Tinjauan Pustaka
World Radio Television Handbook (WRTH)
Edisi : 1999 (Volume 53)
Editor : David Bobbett
Penerbit : Geoff Cowen (Billboard)
Tebal : 640 + 4 halaman sampul
Harga : GBP 19.95, DEM 68, AUD 55, USD 29.95, Rp 300,000
WRTH 1999 merupakan edisi perdana untuk terbitan di Inggris.
Edisi tahun lalu, editornya Andrew G. Sennit berdomisili di Amsterdam, dan kini
jabatan tersebut diambil alih oleh David Bobbett, di London. Ganti editor,
ganti cover. Disengaja atau tidak, yang pasti, banyak perubahan pada WRTH
edisi ini. Lihat saja, tebalnya 640 halaman, bandingkan dengan edisi 1998
yang cuma 604 halaman, ada tambahan 36 halaman. Mau tahu isinya ?
Lebih dari 350 halaman Panduan Radio dan TV Nasional,
100 halaman lebih daftar frekuensi, 80 halaman lebih data alamat, jadwal
siaran, alamat QSL dan frekuensi radio internasional, 20 halaman lebih
tinjauan pesawat penerima terbaru. Juga dilengkapi tulisan mengenai ramalan
propagasi, antena, dan sebagainya. Pokoknya lengkap. Tentu saja, ada
petunjuk penggunaan dalam beberapa bahasa. Demam Internet juga diantisipasi
WRTH edisi ini.
Meskipun belum banyak, beberapa alamat situs Web juga
dicantumkan, juga alamat klub-klub DX. Menurut surat editor kepada IDXC,
pada edisi mendatang data tentang Indonesian DX Club akan lebih rinci lagi.
Kalau Anda seorang DXer wajiblah memiliki buku ini. Kalau berminat, hubungi
P.O. Box 50, Kutoarjo 54201. Harga Rp 300.000, atau bisa dengan IRC sebanyak
50 lembar. (ASB)
Passport to Worldband Radio (P2WBR)
Edisi : 1999
Editor : Lawrence Magne (Editor-in-chief), Tony Jones
Penerbit : Lawrence Magne (IBS)
Tebal : 560 + 4 halaman sampul
Harga : AUD 46, USD 19.95, Rp 250,000
Masih tetap mengklaim sebagai "World's #1 Selling Shortwave
Guide", P2WBR 1999 tidak mengalami perubahan jumlah halaman dari edisi tahun
sebelumnya. Isinya tetap menarik. Seperti edisi 1998 Manosij Guha tetap
hadir dengan tulisan tentang radio-radio internasional di Asia Selatan,
seperti Radio Nepal, Radio Bangladesh, Sri Lanka Broadcasting Corp.
Tinjauan pesawat penerima terbaru juga tersaji lengkap dengan data harga,
kualitas dan perbandingannya, dari Sony sampai Jager.
Panduan jadwal siaran dalam bentuk peta, yang mudah
dipelajari juga tetap tersedia, dalam berbagai bahasa dari 2310 - 21850 kHz.
Beberapa alamat radio di Indonesia yang tidak tercover di WRTH ada di P2WBR
ini, misalnya radio-radio daerah, RSPD maupun RKPD. Kalau Anda berminat hubungi
P.O. Box 50, Kutoarjo 54201, harga Rp 250.000, atau bisa dengan IRC sebanyak
45 lembar. (ASB)
Profil Stasiun
Apa yang Sedang Terjadi pada Dunia Short Wave ?
Cuplikan surat dari Jan Willem Drexhage, Manajer Distribusi
Program Radio Nederland Wereldomroep. Kami terima tanggal 7 April 1999.
Musim panas ini ditandai dengan meningkatnya bintik matahari, yang memungkinkan apabila tidak diperlukan penggunaan frekuensi-frekuensi tinggi. Contoh yang jelas bagi kami adalah penggantian frekuensi
kami yang sudah banyak dikenal, 15315 kHz dengan 21590 kHz, untuk siaran
bahasa Inggris, jam 18.30 UTC dari Bonaire. Pada jalur tertentu, dari Bonaire
sampai ke utara atau selatan Amerika, kami bisa menggunakan frekuensi
frekuensi tinggi, tetapi frekuensi frekuensi rendah pun masih bisa
dipergunakan dengan baik.
Kecuali, bahwa adanya kemungkinan lebih banyak fading pada
frekuensi-frekuensi rendah itu. Dalam teori pemindahan ke frekuensi
frekuensi tinggi memang lebih baik, tetapi dengan begitu kami memastikan
untuk melepas frekuensi 6 MHz kepada stasiun-stasiun radio lain. Itu terjadi
ketika kami melepas 6020 kHz dari Flevo, untuk siaran radio Bahasa Spanyol ke
Amerika. Mulai 28 Maret ini, Radio Exterior de Espaņa melangsungkan
siaran pada frekuensi ini melalui stasiun relaynya di Kosta Rika.
Walaupun, kami melihat peningkatan jumlah jam siaran
melalui gelombang pendek, bersamaan dengan maraknya media baru, seperti
satelit, Internet. Akan tetapi, siaran-siaran gelombang pendek di Eropa
terlihat berkurang. Bagaimana pun juga, negara-negara Asia seperti Tunisia, Turki,
Iran, India, dan Cina, saat ini sedang mengembangkan siaran-siarannya melalui
gelombang pendek. Bahkan, siaran siaran ke Asia semakin bertambah. Apalagi,
pembaruan yang telah dilakukan bagian Siaran Bahasa Perancis Radio Belgia
dalam siaran-siarannya ke Afrika.