Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 5 Sep-Okt 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Citizen Band
Aktif
DX Tips
Profil Stasiun
DirgaNet
Amateur Radio
Kliping
Pertemuan
Antena
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Temu Pendengar
Yogya Kemungkinan Jadi Tuan Rumah Temu Pendengar Tahun 2000

Acara DX Camp yang diselenggarakan pada tanggal 26-27 Juni 1999 di Losmen Giri Mulya, Tawangmangu, di luar dugaan, diikuti oleh banyak peserta, baik yang tergabung dalam Indonesian DX Club, pencinta DX, maupun tidak. "Saya tak menduga sedemikian besar animo rekan-rekan," ujar Ketua Penyelenggara, Aries Subagyo, sekaligus Ketua IDXC. "Saya pikir tadinya hanya akan hadir paling banyak 5 sampai 10 orang."

Dalam kata sambutannya, Aries mengatakan bahwa acara ini dilakukan untuk menggalang dan mengarahkan para peserta pada dunia DX, sembari santai mendengarkan radio luar negeri dan lokal. Sedangkan tujuannya adalah pencarian data frekuensi FM maupun MW, untuk dikirimkan pada World Radio Television Handbook, di mana Indonesian DX Club menjadi kontributor. Serta untuk mengisi kevakuman pertemuan antar pendengar, meski di Jakarta telah beberapa kali dilakukan namun bersifat lokal.

Kesan Para Peserta

Bapak Soebianto, seorang peserta yang datang dari kota Semarang menyatakan bahwa kini pendengar radio bukan lagi zamannya hanya aktif dalam acara Pilihan Pendengar, karena radio kini telah menyajikan berita yang lebih bisa dipercaya. Sambutan positif diungkapkan oleh Suparto, seorang DXer sejati yang datang dari Bandung. Walaupun baru sekali ini datang dalam pertemuan pendengar, namun berharap di masa yang akan datang akan bisa terus mengikutinya.

Uniknya, ada satu keluarga yang senantiasa datang beserta anak-anak dan istrinya manakala Indonesian DX Club mengadakan pertemuan. Pasangan Hendrik Rotinsulu, Nike Lie dan anak anaknya menjadikan pertemuan ini bertambah hangat. Sekaligus menyosialisasikan dan untuk mendidik anak anaknya betapa pentingnya mendengar radio, serta menciptakan keluarga yang sakinah. Keluarga Hendrik banyak membantu, dengan menampung beberapa peserta yang datang lebih dulu, sebelum menuju lokasi.

Demikian juga membantu dengan memberikan makanan ekstra, berupa kue. Ernst Meiki Rorong, peserta dari Jakarta, yang lama berkecimpung dalam dunia pendengaran radio berharap agar IDXC menyiapkan media komunikasinya lebih bagus, khususnya Dirgantara, karena telah memasuki alam maya. Sekaligus mengingatkan betapa pentingnya nilai persahabatan melalui acara pertemuan ini. Peserta DX Camp yang lain, yang selalu hadir pada setiap temu pendengar radio adalah Aloysius HM dari Tuban.

Mas Allo mengusulkan agar Temu Pendengar di tahun 2000 dilaksanakan lebih dari dua hari, ditambah dengan persiapan yang matang. Jauh hari sebaiknya dilakukan pemberitahuan, baik melalui Dirgantara maupun radio luar negeri. Tempat pertemuan diharapkan di Jawa Tengah, ataupun Yogyakarta. Kali ini, Mas Allo memberikan dukungan berupa roti yang dibuat sendiri, yang rasanya tak kalah dengan roti manca negara.

Redaksi Dirgantara yang kini tinggal di Indramayu, Soekirno, berharap bahwa tempat pertemuan nantinya sangat mudah dijangkau oleh peserta, khususnya mudahnya transportasi. Hal ini juga didukung oleh peserta asal Sumedang, Jejen Jamiluddin, yang senantiasa selalu hadir tiap kali IDXC mengadakan Temu Pendengar, berharap lokasi sebaiknya di Yogyakarta, di mana tarifnya sangat murah.

Meski belum mengetahui apa manfaat pertemuan ini, Ida Syauket Sabirin, yang berasal dari Cilacap berharap bahwa Yogyakarta akan menjadi tuan rumah Temu Pendengar di tahun 2000 nanti. Sebaiknya Temu Pendengar dilakukan pada hari ataupun tanggal sekitar hari jadi Indonesian DX Club, usul peserta termuda, Bakhrul Effendy. Akbar Indra Gunawan, Redaksi Dirgantara yang mengasuh rubrik Dirganet, sekaligus menduduki ranking tertinggi IDXC Top 50 mengusulkan bahwa Temu Pendengar sebaiknya dilakukan secara kontinyu dua tahun sekali.

Ajie Soekardy, yang kini bertempat tinggal di Tanggamus, lebih banyak bercerita tentang awal mula IDXC berdiri dan penerbitan di Yogyakarta, dan mengkritik rutinitas penerbitan Dirgantara masih agak molor. Agus Sutikno, yang beberapa penerbitan Dirgantara sempat sebagai ilustrator, terserah kepada peserta mengenai tempat untuk pertemuan. Dwi Budhi Rahardjo, Redaksi yang kini rumahnya ditempati sebagai markas IDXC, mengharapkan bahwa Temu Pendengar nantinya tidak saja dihadiri oleh anggota melainkan juga para simpatisan lainnya.

Yogyakarta atau mana saja yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggara sebaiknya sangat mudah dijangkau oleh peserta dengan kereta api maupun bus. Jemmy Liwang lebih menekankan kepada keberadaan klub yang sangat penting, serta IDXC sebaiknya segera mengonsolidasi ke dalam. Sugeng Santoso, peserta dari Surabaya berharap sebaiknya pemantauan DX lebih banyak mempergunakan jasa e-mail. Peserta yang datang paling belakang, tapi pulangnya paling duluan adalah Devy Rinawati.

Sementara Arief Broto Sunarso, yang sekaligus jadi panitia penyelenggara karena kedekatannya dengan tempat penyelenggaraan, bercerita tentang sempitnya waktu penyelenggaraan dan persiapan yang dilakukan maraton. Meski demikian, beberapa stasiun radio luar negeri sempat memberikan kontribusi, baik dengan mengirimkan souvenirnya maupun pemberitahuan tentang tempat dan waktu DX Camp diadakan. (HSB)

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 5 Sep-Okt 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space