Kliping
Saran, Kritikan, Bahkan Hujatan "Manusiawi" di Era
Reformasi
Bagi kita sekarang sedikit banyak bisa merasakan kebebasan
pers di negara kita semakin terbuka. Lihat dan baca saja rubrik Suara Pembaca,
atau Surat Pembaca, dan sejenisnya yang ada di harian harian, tabloid mingguan,
ataupun majalah majalah. Penulis begitu lugas mengemukakan pendapatnya, dari
sekedar kritik halus, saran, sampai kritik pedas, bahkan hujatan. Hal ini
merupakan pertanda bahwa kebebasan berbicara semakin terbuka, untuk
mengemukakan pendapat semakin terkuak.
Redaksi sendiri tidak banyak melakukan pengeditan, tidak
lagi banyak melakukan sensor, semuanya ditulis apa adanya saja. Kita perlu
berucap syukur karena sebelumnya, orang bilang Orde Baru, perilaku seperti
ini jarang, bahkan tidak bakal kita temui karena tabu, atau karena takut.
Waktu itu kita lebih sering membaca, melihat, dan mendengar informasi dan
berita yang baik-baik saja, sementara sisi jeleknya ditutup-tutupi, disimpan
karena memang tidak patut dibaca, tidak layak disimak.
Semuanya taat, tunduk pada aturan main dan perintah atasan.
Hal yang sama terjadi juga pada media radio. Sekarang mendirikan stasiun
radio baru persyaratannya semakin mudah, sehingga stasiun-stasiun radio baru
bak jamur di musim hujan. Bagi Anda yang tinggal di lingkungan kota-kota
besar semakin sering mendengar on air via telepon opini dan pendapat para
pendengar, pengamat ataupun pakar-pakar yang lugas, berani dan apa adanya.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya hal tersebut sangat
dirasakan karena hampir separo dari jumlah stasiun radio yang ada menyajikan
acara debat pendapat, atau apalah namanya. Acara ini, misalnya bisa Anda
dengarkan bila tune in di 104.75 MHz Radio Trijaya FM, 88.65 MHz Radio ARH,
106.15 MHz Radio Mahasiswa Kota (Ramako), serta beberapa stasiun radio lainnya.
Mereka itu menyajikan paket informasi nasional dan internasional
yang dikemas secara lokal karena stasiun-stasiun itu mempunyai jaringan yang
luas dan juga responden yang tersebar di seluruh pelosok negeri bahkan di
luar negeri berkaitan dengan saham-saham RCTI dan SCTV di dalamnya. Sebagai
contoh berita tentang kerusuhan di Ambon ataupun Aceh yang langsung dilaporkan
dari tempat kejadian.
Begitu juga saat sidang CGI di Paris. Kini, tidak sedikit
stasiun radio di daerah yang merelay paket informasi berita Liputan 6 SCTV
atau Seputar Indonesia nya RCTI. Belum lagi yang merelay paket Warta Berita
dari stasiun radio luar negeri seperti BBC, Radio Australia dan Suara Amerika.
Jumlahnya mungkin akan semakin bertambah, baik stasiun radio yang merelay
maupun stasiun radio yang direlay siarannya.
Jika ada para pendengar yang ingin berpartisipasi untuk
beropini maupun mengemukakan pendapatnya via radio di luar negeri, bisa
dicoba misalnya ke BBC Siaran Indonesia melalui acara Ungkapan Pendapat atau
sering disingkat Panda pada tiap hari Rabu dan Minggu pagi jam 05.45 - 06.00
WIB. Beri saran, kritik keprihatinan, dukungan simpati bahkan hujatan.
Bila ingin suara Anda langsung on air, bisa saja asalkan
Anda mesti bisa dihubungi lewat telepon. Suara Anda akan didengar tidak saja
sebatas garis katulistiwa, tetapi di banyak penjuru dunia. Bisa-bisa nama
Anda akan jadi terkenal melebihi kaum selebritis atau tokoh-tokoh partai
gurem sekalipun !! (Ajie Sukardy)
Kompetisi IDXC Top 50 Terus Berlanjut...
