Profil Stasiun
Radio Free Europe / Radio Liberty (Lanjutan)
Sejarah RFE / RL panjang dan cemerlang, serta mudah dipahami.
Free Europe, Inc. didirikan pada tahun 1949 sebagai badan hukum swasta
nirlaba untuk menyiarkan berita maupun acara acara yang menyangkut masalah
masalah populer ke negara negara Eropa Timur di belakang Tirai Besi. The
Radio Liberty Committee, Inc. didirikan dua tahun kemudian dengan tujuan
yang sama untuk menyelenggarakan siaran siaran ke negara negara di lingkungan
Uni Soviet.
Secara garis besar kedua usaha itu dibiayai oleh Kongres
Amerika Serikat melalui CIA, tetapi di samping itu juga menerima beberapa
sumbangan rahasia. Pada tahun 1975 keduanya bergabung menjadi satu, Radio
Free Europe / Radio Liberty, Inc. Keterlibatan CIA hanya berlangsung sampai
tahun 1971, selanjutnya semua pembiayaan, tanggung jawab pengawasan
dilimpahkan ke suatu dewan yang ditunjuk, BIB (Board for International
Broadcasting).
Satu-satunya tanggung jawab BIB adalah mengawasi dan
membiayai RFE / RL dan setelah tahun 1982 anggota BIB juga bertindak sebagai
anggota dewan direksi RFE / RL, Inc. Pada tahun 1994, tugas tugas mereka
dipindahkan ke Broadcasting Board of Governors (BBG), yang pada saat ini
mengawasi semua siaran internasional non-militer yang dimiliki Amerika
Serikat. Sejak awal tahun 1970 lalu, Kongres Amerika Serikat mampu membiayai
RFE / RL dari Anggaran Tahunan Pemerintah Federal.
RFE / RL, pada saat ini, menerima dana dalam bentuk hibah
dari BBG. Selama berlangsung Perang Dingin, Uni Soviet dan anggota anggota
Pakta Warsawa yang lain secara teratur mengganggu siaran siaran RFE / RL.
Pada tahun 1988, pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev menghentikan jamming
itu, sehingga memungkinkan RFE / RL memperoleh lebih banyak pendengar dan
tercapainya hubungan yang lebih akrab dengan orang orang dan wartawan
wartawan di negara negara tujuan siarannya.
Andil RFE / RL dalam runtuhnya komunisme di wilayah ini jelas
dirasakan oleh semua orang. Pemimpin Polandia Lech Walesa di dalam pesannya
menyatakan bahwa RFE / RL bisa dibandingkan dengan peran matahari bagi bumi.
Presiden Estonia Lennart Meri menominasikan RFE / RL untuk mendapatkan
penghargaan Nobel Perdamaian. Dan Presiden Rusia Boris Yeltsin, secara
pribadi, ikut membantu pendirian kantor RFE / RL di kota Moscow, setelah
kegagalan kudeta pada bulan Agustus 1991.
Mengingat peran RFE / RL dalam memerangi komunisme, banyak
yang berpendapat bahwa stasiun radio tersebut telah menyelesaikan misinya dan
sebaiknya ditutup. Tetapi pejabat-pejabat di sepanjang wilayah siaran justru
menekankan perlunya apa yang telah dilakukan oleh RFE / RL bagi wilayah itu
diteruskan. Presiden Ceko Vaclav Havel menyatakan bahwa "Kami memerlukan
profesionalisme dan kemampuan Anda untuk melihat peristiwa peristiwa dari
sudut pandang yang luas."
Bagaimanapun, RFE / RL melakukan pengurangan kegiatan di
beberapa wilayah, walaupun menambahnya di wilayah yang lain. RFE / RL menutup
siaran bahasa Polandia, sementara siaran untuk Cekoslovakia dikurangi, dan
bergabung dengan Czech Public Radio untuk penyelenggaraan siaran mata acara
baru. Di bulan Januari tahun 1994 RFE / RL mulai melakukan siaran ke negara
negara bekas Yugoslavia dan pada bulan Oktober tahun 1998 menyiarkan siaran
bahasa Farsi dan Radio Free Iraq.
Di luar perubahan perubahan tersebut, siaran 22 bahasa RFE
/ RL dari markasnya di Praha terus berlanjut dengan durasi lebih dari 700
jam per minggu dalam bahasa-bahasa wilayah yang sangat luas tersebut. Hal
itu menyamai jam siaran 10 tahun yang lalu namun hanya memerlukan biaya
1/3-nya. Sebagai hasil peningkatan dalam efisiensi ini masa depan RFE / RL
terlihat meyakinkan dan memungkinkan kelanjutan usahanya untuk menyajikan
berita dan informasi kepada mereka yang membutuhkannya menyongsong abad 21.
(Terjemahan bebas dari leaflet RFE / RL)