Antena
1. Apakah antena televisi dapat dipakai sebagai antena
penerima siaran FM ?
2. Apa keunggulan dan kekurangan antena Slim Jim dan berapa jarak
jangkauannya ?
3. Untuk antena long wire (outdoors), mana yang lebih berpengaruh,
panjang kabel atau ketinggian dari permukaan tanah ? Mana yang terbaik ?
4. Apakah antena long wire untuk siaran SW dan MW (AM) dapat memakai
booster FM ? Bagaimana pengaruhnya ?
5. Bagaimana proses kerja antena Ground Plane ? (Jemmy Liwang,
IDXC-0224/INS)
Redaksi : Dari beberapa literatur, kami coba untuk menjawab
pertanyaan pertanyaan tersebut :
1. Frekuensi pada televisi VHF memang tidak jauh berbeda dengan frekuensi
radio FM, bahkan sifat-sifat gelombangnya pun sama. Karena itu aturan yang
berlaku pada antena untuk penerimaan siaran TV berlaku juga pada antena
untuk penerimaan siaran radio FM. Tetapi untuk hasil maksimal, disarankan
pemakaian antena khusus untuk penerimaan siaran radio FM. (Kompas, 27 Juli
1994). Antenna yang hanya dipergunakan untuk penerimaan gelombang radio FM,
Antena Kubus, Cubical Quad Antenna. (Drs. Ahmad Abbas Nugroho).
2. Praktis, sederhana dan mudah pembuatannya, selain itu
relatif ringan biaya pembuatannya. Walaupun dikhususkan untuk penggunaan
pada jalur 2 meter (144-146 MHz), tetapi bisa juga didimensi kembali untuk
jalur 4 meter (70.025-70.700 MHz), ataupun 70 cm (432-440 MHz). (F.C. Judd,
G2BCX). Umumnya hubungan pada jalur VHF dibatasi untuk jarak yang relatif
pendek, maksimum hanya 500 km. Namun kemajuan teknik memungkinkan penggunaan
jalur tersebut untuk komunikasi satelit. (Roy Stevens, G2BVN).
3. Pola radiasi antena long wire termasuk agak rumit.
Semakin panjang antena, maka akan semakin kecil sudut maksimum radiasinya.
Selain itu, semakin panjang antena, semakin bertambah pula gain atau
sensitivitasnya sebagai tipe non directional antenna. (Jim Vastenhoud, SW
Receiving Antenna, World DX Guide). Dalam penentuan panjang antena haruslah
diperhitungkan frekuensi dan panjang pancaran dari sumber antenanya. (Drs.
R.M. Francis D. Yury, Dipl Eng).
Dibanding jenis antena vertikal, maka antena horizontal
memang banyak makan tempat dan pemasangannya minimal 6 m dari tanah. (RCI
Antenna Handbook 1988). Yang terbaik ? Mestinya yang sesuai dengan kondisi
setempat (misalnya tidak mengganggu tetangga, keamanan tetap terjamin) dan
yang tidak kalah penting sesuaikan dengan kemampuan kocek Anda dan hasil
penerimaanpun sudah cukup memadai.
Kalau faktor lokasi dan dana bukan hal yang perlu
dipersoalkan, go get the best-lah !! Bikin antena setinggi mungkin dari
tanah, sejauh mungkin dari bangunan. dst. Anda tinggal cari informasi
tentang instalasinya cukup dari buku-buku yang sekarang banyak beredar.
Selain usaha peningkatan daya penangkapan antenanya, bagaimana pula dengan
kondisi pesawat penerimanya sendiri ?
4. Booster yang banyak dijual di pasaran pada umumnya hanya
mampu menjangkau spektrum gelombang radio tertentu. Tetapi tidak tertutup
kemungkinan Anda merangkai sendiri booster yang sanggup menjangkau seluruh
sinyal frekuensi radio, baik sinyal MW maupun FM, yaitu dengan pemasangan
band selector. Pengaruhnya ? Tergantung juga pada jenis pesawat penerimanya.
(Drs. R.M. Francis D. Yury, Dipl Eng).
5. Ini jenis antena yang punya resonansi bagus, dengan
input impedansi 50 ohm. Relatif mudah dipasang, elemennya terdiri dari
batangan vertikal dengan panjang 1/4 lambda dan sebagai basisnya 4 radial
dengan panjang yang sama. Antena yang tidak balans ini biasanya diumpan
melalui kabel coaxial. Bagian tengah kabel dihubungkan pada batangan vertikal
dan serabutnya dihubungkan pada empat radial.
Sudut radial dengan radiator vertikal menentukan input
impedansi antena. Agar mencapai sekitar 50 ohm, radial itu harus ditekuk
sampai membuat sudut lebih kurang 135 derajat, dengan batangan vertikal. Di
bawah radial yang membentuk satu ground plane yang artifisial itu hambatan
yang ada tidaklah seberapa berat.
Pada level horizontal, antena ini omni directional, dan
agak tidak peka pada sinyal-sinyal yang datang dari kebisingan jalanan. Pada
level vertikal, punya arahan tertentu pada jalur frekuensi yang memantul.
(Jim Vasten houd, SW Receiving Antenna, World DX Guide).