Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 5 Sep-Okt 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Citizen Band
Aktif
DX Tips
Profil Stasiun
DirgaNet
Amateur Radio
Kliping
Pertemuan
Antena
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Profil Stasiun
Radio Free Europe / Radio Liberty (Lanjutan)

Sejarah RFE / RL panjang dan cemerlang, serta mudah dipahami. Free Europe, Inc. didirikan pada tahun 1949 sebagai badan hukum swasta nirlaba untuk menyiarkan berita maupun acara acara yang menyangkut masalah masalah populer ke negara negara Eropa Timur di belakang Tirai Besi. The Radio Liberty Committee, Inc. didirikan dua tahun kemudian dengan tujuan yang sama untuk menyelenggarakan siaran siaran ke negara negara di lingkungan Uni Soviet.

Secara garis besar kedua usaha itu dibiayai oleh Kongres Amerika Serikat melalui CIA, tetapi di samping itu juga menerima beberapa sumbangan rahasia. Pada tahun 1975 keduanya bergabung menjadi satu, Radio Free Europe / Radio Liberty, Inc. Keterlibatan CIA hanya berlangsung sampai tahun 1971, selanjutnya semua pembiayaan, tanggung jawab pengawasan dilimpahkan ke suatu dewan yang ditunjuk, BIB (Board for International Broadcasting).

Satu-satunya tanggung jawab BIB adalah mengawasi dan membiayai RFE / RL dan setelah tahun 1982 anggota BIB juga bertindak sebagai anggota dewan direksi RFE / RL, Inc. Pada tahun 1994, tugas tugas mereka dipindahkan ke Broadcasting Board of Governors (BBG), yang pada saat ini mengawasi semua siaran internasional non-militer yang dimiliki Amerika Serikat. Sejak awal tahun 1970 lalu, Kongres Amerika Serikat mampu membiayai RFE / RL dari Anggaran Tahunan Pemerintah Federal.

RFE / RL, pada saat ini, menerima dana dalam bentuk hibah dari BBG. Selama berlangsung Perang Dingin, Uni Soviet dan anggota anggota Pakta Warsawa yang lain secara teratur mengganggu siaran siaran RFE / RL. Pada tahun 1988, pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev menghentikan jamming itu, sehingga memungkinkan RFE / RL memperoleh lebih banyak pendengar dan tercapainya hubungan yang lebih akrab dengan orang orang dan wartawan wartawan di negara negara tujuan siarannya.

Andil RFE / RL dalam runtuhnya komunisme di wilayah ini jelas dirasakan oleh semua orang. Pemimpin Polandia Lech Walesa di dalam pesannya menyatakan bahwa RFE / RL bisa dibandingkan dengan peran matahari bagi bumi. Presiden Estonia Lennart Meri menominasikan RFE / RL untuk mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian. Dan Presiden Rusia Boris Yeltsin, secara pribadi, ikut membantu pendirian kantor RFE / RL di kota Moscow, setelah kegagalan kudeta pada bulan Agustus 1991.

Mengingat peran RFE / RL dalam memerangi komunisme, banyak yang berpendapat bahwa stasiun radio tersebut telah menyelesaikan misinya dan sebaiknya ditutup. Tetapi pejabat-pejabat di sepanjang wilayah siaran justru menekankan perlunya apa yang telah dilakukan oleh RFE / RL bagi wilayah itu diteruskan. Presiden Ceko Vaclav Havel menyatakan bahwa "Kami memerlukan profesionalisme dan kemampuan Anda untuk melihat peristiwa peristiwa dari sudut pandang yang luas."

Bagaimanapun, RFE / RL melakukan pengurangan kegiatan di beberapa wilayah, walaupun menambahnya di wilayah yang lain. RFE / RL menutup siaran bahasa Polandia, sementara siaran untuk Cekoslovakia dikurangi, dan bergabung dengan Czech Public Radio untuk penyelenggaraan siaran mata acara baru. Di bulan Januari tahun 1994 RFE / RL mulai melakukan siaran ke negara negara bekas Yugoslavia dan pada bulan Oktober tahun 1998 menyiarkan siaran bahasa Farsi dan Radio Free Iraq.

Di luar perubahan perubahan tersebut, siaran 22 bahasa RFE / RL dari markasnya di Praha terus berlanjut dengan durasi lebih dari 700 jam per minggu dalam bahasa-bahasa wilayah yang sangat luas tersebut. Hal itu menyamai jam siaran 10 tahun yang lalu namun hanya memerlukan biaya 1/3-nya. Sebagai hasil peningkatan dalam efisiensi ini masa depan RFE / RL terlihat meyakinkan dan memungkinkan kelanjutan usahanya untuk menyajikan berita dan informasi kepada mereka yang membutuhkannya menyongsong abad 21. (Terjemahan bebas dari leaflet RFE / RL)

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 5 Sep-Okt 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space