Kliping
Amanat Nasional
Berbagai macam metode dilakukan untuk memperkenalkan serta
menarik simpati pada salah sebuah parpol. Hari Rabu tanggal 21
April 1999 telah didirikan sebuah stasiun radio yang diberi nama Central
Baskara Station (CBS), beralamat di Jalan Pasar Baru Timur 22, Magetan.
Radio yang dirancang untuk wilayah Magetan ini bergelombang FM stereo dengan
frekuensi 93.75 MHz, daya pancar 30 kW dan jangkauan 25 km. Selama
waktu sebulan di udara ternyata mendapat tanggapan positif, terbukti dari
banyaknya surat yang masuk ke studio berisi kritik membangun.
"Sebagian surat pendengar minta agar Radio CBS dijadikan
radio swasta niaga milik DPD," kata Kun Wardhana, S.E., bagian pemasaran
seraya menunjukkan setumpuk surat di atas meja kerjanya. Peralatan Radio CBS
dirakit sendiri oleh Ketua Litbang Departemen Pemenangan Pemilu DPD, Ir.
Bekti Amal Fauzi. Jadwal siaran mulai pada pukul 05.00 WIB. Siaran diawali
dengan lagu mars partai, kuliah subuh, dilanjutkan hiburan musik kawula muda,
siang hari diputar gending Campur Sari, lagu lagu Jawa.
Setiap 15 menit, tidak lupa menyampaikan pesan pesan partai,
sampai siaran ditutup pukul 24.00 WIB dengan hymne partai. "Saya baru tahu
DPD Magetan punya radio FM", kata KH Dhiaynuddin Kuswandi, Caleg DPRRI dari
Magetan, ketika berkunjung ke studio CBS FM. Dikatakan pula oleh Jarim,
juru kampanye DPD Magetan, hal ini perlu disebarkan agar DPD-DPD lain
mengikuti jejak Magetan. "Mungkin ini radio pertama di Indonesia milik
partai," ujarnya sambil mengacungkan jempol. (Thoyib AR, Amanat Nasional,
No.34 Th.I) - kiriman Aloysius H.M.
Kompas
Mulai Selasa, 8 Juni 1999, TVRI Stasiun Produksi Dili
melakukan siaran setiap hari selama satu jam, pukul 18.00 hingga 19.00,
sebelumnya hanya 30 menit setiap Selasa, Rabu dan Jum'at. Perluasan jam
tayang TVRI Dili untuk menyosialisasikan otonomi luas bagi Timor Timur.
Selain itu, 2 radio swasta, Loro Sae dan Nain Feto, dan Radio Republik
Indonesia Dili, serta 2 koran daerah, Novas dan Suara
Timor Timur, akan digunakan Tim PBB untuk sosialisasi. Juru bicara PBB
David Wimhurst mengatakan pada 8 Juni sosialisasi otonomi luas mulai
berlaku di Timtim. (sumber: surat kabar harian kompas)
Siaran TVRI di Pidie Aceh Terputus Akibat Transmisi
Dibakar
Bangunan beserta sebagian perlengkapan transimisi TVRI dan
bangunan micro wave Telkom yang berdekatan letaknya berada di atas perbukitan
Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie, Aceh, 162 km selatan Banda Aceh, terbakar
hari Selasa, 22 Juni 1999, malam. Akibat kebakaran itu, siaran TVRI untuk
4 kecamatan di kabupaten ini terputus. Pejabat sementara Kepala Kantor
Departemen Penerangan Kabupaten Pidie di Sigli.
Drs. Abdullah Wahab, Rabu, 23 Juni, mengatakan kepada
wartawan di Sigli kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, tapi karena
letak lokasi bangunan itu di atas perbukitan, kebakaran baru diketahui
tengah malam, setelah salah seorang penjaga bangunan dan menara micro wave
melaporkan peristiwa itu ke SenTel Kecamatan Mereudu, lebih kurang 20 km
dari lokasi bangunan yang terbakar.
Akibat kebakaran di kompleks perlengkapan transmisi TVRI
itu, yang jelas, kata Abdul Wahab, siaran TVRI untuk empat kecamatan, yakni
Bandar Dua, Ulim, Meureudu, dan Trienggadeng, terputus dengan tiba tiba
sebelum jam siaran berakhir, hari Selasa malam, 22 Juni 1999.
Kepala Layanan Telekomunikasi Sigli, Ismail, yang dihubungi
hari Rabu mengatakan, menurut laporan dari salah seorang penjaga bangunan
micro wave di Ulim, ada sekitar sepuluh orang yang tidak dikenal oleh penjaga
itu masuk ke dalam kompleks micro wave dan transmisi TVRI yang jarak antara
kedua bangunan sekitar 150 meter, meminta dua penjaga bangunan yang berisikan
perlengkapan micro wave itu agar keluar, karena bangunan tersebut akan dibakar.
Peristiwa yang sama juga menimpa 2 penjaga kompleks
transmisi TVRI. Ismail menjelaskan yang terbakar saat penjaga meninggalkan
kompleks microwave adalah bangunan tempat penjagaan. Sedangkan perlengkapan
micro wave itu berada dalam bangunan terpisah. Tetapi sampai Rabu, hubungan
SLJJ dan interlokal dari dan ke Sigli tidak terganggu.
Meski belum diteliti apa saja yang terbakar, namun Ismail
memperkirakan peralatan repiter dan tower micro wave tidak terganggu.
Pihaknya baru mengirimkan teknisi Telkom untuk meneliti kebakaran itu, Rabu
petang. Abdullah Wahab menjelaskan juru penerangan dari empat kecamatan
telah melaporkan terputusnya siaran TVRI itu ke Sigli. (Kompas/y)