Sesuai dengan informasi pada Dirgantara edisi Juli-Agustus
1999 yang lalu sejak edisi ini kompetisi IDXC Top 50 diasuh rekan AIG,
menggantikan rekan SAS, yang saat ini mengasuh kompetisi Aktif. Dengan
pertimbangan masukan masukan dari sebagian peserta yang menolak rencana
penutupan kompetisi ini, maka redaksi mengambil kebijakan meneruskannya.
Meskipun sejak edisi ini ada sejumlah perubahan, yaitu pada
penghitungan nilainya, dengan adanya pembatasan nilai terkecil, yaitu 5
(lima) untuk stasiun yang verifikasinya terdaftar dalam kompetisi DX ini.
Selengkapnya, nilai untuk QSL stasiun yang terdaftar adalah : Untuk QSL yang
hanya dimiliki oleh satu peserta bernilai 100, dua peserta bernilai 50.
Kemudian berturut-turut (33.3), (25), (20), (16.7), (14.3),
(12.5), (11.1), (10), (9.1), (8.3), (7.7), (7.1), (6.7), (6.2), (5.9), (5.5),
(5.3), dan QSL yang dimiliki oleh 20 peserta bernilai 5. Untuk QSL yang
dimiliki oleh lebih dari 20 orang peserta (21, 22, 23, dan seterusnya), maka
nilai untuk setiap peserta tetap 5. Adanya penetapan nilai terkecil ini
dimaksudkan untuk memudahkan penghitungan nilainya.
Mengingat di dalam kompetisi DX ini jumlah peserta, QSL
stasiun yang terdaftar, maupun waktu kompetisi ini bersifat unlimited, tidak
terbatas dan terus bertambah. Jumlah peserta IDXC Top 50 pada saat ini
sebanyak 78 IDXCer, dengan masuknya seorang peserta baru, seorang IDXCer
dari Jepang, yaitu Bung Juichi Yamada. Selamat Datang Bung Yamada dalam
kompetisi DX ini !!
Keikut sertaan Anda tentunya memberikan nilai lebih bagi
kompetisi ini, sekaligus mudah mudahan bisa menjadi tonggak awal go
international-nya kompetisi IDXC Top 50, serta menjadi undangan bagi para
IDXCer lain yang berdomisili di manca negara untuk ikut berpartisipasi.
Bagi Anda yang mempunyai alamat e-mail, daftar lengkap peserta dan QSL
stasiun ini juga dapat diperoleh dalam bentuk file Rich Text Format
(attachment) dengan mengajukan permintaan kepada : akbarig@centrin.net.id.
Ataupun bisa juga diperoleh lewat pos, dengan mengajukan
permintaan ke alamat pengasuh di : P.O. Box 2001 DPPS, Depok 16432, Jawa
Barat, dengan menyertakan perangko Rp 1.000. Bagi para peserta, pengasuh
berharap foto kopi QSL yang akan diikut sertakan dalam kompetisi DX ini
sudah diterima pengasuh selambat lambatnya pada tanggal 30 bulan genap, agar
dapat tercatat untuk edisi Top 50 dalam Buletin Dirgantara yang terbit
setiap awal bulan ganjil.
Karena adanya pengubahan sistem penilaian, maka pada edisi
kali ini kami muat daftar lengkap seluruh IDXCer peserta dan QSL-QSL stasiun
yang terdaftar. Pada edisi IDXC Top 50 berikutnya, hanya akan dimuat 50 IDXCer
teratas dan QSL yang baru masuk saja. Silakan Anda mengecek kembali
penghitungan nilainya. Apabila ada data yang kurang tepat, baik jumlah QSL
stasiun maupun penghitungan nilainya, segera beritahukan ke pengasuh, agar
perbaikan dapat segera dilakukan. (Best 73's. AIG)
Listrik Darurat dengan Inverter AC / DC Stabil
Inverter jantung dari semua peralatan catu darurat dengan
pengembangan dapat dibangun UPS. Rangkaian lengkapnya lihat di gambar 1.
Intinya terletak pada IC CMOS 4047 yang membangkitkan pulsa 50 Hz polaritas
berlawanan. 50 Hz dipilih sesuai dengan frekwensi jala-jala PLN / desain
peralatan elektronik. IC CMOS 4047 Low Power Monostable / Astable multi
vibrator hemat energi.
