Sapa Redaksi
Pantang Menyerah
Adalah sikap yang Redaksi kembangkan saat ini, dalam
mengelola buletin tercinta Dirgantara ditengah tengah kesulitan yang selalu
menghadang serta semakin bertambahnya buletin baru yang merupakan kompetitor
buletin Dirgantara, baik langsung maupun tak langsung, tapi itu semua menjadikan
redaksi terus berkreasi dan berinovasi, supaya Dirgantara tetap menjadi
pilihan utama untuk media sejenis, dan perkembangan Dirgantara dapat terus
dirasakan bagi pecintanya.
Sampai saat ini, redaksi masih punya segudang PR,
pekerjaan rumah, agar Dirgantara benar-benar tampil prima, senantiasa
mengunjungi pecintanya, yang dengan setia telah menantikan kedatangan
Dirgantara edisi terbaru. Sikap pantang menyerah redaksi bukan berarti
Dirgantara sendiri yang mengalami masalah, buletin lain pun mengalaminya,
tetapi yang berani terbuka terhadap permasalahan yang dihadapi merupakan
suatu iklim yang terus kita kembangkan.
Sebab redaksi berpandangan bahwa masalah yang dihadapi
merupakan tanggung jawab bersama untuk menyelesaikannya. Walaupun redaksi
telah berjuang untuk menyajikan yang terbaik, namun pihak lain punya
penilaian berbeda. Contohnya, untuk aktivitas klub pendengar 1998, yang
dinilai oleh bagian penelitian pendengar Suara Jerman Deutsche Welle, IDXC
tidak mendapat salah satu nomor yang ada.
Jadi penilaian yang redaksi lakukan pada aktivitas IDXC
terlalu berlebihan dan terlalu percaya diri, ternyata keadaan menentukan
lain. Kejadian di atas memberi hikmah bagi Redaksi untuk terus berbenah diri,
dan maju terus pantang mundur, dan komitmen Redaksi untuk jadi nomor satu di
hati pecintanya. Semoga bisa berhasil. Bukti redaksi terus bekerja keras
adalah semakin bertambahnya anggota baru, Dirgantara terbit dengan rutin
tiap dua bulan sekali, peran serta anggota dalam bursa Dirgantara, rencana
kontes DX dan temu anggota yang berskala nasional.
Itu semua menandakan akan terus berusaha untuk menjadi yang
terdepan, dan Dirgantara tidak akan tinggal diam. Dengan buletin lain akan
selalu kita kembangkan pula kerjasama yang tidak mengikat, akan tetapi saling
mendukung dan menguntungkan kedua belah pihak. Simaklah Dirgantara edisi ini
dengan berbagai sajian khasnya, dan jangan lupa berilah penilaian yang
sejujurnya. Bila kurang puas, layangkan protes ke meja Redaksi, kami telah
siap menerimanya. (DBR)
Surat dari Ibukota
Rencana Temu Anggota
"Banyak beneeer !!", itulah yang terucap dari mulut setiap
warga ibukota dalam mengomentari kontestan Pemilu di era reformasi ini.
Jelas, banyak sedikitnya jumlah tidaklah menjadi jaminan, yang penting adalah
kualitas masing masing kontestan. Dirgantara pun terus berusaha meningkatkan
kualitas isinya, dan terus menambah jumlah anggotanya, supaya tidak dicap
pembohong besar tanpa bukti, sebab Dirgantara bisa menjadi besar karena
peran serta anggota yang selalu setia.
Dalam hal ini, banyak sedikit jumlah anggota bukan hal
yang terpenting, tapi peran aktif anggota merupakan nilai lebih dalam rangka
kesuksesan acara dan kejayaan Dirgantara. Dalam menyongsong Temu Anggota,
TA, berskala nasional, seperti direncanakan oleh Aries Subagyo bersama Arief
Broto Sunarso, kami telah memperoleh kepastian. Sesuai dengan e-mail dan
konfirmasi per telepon dari Aries Subagyo tanggal 9 Mei 1999, jam 04.10 UTC.
Temu Anggota itu akan dilangsungkan di Tawangmangu,
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 26
dan 27 Juni 1999. Detail selebihnya akan kami informasikan kepada anggota
dengan Undangan Kilat. Bagi anggota yang berminat hadir, silakan mulai
menabung, baik berupa uang maupun ide-ide yang perlu dikemukakan dalam
rangka memajukan IDXC. Kami juga akan sangat berterima kasih apabila ada
anggota yang bersedia membantu kebutuhan dana khusus untuk mensukseskan
acara tersebut. (DBR)