Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 4 Jul-Agu 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
DX Camp 99
Citizen Band
Aktif
Profil Stasiun
DirgaNet
Amateur Radio
Kliping
Antena
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Kliping
Amanat Nasional

Berbagai macam metode dilakukan untuk memperkenalkan serta menarik simpati pada salah sebuah parpol. Hari Rabu tanggal 21 April 1999 telah didirikan sebuah stasiun radio yang diberi nama Central Baskara Station (CBS), beralamat di Jalan Pasar Baru Timur 22, Magetan. Radio yang dirancang untuk wilayah Magetan ini bergelombang FM stereo dengan frekuensi 93.75 MHz, daya pancar 30 kW dan jangkauan 25 km. Selama waktu sebulan di udara ternyata mendapat tanggapan positif, terbukti dari banyaknya surat yang masuk ke studio berisi kritik membangun.

"Sebagian surat pendengar minta agar Radio CBS dijadikan radio swasta niaga milik DPD," kata Kun Wardhana, S.E., bagian pemasaran seraya menunjukkan setumpuk surat di atas meja kerjanya. Peralatan Radio CBS dirakit sendiri oleh Ketua Litbang Departemen Pemenangan Pemilu DPD, Ir. Bekti Amal Fauzi. Jadwal siaran mulai pada pukul 05.00 WIB. Siaran diawali dengan lagu mars partai, kuliah subuh, dilanjutkan hiburan musik kawula muda, siang hari diputar gending Campur Sari, lagu lagu Jawa.

Setiap 15 menit, tidak lupa menyampaikan pesan pesan partai, sampai siaran ditutup pukul 24.00 WIB dengan hymne partai. "Saya baru tahu DPD Magetan punya radio FM", kata KH Dhiaynuddin Kuswandi, Caleg DPRRI dari Magetan, ketika berkunjung ke studio CBS FM. Dikatakan pula oleh Jarim, juru kampanye DPD Magetan, hal ini perlu disebarkan agar DPD-DPD lain mengikuti jejak Magetan. "Mungkin ini radio pertama di Indonesia milik partai," ujarnya sambil mengacungkan jempol. (Thoyib AR, Amanat Nasional, No.34 Th.I) - kiriman Aloysius H.M.

Kompas

Mulai Selasa, 8 Juni 1999, TVRI Stasiun Produksi Dili melakukan siaran setiap hari selama satu jam, pukul 18.00 hingga 19.00, sebelumnya hanya 30 menit setiap Selasa, Rabu dan Jum'at. Perluasan jam tayang TVRI Dili untuk menyosialisasikan otonomi luas bagi Timor Timur. Selain itu, 2 radio swasta, Loro Sae dan Nain Feto, dan Radio Republik Indonesia Dili, serta 2 koran daerah, Novas dan Suara Timor Timur, akan digunakan Tim PBB untuk sosialisasi. Juru bicara PBB David Wimhurst mengatakan pada 8 Juni sosialisasi otonomi luas mulai berlaku di Timtim. (sumber: surat kabar harian kompas)

Siaran TVRI di Pidie Aceh Terputus Akibat Transmisi Dibakar

Bangunan beserta sebagian perlengkapan transimisi TVRI dan bangunan micro wave Telkom yang berdekatan letaknya berada di atas perbukitan Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie, Aceh, 162 km selatan Banda Aceh, terbakar hari Selasa, 22 Juni 1999, malam. Akibat kebakaran itu, siaran TVRI untuk 4 kecamatan di kabupaten ini terputus. Pejabat sementara Kepala Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Pidie di Sigli.

Drs. Abdullah Wahab, Rabu, 23 Juni, mengatakan kepada wartawan di Sigli kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, tapi karena letak lokasi bangunan itu di atas perbukitan, kebakaran baru diketahui tengah malam, setelah salah seorang penjaga bangunan dan menara micro wave melaporkan peristiwa itu ke SenTel Kecamatan Mereudu, lebih kurang 20 km dari lokasi bangunan yang terbakar.

Akibat kebakaran di kompleks perlengkapan transmisi TVRI itu, yang jelas, kata Abdul Wahab, siaran TVRI untuk empat kecamatan, yakni Bandar Dua, Ulim, Meureudu, dan Trienggadeng, terputus dengan tiba tiba sebelum jam siaran berakhir, hari Selasa malam, 22 Juni 1999.

Kepala Layanan Telekomunikasi Sigli, Ismail, yang dihubungi hari Rabu mengatakan, menurut laporan dari salah seorang penjaga bangunan micro wave di Ulim, ada sekitar sepuluh orang yang tidak dikenal oleh penjaga itu masuk ke dalam kompleks micro wave dan transmisi TVRI yang jarak antara kedua bangunan sekitar 150 meter, meminta dua penjaga bangunan yang berisikan perlengkapan micro wave itu agar keluar, karena bangunan tersebut akan dibakar.

Peristiwa yang sama juga menimpa 2 penjaga kompleks transmisi TVRI. Ismail menjelaskan yang terbakar saat penjaga meninggalkan kompleks microwave adalah bangunan tempat penjagaan. Sedangkan perlengkapan micro wave itu berada dalam bangunan terpisah. Tetapi sampai Rabu, hubungan SLJJ dan interlokal dari dan ke Sigli tidak terganggu.

Meski belum diteliti apa saja yang terbakar, namun Ismail memperkirakan peralatan repiter dan tower micro wave tidak terganggu. Pihaknya baru mengirimkan teknisi Telkom untuk meneliti kebakaran itu, Rabu petang. Abdullah Wahab menjelaskan juru penerangan dari empat kecamatan telah melaporkan terputusnya siaran TVRI itu ke Sigli. (Kompas/y)

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 4 Jul-Agu 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space