Fungsi tiap kakinya lihat gambar 2. Pada rangkaian ini, IC
4047 dibuat bekerja multi vibrator tak stabil (astable). Kaki 4 dan 5
dihubungkan ke tegangan positif, kaki yang lain lihat gambar 1 sehingga
multi vibratornya akan bergetar dengan bebas begitu mendapatkan catu daya
(free running). Frekuensi guncangan bisa diatur dengan mengubah ubah nilai
resistor dan kapasitor eksternal, Rx dan Cx, dengan rumus f = 1 / Tc.
Tc = 4.40 x Rx x Cx
f = frekwensi kerja (Hz)
Tc = konstanta waktu (detik)
Rx = resistor eksternal (ohm) minimal 10.000 ohm
Cx = kapasitor eksternal (Farad) minimal 100 pF
Dengan frekuensi jala-jala PLN 50 Hz maka Cx sebesar 100 nf
dan Rx sekitar 45.45 K. Apabila 50 Hz berubah maka Rx diganti trimpot 100 K
agar bisa nilainya sekitar 45.45 K. Penguji cobaan accu 12V 40A dengan
transistor akhir (power) 2SC1061, serta trafo 3A inverter menghasilkan
listrik 220V 15 watt. Maksudnya, dengan beban lampu 15W / 220 volt itu
inverter mampu menyalakan lampu secara normal dengan tegangan terukur AC
223 volt.
Kalau lampu diganti 25W / 220V nyalanya agak meredup, hal
itu berarti tegangan output AC dari inverter menurun (drop) dan ketika
diukur tinggal 190 volt. Kesimpulannya, makin besar beban output akan makin
menurun tegangan AC yang dikeluarkan inverter. Kalau transistor 2SC1061
diganti dengan SC2565 (lebih besar), dan trafo diganti dengan yang tulisan
10A pasaran, beban lampu 60W / 220V, lampu menyala terang, tegangan AC
terukur 230 volt.
Kalau beban diganti 100W / 220 volt bisa menyala terang,
tegangan AC terukur 215V. Bila beban ditambah trafonya akan bergetar, lampu
agak meredup, tegangan AC terukur 105V. Inilah puncak dari kemampuannya. Gambar 3
bisa memantau naik turunnya tegangan output AC dari inverter. Inti dari
rangkaian ini adalah komparator dengan LM741 guna mengontrol tegangan output
AC dari inverter.
Rangkaian penstabil tegangan sebagai tambahan gambar 1.
Titik hubung A, B, C, D, E, F, dan G, harus betul-betul diperhatikan, kalau
keliru bisa terbakar. Besar kecilnya hasil daya listrik AC inverter ditentukan
oleh transistor Q1, Q2, Q3, dan Q4, serta trafo yang digunakan. Uji coba :
1. Hubungkan beban lampu dengan daya paling rendah (misalnya
5 watt / 220 volt), pasang multimeter (AC volt) paralel dengan lampu tersebut.
2. Yakinkan stroom dari accu masih banyak, sediakan juga
beberapa bola lampu 5W, 25W, 100W /220V, dengan batas maksimal daya listrik
yang dikehendaki. Pastikan posisi VR1 bernilai 45.45 K agar terjamin 50 Hz.
3. Hidupkan inverter. Lampu 5 watt / 220V harus menyala dan
perhatikan penunjuk AC Volt. Bila lebih dari 220V maka putar trimpot (VR2)
hingga kembali ke 220V.
4. Tahan beberapa menit untuk melihat apakah panas
transistor power-nya sudah merata. Jika panasnya hanya sebelah cepat matikan
dan lakukan pemeriksaan rangkaiannya.
5. Jika langkah 4 dan 5 berhasil dengan baik, tambahkanlah
beban lampu dengan yang lebih besar, misalnya 25 watt / 220V, 100 watt /
220V atau 150 watt / 220V. Lalu atur VR2, agar tegangan AC-nya menjadi 220V.
