Citizen Band
Aneka Kelengkapan KRAP
Pengantar : Dalam artikel ini akan diuraikan mengenai kelanjutan
etiket di dalam berkomunikasi, serta aneka kelengkapan KRAP. (Kustiyono)
4. Beberapa Hal yang Dianggap Melanggar
Mengucapkan kata-kata kotor, dan / atau melanggar sopan
santun sangat dilarang, baik diucapkan secara terang terangan maupun
ucapan dengan disandikan.
5. Mengganggu Pancaran
Gangguan yang sifatnya jamming hingga orang yang
sedang berkomunikasi tak dapat didengar oleh lawan bicaranya, atau menekan
nekan saklar mike sehingga mengganggu komunikasi orang lain adalah suatu
perbuatan yang tidak terpuji.
6. Memutar Musik
Memancarkan selain berita dengan teleponi, seperti memutar
musik dari kaset, bersiul-siul dengan tujuan untuk menarik perhatian sangat
dilarang. Menggunakan peralatan tambahan yang dapat menimbulkan bunyi seperti
burung yang dipakai pada saat penggantian pembicaraan sangatlah tidak
dianjurkan, karena menimbulkan kebingungan bagi yang mendengar.
7. Booster
Booster atau linear amplifier yang bertujuan untuk menaikkan
daya / watt pancar melebihi daya yang diperkenankan sangat dilarang
penggunaannya. Di samping dilarang peraturan, juga sangat tidak tenggang
rasa terhadap pemakai KRAP lainnya yang patuh, hanya memakai daya yang
rendah sebagaimana yang diizinkan.
8. Anak-anak yang Terlepas dari Pengawasan
Bagi anak-anak di bawah umur 18 tahun, yang belum punya hak
untuk memperoleh izin KRAP, apabila mengoperasikan pesawat KRAP, harus di
bawah pengawasan orang tua atau anggota keluarga lainnya yang telah memiliki
izin. Mereka harus mempergunakan call sign milik si pengawas. Anak-anak
sangatlah perlu untuk diawasi dalam mempergunakan KRAP, karena segala
perbuatan dan pelanggaran yang dilakukan di udara adalah menjadi tanggung
jawab si pengawas atau pemegang izin.
Transceiver
Radio yang Anda miliki di rumah dikenal dengan sebutan
Receiver, atau pesawat penerima, yang memungut sinyal elektro magnet yang
terbentuk dalam frekuensi radio, yang selanjutnya oleh pesawat penerima
diolah, sehingga menghasilkan bunyi atau suara kembali. Bunyi yang Anda
dengar tadi dipancarkan dari studio radio oleh pemancar, Transmitter, yaitu
suatu alat yang dapat mengubah bunyi jadi gelombang listrik. Pesawat
KRAP Anda memiliki kedua duanya, yaitu penerima dan juga pemancar.
Oleh karena itu, dikenal dengan nama Transceiver,
transmitter receiver. Sesuai dengan ketentuan yang ada, pesawat KRAP
tersebut dibatasi daya outputnya sampai dengan 4 watt saja. Memang, daya
tersebut terlalu kecil apabila dibandingkan dengan pemancar pemancar yang
dipergunakan oleh para amatir radio atau radio siaran niaga. Daya keluaran
KRAP dibatasi menurut ketentuan, oleh karenanya, sinyal yang dipancarkan
tidak dapat mencapai jarak jauh.
Pada umumnya, hanya dapat menjangkau sepuluh sampai dengan
lima belas kilometer. Di lapangan yang terbuka ataupun di atas perairan,
sinyal dapat menjangkau jarak yang relatif lebih jauh. Kadang kala, sinyal
KRAP juga dapat menjangkau jarak yang lebih jauh lagi, yang merupakan suatu
hal yang kebetulan saja, sinyal KRAP dapat menjelajah antar benua.
Bagaimana Hal Tersebut di Atas Dapat Terjadi ?
Sinyal radio dapat dipantau oleh lapisan ionosfer, lapisan
mana berada di atas bumi, yang tingginya berkisar 30 sampai dengan 300
kilometer. Sinyal KRAP yang memantul lepas dari ionosfer dan kembali ke
bumi ini disebut "skip". Dengan demikian, sebenarnya KRAP mampu untuk
melaksanakan komunikasi antar benua. Akan tetapi, menurut ketentuan yang
berlaku, hal tersebut dilarang. Pemakai KRAP hanya diperbolehkan untuk
melakukan hubungan komunikasi yang jaraknya tidak melebihi 50 kilometer saja.
Single Side Band (SSB)
Komunikasi KRAP dengan AM atau Amplitudo Modulasi dengan
daya pancar 4 watt semakin hari semakin sulit untuk dapat menjangkau jarak
tertentu. Di samping jalur semakin penuh terpakai, efisiensinya terbatas.
Untuk menanggulangi masalah tersebut, tetapi harus patuh pada ketentuan yang
berlaku, maka komunikasi KRAP dapat memakai sistem bukan AM melainkan SSB,
Single Side Band.
Setiap pemancar RF mengandung padanya pancaran elektro
magnetik di sebelah atas maupun bawah dari carrier, yang disebut side band.
Pada pancaran AM, kedua side band-nya sengaja dimunculkan bersama sama dengan
carrier-nya, sedangkan pancaran jenis SSB tidak demikian. Salah satu side
band dan carrier-nya ditekan, sehingga yang terpancar hanyalah tinggal salah
satu side band. Dengan cara ini, penggunaan band relatif lebih sempit
dibandingkan dengan Amplitudo Modulasi.
