cukup memadai.

Kalau faktor lokasi dan dana bukan hal yang perlu dipersoalkan, go get the best-lah !! Bikin antena setinggi mungkin dari tanah, sejauh mungkin dari bangunan. dst. Anda tinggal cari informasi tentang instalasinya cukup dari buku-buku yang sekarang banyak beredar. Selain usaha peningkatan daya penangkapan antenanya, bagaimana pula dengan kondisi pesawat penerimanya sendiri ?

4. Booster yang banyak dijual di pasaran pada umumnya hanya mampu menjangkau spektrum gelombang radio tertentu. Tetapi tidak tertutup kemungkinan Anda merangkai sendiri booster yang sanggup menjangkau seluruh sinyal frekuensi radio, baik sinyal MW maupun FM, yaitu dengan pemasangan band selector. Pengaruhnya ? Tergantung juga pada jenis pesawat penerimanya. (Drs. R.M. Francis D. Yury, Dipl Eng).

5. Ini jenis antena yang punya resonansi bagus, dengan input impedansi 50 ohm. Relatif mudah dipasang, elemennya terdiri dari batangan vertikal dengan panjang 1/4 lambda dan sebagai basisnya 4 radial dengan panjang yang sama. Antena yang tidak balans ini biasanya diumpan melalui kabel coaxial. Bagian tengah kabel dihubungkan pada batangan vertikal dan serabutnya dihubungkan pada empat radial.

Sudut radial dengan radiator vertikal menentukan input impedansi antena. Agar mencapai sekitar 50 ohm, radial itu harus ditekuk sampai membuat sudut lebih kurang 135 derajat, dengan batangan vertikal. Di bawah radial yang membentuk satu ground plane yang artifisial itu hambatan yang ada tidaklah seberapa berat.

Pada level horizontal, antena ini omni directional, dan agak tidak peka pada sinyal-sinyal yang datang dari kebisingan jalanan. Pada level vertikal, punya arahan tertentu pada jalur frekuensi yang memantul. (Jim Vasten houd, SW Receiving Antenna, World DX Guide).

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 5 Sep-Okt 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space