DX Tips
Dalam edisi 8 (6) Dirganet menulis beberapa alamat e-mail
stasiun stasiun radio. Banyak perubahan setelah itu (atau memang terjadi
salah kutip ?) sementara beberapa rekan kehilangan data alamat surat stasiun
stasiun radio. Semoga catatan berikut yang kami ambil dari beberapa sumber
dari monitoring, pedoman acara terbaru, World Radio TV Handbook 1999, maupun
harian Kompas, bermanfaat bagi Anda.
All India Radio : air@kode.net
AWR Asia : awr_asia@compuserve.com
AWR Eropa : awritaly@mbox.queen.it
BBC World Service - Indonesian : indonesian@bbc.co.uk
(Kotak Pos 2023, Jakarta 10001, Indonesia)
BBC World Service : worldservice.letters@bbc.co.uk
China Radio International - English : crieng@cri.com.cn
China Radio International - Indonesian : inelx@box.cri.com.cn
FEBC Manila : febcomphil@febc.jmf.org.ph
HCJB - Frequency Manager, Douglas Weber : dweber@hcjb.org.ec
HCJB : english@hcjb.org.ec
IRIB : gilanin@irib.com
KFBS Saipan : febc@itecnmi.com
(P.O. Box 6333 JKS, Jakarta 12063, Indonesia)
NHK World Radio Japan - Indonesian : se-asia@intl.nhk.or.jp
(Kotak Pos 1245, Jakarta 10012, Indonesia)
NHK World Radio Japan : info@intl.nhk.or.jp
Radio Australia : rasea@radioaus.abc.net.au
(Kotak Pos 2299, Jakarta 10001, Indonesia)
Radio Austria International : roi@orf.at
Radio Canada International : rci@montreal.radio-canada.ca
Radio Denmark : rdk.ek@login.dknet.dk
Radio Exterior de Espana : audiencia_ree.rne@rtve.es
Radio France International : english.service@rfi.fr
Radio Free Europe / R Liberty, Prague : winters@rferl.org
Radio Free Europe / R Liberty, Washington : goblep@rferl.org
Radio Korea International : rki@kbsnt.kbs.co.kr
(d.a. Kedutaan Besar Rep. Korea, Jl Gatot Subroto 57, Jakarta 12950)
Radio Mongolia : mrtv@magicnet.mn
Radio Nederland - Indonesian : ranesi@rnw.nl
(Kotak Pos 2301, Jakarta 10001, Indonesia)
Radio New Zealand International : rnzi@actrix.gen.nz
Radio Norway International : radionorway@nrk.no
Radio Prague : cr@radio.cz
Radio Romania International : rri@radio.ror.ro
Radio Singapore International - Indonesian : rsim@rsi.com.sg
(Kotak Pos 6675 JKPWK, Jakarta 10350-C, Indonesia)
Radio Singapore International : rsi@mediacity.com.sg
Radio Slovakia International : slrozv@ba-cvt.sanet.sk
Radio Taipei International - Indonesian : rtisi@cbs.org.tw
(Tromol Pos 1024, Surabaya 60008, Indonesia)
Radio Vatican : mc6778@mclink.it
Radio Veritas Asia - Indonesian : indonesia@worldtelphil.com
(Komsos KWI, Tromol Pos 3044, Jakarta 10002, Indonesia)
The Christian Science Publishing Society : letterbox@csps.com
Suara Amerika - Indonesia : PO Box 3053, Jakarta 10001
Suara Jerman Deutsche Welle - Indonesia : indones@dwelle.de
(Tromol Pos 1128, Jakarta 10011, Indonesia)
WWCR : wwcr@aol.com
Penulisan Laporan Penerimaan Siaran
Ada beberapa kali kami menerima pertanyaan tentang hasil
pemantauan siaran radio luar negeri. "Bagaimana di tempat Anda ? Dari tempat
saya nggak bisa terdengar sama sekali." Sebenarnya, Anda tidak perlu risau,
karena apa yang Anda katakan tersebut justru sudah merupakan sebuah laporan
penerimaan siaran, LPS, juga. Kata-kata "dari tempat saya nggak bisa didengar
sama sekali" itu boleh saja Anda tulis pada log sheet atau LPS Anda, kan ?
LPS tidak harus ber-angka SIO sekian sekian sekian. Kalau
memang tak terdengar apa-apa, jadi masukkan saja dalam kolom komentar,
misalkan Anda tulis LPS di log sheet yang sudah ada. Justru kalau setiap
LPS Anda selalu ber-SIO 544 atau bahkan 555 secara terus menerus, rasanya
patut dipertanyakan. Yang penting Anda benar-benar tune ke frekuensi stasiun
tersebut, sedang hasil pemantauannya bisa macam-macam.
