Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 4 Jul-Agu 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
DX Camp 99
Citizen Band
Aktif
Profil Stasiun
DirgaNet
Amateur Radio
Kliping
Antena
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Antena
Stacked Antenna: Antena UHF untuk Daerah yang Sulit Menerima Siaran TV Swasta atau Meningkatkan Daya Terima Radio FM

Di daerah-daerah tertentu, ketinggian gunung-gunung akan menyebabkan kesulitan dalam penerimaan siaran televisi swasta, ataupun radio FM. Diperlukan perhitungan yang cermat, maupun pemilihan dan pemasangan antena yang tepat, setidaknya untuk mengurangi kesulitan tersebut. Selain dari itu, biaya yang dikeluarkan pun akan semakin tinggi, sesuai dengan tingkat kesulitannya.

Ada 4 hal yang perlu diperhatikan, yaitu : penguatan, gain, antena harus maksimal, dan dibantu pula dengan penguatan tambahan berupa booster antena. Pengarahan antena harus tepat ke arah datangnya sinyal. Dalam hal ini, belum tentu lurus ke arah lokasi pemancar, bisa juga ke arah sinyal pantulan dari gunung tersebut. Antena haruslah setinggi mungkin, minimal 18 meter dari tanah.

Pada beberapa kasus penerimaan, bahkan melemah kalau antena terlalu tinggi, hal mana bisa terjadi karena faktor besar kecilnya berkas sinyal pada ketinggian tertentu. Kerugian, losses, sepanjang kabel penyalur dan sarana distribusi harus ditekan serendah mungkin. Bila ke empat hal di atas sudah dipenuhi semua, tetapi hasil penangkapan siaran masih juga tidak memuaskan, Anda jangan buru-buru menyerah. Harap diingat, itu bukan berarti sinyal tidak bisa diterima.

Akan tetapi yang sekarang harus dilakukan adalah bagaimana meningkatkan mutu penerimaan. Pada tahap ini, poin dua di atas biasanya sudah tidak bisa ditingkatkan lagi, sebab posisi optimumnya sudah ditemukan, terbukti dari telah diterimanya gambar dari sinyal tersebut. Yang masih harus ditingkatkan lagi adalah poin 1, 3, dan 4. Penguatan antena adalah dengan memparalel, stacked. Caranya banyak sekali, kita akan bahas beberapa yang praktis saja.

Salah satunya adalah cara memparalelkan dua buah antena UHF, dengan terminasi 75 ohm untuk memperoleh tambahan penguatan (teoritis) dua sampai tiga dB lagi. Jarak antena yang akan distack jangan terlalu dekat. Jarak antar boom antena sebaiknya minimal sekitar satu lambda. Semakin tinggi penguatan antena, jarak antar boom semakin jauh, tetapi umumnya tidak melebihi tiga lambda. Pastikan, terminasi antena yang akan dipakai sesuai dengan impedansi kabel 75 ohm.

Gunakan sepotong kabel koaksial 75 ohm tipe RG 11 A/U, panjang 15,3 cm untuk menghubungkan antena dengan konektor T yang terletak di tengah kedua antena, lihat gambar 1. Konektor T dengan terminal input 75 ohm pada booster antena dihubungkan dengan sepotong kabel koaksial 52 ohm tipe RG 213 U panjang antara 7,7 hingga 8 cm, lihat gambar 2.

Kalau letak booster antena tersebut agak jauh, atau lebih dari 8 cm, ujung kabel itu dihubungkan ke spicer atau konektor 1 dahulu, lalu dari sana dihubungkan ke terminal input 75 ohm pada booster antena, dengan sepotong kabel koaksial 75 ohm tipe RG 11 A/U sepanjang 15,3 cm. Output booster antena 75 ohm dihubungkan ke unit power supply booster dengan kabel transmisi koaksial 75 ohm.

Ada beberapa jenis kabel yang bisa dipakai, seperti empat jenis berikut, mulai dari yang paling murah dengan kerugian tinggi sampai yang paling mahal dengan kualitas yang lebih baik. Jenis kabel itu adalah 5C 2V, RG 59 (F), 7C 2V, dan RG 11 A/U. Untuk bagian ini, jangan memakai kabel RG 213 U. Pada tiap-tiap penyambungan, antar kabel koaksial jangan dilakukan dengan cara solder langsung, tetapi harus melalui konektor. Lain soal, kalau Anda mengerti betul teknik penyambungan langsung.

Sedapat mungkin, hilangkan sambungan kabel RG 11 A/U sepanjang 15,3 cm yang terakhir sebelum booster. Walaupun posisinya sulit, usahakan agar posisi booster sedekat mungkin dengan konektor T antena, sebab makin banyak sarana distribusi, dalam hal ini konektor, insertion loss-nya akan semakin besar pula. Sebelum antena dinaikkan, oleskan lem silikon pada celah-celah antara konektor atau antara konektor dengan kabel, untuk mencegah peresapan air hujan. (Dikutip dari Jawa Pos, tulisan Jusuf S Tedjo dan Djoko Haryono, kiriman Amir Makhmud)

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 4 Jul-Agu 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space