DirgaNet
Buku Tamu Homepage IDXC
Nama : J. Schache
Kegiatan : Short Wave Listener
Klub : Australia Radio DX Club
Alamat : Bathurst, New South Wales
Negara : Australia
Mengetahui Homepage IDXC dari : Search engine
Pesan :
I will visit this site again for information regarding Indonesian shortwave broadcasting stations
Perkembangan Homepage IDXC
Homepage IDXC Terdaftar di Search Engine
Di dalam jaringan Internet dunia, sebenarnya jaringan World
Wide Web atau WWW, di mana home page IDXC berada, hanyalah salah satu
bagian. Namun dengan kelebihan kelebihan yang dimiliki oleh WWW itu menjadikan
jaringan ini menjadi yang terpopuler. Sebagai salah satu bagian dari jaringan
WWW itu, Home page IDXC tentunya berusaha tampil semenarik mungkin dengan
informasi yang terbaru juga.
Dengan demikian, diharapkan semakin banyak pengunjung yang
mampir ke "markas" IDXC di dunia maya ini. Informasi mengenai home page IDXC
sejak awal keberadaannya telah menyebar luas, baik melalui buletin Dirgantara,
mailing list, melewati link di home page klub-klub DX lain, maupun informasi
dari mulut ke mulut. Namun karena sangat luasnya jaringan Internet, tentunya
sangat tidak memadai bila informasi mengenai keberadaan suatu homepage hanya
mengandalkan cara-cara di atas.
Karena itulah diperlukan bantuan "Search Engines" untuk
membantu mempromosikan keberadaan suatu home page. Search engine merupakan
sarana pencari alamat situs Web dalam jaringan Internet. Melalui sarana
pencari tersebut, seseorang yang tertarik pada subyek tertentu, dapat
memperoleh alamat alamat situs Web yang sesuai dengan subyek yang diminatinya
tersebut.
Pentingnya search engine ini telah pengurus sadari sejak
awal dibangunnya home page IDXC. Karenanya, secara periodikal, home page
klub kita ini didaftar ulang di sejumlah search engine untuk memperbaharui
informasi mengenai home page klub kita ini. Hingga saat ini, home page IDXC
sudah terdaftar pada puluhan search engines, baik dalam maupun luar negeri,
antara lain :
01. AltaVista (http://www.altavista.com)
02. AOL NetFind (http://www.netfind.com)
03. Excite (http://www.excite.com)
04. Google (http://www.google.com)
05. GoTo (http://www.goto.com)
06. HotBot (http://www.hotbot.com)
07. IndoCenter (http://www.indocenter.co.id)
08. Indoseek (http://www.indoseek.co.id)
09. Inktomi (http://www.inktomi.com)
10. The Linkcentre (http://www.linkcentre.com)
11. LookSmart (http://www.looksmart.com)
12. Netscape Search (http://search.netscape.com)
13. Northern Light (http://www.northernlight.com)
14. Pandawa (http://www.pandawa.com/arjuna)
15. SearchIndonesia (http://www.searchindonesia.com)
16. SiteShack (http://www.siteshack.com)
17. Snap (http://www.snap.com)
18. WebCrawler (http://www.webcrawler.com)
Cakupan Data dan Jumlah Kunjungan
Mengikuti perkembangan cakupan data maupun jumlah kunjungan
ke Homepage IDXC, dapat kami informasikan kepada Anda hingga saat ditulisnya
naskah DirgaNet ini, cakupan data home page klub kita telah mencapai lebih
dari 4,5 Mega Byte atau setara dengan 4.500 Kilo Byte informasi. Sedangkan
jumlah kunjungan ke Homepage IDXC pada saat DirgaNet edisi ini diketik telah
mencapai lebih dari 2900 kunjungan, baik dari Indonesia maupun seluruh dunia.
Selain Dirgantara Online, cakupan data terbesar disumbangkan
juga oleh pemuatan pas foto para anggota IDXC yang telah kami umumkan pada
DirgaNet yang lalu. Pemuatan Dirgantara Online serta pas foto para anggota
IDXC akan terus dilanjutkan secara bertahap. Bagi Anda yang belum pernah
mengunjungi Home page IDXC, tentunya Anda telah lihat tampilannya pada edisi
Dirgantara yang lalu.
Namun, tentunya akan berbeda apabila Anda melihat sendiri
melalui jaringan Internet. Jadi, kalau Anda punya kesempatan mengakses
jaringan Internet, silakan Anda berkunjung ke alamat : http://www.geocities.com/
Eureka/Enterprises/4311 atau alamat singkatnya di : http://come.to/idxc
Gampang diingat kan alamatnya ? Kami nantikan selalu kunjungan Anda. Jangan
lupa untuk mengisi Buku Tamu yang telah disediakan. Setiap surat yang masuk
akan kami muat pada rubrik DirgaNet ini.
Kunjungi Homepage IDXC di alamat :
http://www.geocities.com/Eureka/Enterprises/4311
atau melalui alamat singkatnya : http://come.to/idxc
Berita dari Internet
Kabelvision Hadir di Pondok Indah
Kabelvision, yang menyebut dirinya merupakan televisi kabel
pertama di Indonesia yang memberikan 50 saluran televisi mancanegara, kini
hadir di kawasan permukiman elit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Peter Setiono,
Presiden Direktur Kabelvision, mengatakan bahwa pihak mereka sangat bangga
dapat menawarkan beragam pilihan program televisi berlangganan atau pay
television kepada warga perumahan Pondok Indah.