LPS semacam itu pernah saya kirimkan kepada RTI, khususnya
frekuensi 7130 dan 11550 kHz pada tanggal 18 Juli 1999, jam 08.39 UTC, tidak
terdengar. Tanggal 23 Juli 1999, jam 11.33 UTC, dan pada tanggal 26 Juli
1999, jam 08.24, baru ada SINPO 44434. Benar saja, pada akhir bulan Juli
tersebut, kami menerima edaran yang menyebut tentang adanya gangguan berat
pada frekuensi 11550 kHz itu mulai awal bulan Juli. Dan diperkirakan akan
makan waktu perbaikan selama tiga minggu. Kloplah dengan apa yang saya
laporkan. (SAS)
Pengalaman DXing
Mau dengar cerita Wan Mokhtar Ramlee dalam Short Wave Desk
edisi nomor 33, Agustus - September 1999 ? Berikut, beberapa kutipan yang
sebaiknya Anda simak, karena masih ada sangkut pautnya dengan DXing Anda.
Aspek lain dari hobi DXing adalah filateli, koleksi perangko.
Wan Mokhtar Ramlee melihat perangko perangko yang diterimanya
dari stasiun radio maupun teman temannya dari seluruh penjuru dunia sangat
indah, serta teramat sayang bila dicampakkan di keranjang sampah begitu saja.
WMR merasa sangat menyesal baru sekarang ini dapat menikmati semua itu.
Seharusnya sudah 30 tahun yang lalu !!
Sahabat WMR, Norbert Lee, dari Penampang, Kota Kinabalu,
Sabah, menemukan jalan tercepat untuk memperoleh verifikasi dari Radio Voz
Christiana, Cili, yaitu melalui alamatnya di Amerika Serikat : P.O. Box 2889,
Miami, Florida 33144, U.S.A. Sahabat WMR yang lain, Richard Lam, berkat
kesabaran dan ketekunannya mendapatkan QSL dari Radio Voice of Nigeria,
Lagos. Coba pantau di frekuensi 15120 kHz, jam 15.00 - 17.00 UTC.
Bicara tentang kesabaran dan ketekunan dalam usaha
mendapatkan QSL, WMR menulis bahwa hal itu adalah fenomena alam dalam DXing.
WMR misalnya, memberikan contoh bagaimana dia menunggu sampai 14 (baca empat
belas) bulan sebelum memperoleh QSL dari SLBC Colombo, Sri Lanka, tepatnya
pada tanggal 23 Juni 1999. LPS-nya bertarikh 21 April 1998. Better late than
never, katanya. Sekarang ceritanya tentang rekan kita Fachri (kami biasa
pakai ID FRI) dari Pekanbaru, Riau.
Fachri ini, tulis WMR, mungkin orang yang paling sibuk.
Kalau kita di Jakarta bilang Seksi Repot. FRI punya jadwal khusus untuk
memonitor stasiun radio luar negeri, karena dia tidak ingin tertinggal
siaran RLN untuk LPS LPSnya. Ya, maklum saja, karena dia adalah monitor
resmi untuk 6 (enam) stasiun radio gelombang pendek, yaitu : Deutsche
Welle, Radio Japan NHK World, BBC, Radio Nederland, Radio Sweden, dan
Radio Austria International
Rupanya Fachri menulis surat kepada WMR menceritakan
semuanya itu, bahkan ceritanya lagi, tidak ada hari tanpa mendengar radio
gelombang pendek. Hari harinya penuh dengan acara mendengarkan siaran siaran
radio gelombang pendek, dan itu sudah dimulainya sejak dia punya hobi DXing
tahun 1985. Dia menikmati semua yang telah dilakukannya secara sukarela bagi
radio gelombang pendek itu.
WMR menulis selanjutnya, bahwa perkembangan stasiun stasiun
radio itu tidak terlepas dari kontribusi FRI selama ini. Terima kasih
WMR, tulisan Anda cukup menarik. Salam 73 !! (SAS)
DX 2000 Indonesian DX Club
1. Syarat memonitor dan QSL dari 5 (lima) benua adalah mutlak
2. Jumlah QSL tiap benua tidak dibatasi, yang dibatasi
adalah QSL untuk setiap lokasi pemancar (maksimal 1) seperti pada Aktif
3. Penghitungan nilai peserta juga mengacu pada daftar
Aktif, nilai QSL setiap lokasi 200 dibagi jumlah DXer-nya
4. Penentuan lokasi pemancar mengacu pada Zona CIRAF, lihat buletin
Dirgantara edisi 9 (3)
5. Penutupan kontes tanggal 14 Februari 2000, dan hasilnya diumumkan
pada Dirgantara edisi 10 (2)