Ulangi langkah tersebut untuk lampu-lampu berikutnya sampai lampu yang paling
besar dayanya. Kalau beban maksimal tegangan output inverter bisa tetap di
sekitar 220V maka berarti inverter tersebut sudah bekerja dengan baik. Untuk
mengubah rangkaian lihat tabel berikut. (AMM)
| Ouput |
Q1=Q2 |
Q3=Q4 |
Trafo CT |
Accu |
| 15 Watt |
2SC945 |
2SC1061 2x |
12V 3A |
12V 40A |
| 25 Watt |
2SC945 |
2SC1061 |
12V 3A |
12V 40A |
| 50 Watt |
2SC945 |
2N3055 |
12V 5A |
12V 40A |
| 100 Watt |
2SD900 |
2SC2565 2x |
12V 10A |
12V 40A |
| 150 Watt |
2SD900 |
2SC2565 2x |
12V 15A |
12V 40A |
| 200 Watt |
2SD900 |
2SC2992 3x |
24V 10A |
12V 40A |
| 300 Watt |
TIP131 |
2SC2565 2x |
24V 15A |
24V 60A |
| 500 Watt |
TIP131 |
2SC2992 |
24V 25A |
24V 100A |
Y2K (Year 2000)
Y2K atau masalah komputer pada tahun 2000 adalah ancaman
sangat serius bagi operasi operasi di bidang keuangan, perdagangan, maupun
pemerintahan dalam sejarah modern. Apabila tidak dipecahkan segera, maka
pemerintah, bank, perusahaan besar, dan militer, semuanya bisa jadi akan
lumpuh. Padahal waktu berjalan terus dengan cepat. Apa yang akan terjadi
kelak ?
Kekacauan tersebut sudah dimulai sekitar 30 tahun yang lalu
pada saat perusahaan perusahaan komputer memutuskan untuk menulis angka tahun
hanya dengan mengambil dua digit terakhir. Komputer mengenali tahun 1970
sebagai "70", sedangkan angka 19 sudah dimengerti oleh sistemnya. Untuk
menghitung usia seseorang yang dilahirkan pada tahun, misalnya 1940, yang
dibaca komputer sebagai "40", komputer akan menghitung tahun 1970 (70)
dikurangi (40) dan hasilnya adalah usia orang tersebut (30). Bagus.
Masalah akan timbul pada saat kita sampai pada tengah malam
tanggal 31 Desember 1999. Kemudian komputer akan membaca tanggal sebagai
(00), dan mengartikannya sebagai 1900. Jadi pada tanggal 1 Januari, teman
kita yang lahir pada tahun 1940 tadi akan berusia minus 40 tahun, atau
dengan pengertian komputer, tidak pernah ada !! Kacau kan ?
Perubahan pada hari itu nanti akan mempengaruhi semua aspek
operasi elektronik dan komersial, dari komputer, sistem keamanan, pendataan
pemilih, dan transaksi keuangan, sampai operasi mesin produksi, satelit,
televisi, dan otomobil. Stasiun-stasiun pembangkit tenaga akan berhenti,
sistem penanggalan otomatik pada produk-produk akan menolak produk produknya,
penghitungan pinjaman akan gagal dan kartu kartu kredit akan menjadi
kadaluwarsa.
Sebagian orang percaya akan terjadinya "Armageddon elektronik"
apabila sistem yang bermasalah tersebut berhenti bekerja. Mereka meramalkan
kekacauan dalam perbankan, pasar modal, telekomunikasi, tenaga dan sistem
pertahanan nasional. Para pakar ini percaya kita akan menghadapi resesi
global dalam tahun 2000, akan berlangsung paling tidak 12 bulan, serta
mengakibatkan penurunan yang signifikan dalam Produk Domestik Bruto negara
Amerika Serikat.
(Kutipan dan terjemahan bebas oleh SAS dari leaflet The
American Tract Society English Service, The Voice of the Andes, Quito,
Ecuador. Tulisan di atas kami kutip sekedar memberi penjelasan kepada
pembaca apa yang dimaksud dengan Y2K, yang seringkali kita mendengar
dibicarakan dan diusahakan penanggulangannya, terutama oleh kalangan
perbankan, serta perusahaan perusahaan multinasional, maupun pemerintah.)