KRAP yang memiliki AM dan SSB seakan-akan memiliki jalur
yang tiga kali lipat dibandingkan KRAP yang hanya memiliki AM. Atau dengan
perkataan lain, sebuah pesawat KRAP bisa hanya memiliki 40 jalur AM, tetapi
jenis pesawat KRAP lain yang dapat dipakai SSB di samping AM, seakan akan
memiliki jalur yang lebih banyak, yaitu 40 jalur untuk AM, 40 jalur untuk
LSB, Lower Side Band, dan 40 jalur lagi untuk USB, Upper Side Band. Di
samping itu dengan menggunakan SSB kita diperkenankan memancar dengan daya
maksimum 12 watt.
Transceiver SSB sebenarnya bekerja tidak jauh beda dengan
AM, hanya karena sifatnya yang khusus itu, maka pada setiap stasiun perlu
dilakukan "tuning" pada waktu melakukan komunikasi, guna memperoleh kejelasan
modulasi. Untuk stasiun bergerak, misalnya KRAP yang dipasang pada kendaraan,
pemakaian SSB adalah kurang tepat, karena pengemudi akan direpotkan untuk
mengatur "knop clarifier". Konsentrasi pengemudi akan terganggu. Karenanya,
SSB lebih tepat bila digunakan pada stasiun tetap, atau setidak tidaknya
stasiun mobil, tapi dalam keadaan berhenti.
Beberapa Alat Kontrol pada Transceiver
Pada dasarnya, setiap transceiver memiliki tiga alat kontrol
utama, yaitu saklar on-off yang dapat menghidupkan / memadamkan pesawat,
kontrol untuk volume untuk mengatur intensitas suara, dan channel selector
untuk memilih jalur komunikasi. Di samping itu, ada juga knop control yang
lazim dimiliki transceiver yaitu squeich, yang tugasnya untuk mengurangi
derau atau noise.
Yang disebut di atas ini adalah alat kontrol yang harus
dimiliki oleh setiap transceiver KRAP, sedangkan alat kontrol lainnya
merupakan pelengkap yang bukan pokok. Alat kontrol tambahan yang dimaksud
adalah seperti penjelasan di bawah ini :
CB - PA Switch
Switch atau saklar ini dimaksud untuk mengubah fungsi
transceiver KRAP menjadi pengeras suara (PA, Power Amplifier). Saklar ini
dapat diubah dalam dua buah posisi, yakni CB atau PA. Apabila posisi saklar
pada CB berarti berfungsi sebagai transceiver, dan apabila dipindahkan pada
PA maka akan berfungsi sebagai pengeras suara. Apabila Anda berbicara di
depan mike, maka suara Anda akan tersalur melalui speaker eksternal, bila
ditambahkan pada sistem ini.
Speaker ini dihubungkan pada jack atau plug SP atau SPK,
speaker, yang terdapat di belakang pesawat. Sistem PA ini bermanfaat untuk
memberi komando atau berbicara kepada pihak lain, yang sekiranya tidak
mudah dijangkau, misal antar perahu. Sistem PA ini tak berbeda
penggunaannya dengan megaphone.
Channel Selector
Pada umumnya, selector ini merupakan saklar pemilih nomor
jalur atau channel yang diinginkan. Selector ini dapat diputar pada 40 posisi
menurut jumlah jalurnya. Jumlah jalur yang dimiliki oleh setiap transceiver
tidaklah sama. Walkie talkie yang sederhana biasanya hanya memiliki nomor
jalur sebanyak dua atau tiga saja, akan tetapi transceiver yang agak mewah
ada yang dilengkapi dengan jumlah nomor jalur lebih dari 40 jalur.
Clock
Beberapa model pesawat diproduksi dengan diperlengkapi
lonceng digital merupakan kelengkapan transceiver. Bahkan ada pula yang
diperlengkapi dengan alarm lonceng. Transceiver yang demikian ini rata-rata
merupakan perlengkapan base stasiun yang mempergunakan catu daya listrik AC
dari jaringan listrik PLN.
Delta Tune Control
Kadang-kadang kontrol ini juga diartikan sebagai clarifier
pada pesawat SSB. Pada suatu saat, penerimaan tidak jelas, seperti suara
bebek. Hal yang demikian disebabkan karena frekuensi penerimaan bergeser,
tidak selaras dengan frekuensi yang dipancarkan. Dengan memutar ke kiri atau
ke kanan knop delta tune, niscaya frekuensi yang dimaksud dapat selaras,
sehingga dapat menghasilkan suara yang jelas.
Knop ini pada transceiver AM tidak selalu dilengkapkan,
tetapi kadang kala ada pula yang dilengkapi dengan knop tersebut. Bila
Anda memiliki transceiver SSB, dapat dipastikan knop ini terdapat padanya,
akan tetapi sebutannya lain, yaitu "clarifier". Ada kalanya, disebut "fine
tuning knop". Yang tujuannya untuk mencari posisi, sehingga suara pembicaraan
jelas terbaca dan enak didengar.
External Speaker Jack
Jack atau lubang penghubung ini terletak di bagian belakang
transceiver yang tujuannya untuk memberi kesempatan, apabila dikehendaki,
untuk menggunakan speaker yang telah dipasang di dalam transceiver.
Mike Gain
Knop ini dimaksud untuk mencegah terjadinya modulasi yang
berlebihan, over modulation. Knop mike gain dapat membatasi intensitas
mike output. Mike gain control jangan dikacaukan dengan mikropon pre amp.
Pre amp berfungsi menaikkan daya mike, sedangkan mike gain menguranginya.
Bila mike gain diputar pada posisi maksimumnya, maka intensitas suara Anda sama
dengan tanpa menggunakan unit tersebut. Karena kegunaan dari alat kontrol
tersebut tidak begitu penting, maka dalam melakukan rig jangan sampai
terpengaruh oleh ada tidaknya kontrol ini. (Bersambung)