"Kami juga merasa senang telah menyelesaikan pembangunan
jaringan infra struktur kabel fiber-nya di daerah Jakarta Selatan," ujar
Setiono. Ditambahkan, Kabelvision akan terus memperluas jaringan infra struktur
dengan target dalam empat bulan mendatang dapat melayani lebih dari 85.000
buah rumah. "Sampai saat ini pembangunan infra struktur jaringan Hybrid Fiber
Optic Coaxial (HFC) kami telah mencapai lebih dari 1.000 mil," tutur Setiono.
Kabelvision adalah merk dagang dari PT Tanjung Bangun
Semesta, dan saat ini telah memiliki 12.000 pelanggan dari total 60.000 rumah
yang telah dilalui oleh kabel. Di samping itu, jaringan kabel tersebut juga
telah melalui beberapa resor maupun perumahan di daerah luar Jakarta. Setiono
mengatakan, jaringan infra struktur Kabel vision akan mencapai 287.000 rumah
di akhir tahun 2000, dan 900.000 rumah di akhir tahun 2005.
"Jaringan ini akan berguna sebagai jembatan informasi
(super high way) untuk negara kita," ujar Setiono. Dia juga menyebutkan,
jaringan infra struktur broadband Kabelvision yang canggih adalah salah
satu bagian penting untuk para pengguna Internet, layanan informasi dan
komunikasi bertaraf internasional. Yang lebih menarik lagi adalah beragamnya
layanan yang dapat disediakan melalui jaringan tersebut di kemudian hari.
Saat ini Kabelvision sudah dapat melayani para pelanggan
yang bertempat tinggal di wilayah, antara lain Pondok Indah, Kebayoran Baru,
Kebayoran Lama, Melawai, Wijaya, Panglima Polim, Prapanca, Simprug, Hang
Lekir, Hang Tuah, Senayan, Kemang, Fatmawati, Cilandak. Selain itu,
Cipete Utara, Patra Kuningan, Karet Kuningan, Pejaten barat, Ampera, Kelapa
Gading, Pulo Mas, Menteng, Green Garden, Taman Surya, dan Taman Ratu.
"Pembangunan di wilayah Bintaro juga akan segera dimulai," ujar Setiono.
(NTO, Republika Online, 9 Agustus 1999)
ANteve Mengudara di Yogyakarta
PT Cakrawala Andalas Televisi (ANteve) mengudara di
Yogyakarta dan sekitarnya, mulai bulan September mendatang. Dan andalannya
adalah penayangan program acara bernuansakan Yogyakarta selama 1,5 bulan.
Program acara berfokus Yogya itu khusus digelar dalam rangka launching siaran
ANteve di Yogyakarta dan sekitarnya, plus Solo dan Magelang, yang akan resmi
diluncurkan pada tanggal 1 September.
Menurut Santoso W. Ramelan -- Chief Operating Manager ANteve
-- dalam jumpa pers dengan wartawan di Yogyakarta, Kamis 19 Agustus 1999,
program bernuansakan Yogyakarta itu sengaja dilakukan sebagai upaya untuk
mengetuk pintu masyarakat Yogyakarta. Mungkin, bagi masyarakat Yogyakarta
yang nota bene kota pelajar -- kehadiran ANteve menjadi barang lama yang
ditunggu-tunggu.
Asal tahu, Desa Glapansari, Kecamatan Bulu, Kabupaten
Temanggung, Jawa Tengah yang terletak dua km dari puncak Gunung Sumbing justru
sudah menikmati siaran ANteve dari Stasiun Pemancar Pengulang Siaran, SPPS,
di Semarang sejak tahun 1995. Menurut Santoso, sebenarnya sejak 3 tahun lalu,
ANteve sudah menyiapkan pemancar di desa Ngoro Oro, Kecamatan Patuk, Gunung
Kidul.
"Tapi karena krisis moneter, kami baru bisa mewujudkannya
sekarang." Menurut Corporate Communications Manager ANteve, Zoraya Perucha,
kota Yogyakarta -- sebagai kota pelajar dan pendidikan -- dinilai memiliki
psikografi yang pas dengan segmentasinya ANteve. "Kami juga masih mempertahankan
formulasi programnya ANteve, yaitu 30% sports (olah raga), 40% entertainment
(hiburan), dan 30% news (berita)."
Soal menghilangnya acara kuis unggulan "Famili 100" dari ANteve
yang eksodus ke Indosiar, Zoraya sendiri mengakui kehilangan, menurutnya
pihak ANteve masih mencari-cari format acara lain yang menarik. "Pada saat
ini, kami memiliki sinetron Hati Yang Terbelah, tapi terus terang saja,
ANteve tak akan fight dengan stasiun lain di sinetron, kami akan fight di
berita, sports dan hiburan," ujarnya.
Seraya menambahkan bahwa ANteve masih bekerja sama menayangkan
acara acara dari Music Televesion (MTV) Asia 5,5 jam setiap harinya. Dengan
diresmikannya siaran ANteve di daerah Yogyakarta, yang sudah dimulai dengan
soft launching sejak 1 Agustus 1999 kemarin, hingga kini, ANteve sudah memiliki
sepuluh Stasiun Pemancar Pengulang Siaran, SPPS, di Indonesia. Menyusul
kota Jakarta, Bandung, Medan, Lampung, Surabaya, Semarang, Ujung Pandang,
Batam, Denpasar.
SPPS Yogyakarta ini beroperasi di frekuensi 30 UHF, dengan
kekuatan pemancar 10 kW. Sebenarnya sebelum krisis moneter pun sudah ada
stasiun televisi swasta yang juga telah mengantongi izin beroperasi, dan
mendirikan stasiun TV di Yogyakarta, namanya Sanitya Mandara Televisi (SMTV),
tetapi entah kenapa, rencana itu sudah menguap tanpa kabar sejak 1993.
(Ardiansyah, Detikcom, 19 Agustus 1999)