Asal Tau Aja...
Delapan Tahun IDXC, Delapan IDXCer Terpilih
Pada syukuran sederhana memperingati sewindu IDXC, pada tanggal
14 Februari 1999, para dewan juri : Aloysius H.M., Soekirno, Akbar Indra Gunawan,
dan Dwi Budhi Rahardjo, telah mengundi delapan orang dari semua IDXCer yang
selama ini telah dengan setia mengibarkan bendera klub. Selamat kepada :
Saiful Amin 0115, Takdir Amir 0131, Muslim Aridho A.S., BBA
0138, Muhdhor A. Tadji 0156, Victor Huang 0235, Ida Syauket Sabirin 0306,
Dick Himawan Amd. P. 0311, dan Idham Syukur 0313. Ada sekedar tanda mata
untuk kalian. Semoga Anda berkenan menerima. Long Live IDXC / Dirgantara !!
DX 2000 Indonesian DX Club
Dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke-9 Indonesian DX Club,
dan datangnya Tahun 2000, Redaksi menyelenggarakan Sayembara DX 2000 IDXC.
Usahakan memantau siaran stasiun radio internasional sepanjang
tahun 1999 ini. Kemudian, kirimkan foto kopi QSL-nya ke alamat : DX 2000 IDXC,
P.O. Box 2380 JKP, Jakarta 10023, Indonesia, paling lambat tanggal 14 Februari
2000 cap pos. Syarat peserta :
1. Anggota Indonesian DX Club
2. Mengirimkan perangko senilai Rp 2000 atau tiga IRC
3. QSL hasil monitor tahun 1999
4. QSL berasal dari 5 stasiun radio negara-negara di lima benua :
Afrika, Amerika, Asia, Australia, dan Eropa. Masing masing cukup satu negara.
Hal-hal lain yang menyangkut sistem penilaian, sertifikat,
hadiah, dan lain lain, akan diberitahukan pada kesempatan lain. Meriahkanlah
DX 2000 IDXC dengan meningkatkan DXing sepanjang tahun 1999 !!
Monitor Resmi Radio Korea Internasional 1999
DKI Jakarta : Harsubeno Lesmana, Eddy Setiawan, dan
Herbert Sunu Budiharjo (IDXC 0002 INS). Jawa : Aries Subagyo
(IDXC 0001 INS), dan Suwito. Kalimantan : Airuslan, Husaini
N.A., Rudy Hartono (IDXC 0265 INS). Lombok : M. Jayadi D. (IDXC 0223 INS). Sumatera : Ajie Sukardy (IDXC 003 INS), Eddy Isro,
M. Sulaiman R., Mariadi Purnomo (IDXC 0310 INS), Syaiful Ibad, Susanto,
Sutrimo, dan Zainul Mukhlisin. Sulawesi : Arsan Hasan (IDXC 018 INS),
dan Akbar Wahab. Malaysia : Wan Mokhtar Ramlee (IDXC 0305 MLA). (Rudy Hartono)
Apa Saja yang Bisa Kita Dengar dari Radio
Sejauh Mana Kesungguhan Pemerintah Indonesia Menangani Persoalan
Lingkungan
Tema ini pernah menjadi judul dalam Opini Anda Suara Jerman
Deutsche Welle di tahun 1998. Saya ikut berpartisipasi dan kebetulan terpilih
menjadi salah satu pemenang dan diudarakan dalam acara Indonesia Plus Minus.
Dari tulisan itu saya memperoleh cinderamata berupa satu pesawat radio
GRUNDIG Yacht Boy 400. Berikut intisari tulisan saya.
Ada kesungguhan Pemerintah Indonesia menangani masalah
lingkungan walau belum dapat dilakukan secara maksimal karena masih
menghadapi kendala kendala di lapangan. Adanya jabatan Menteri Negara
Lingkungan Hidup merupakan satu bukti keseriusan Pemerintah
menangani persoalan lingkungan. Kantor Menteri Lingkungan Hidup mempunyai
wewenang khusus menangani masalah masalah lingkungan dan pemanfaatannya.
Sementara yang ditemui di lapangan kerusakan lingkungan
semakin buruk dan memberi dampak negatif pada keadaan alam di sekitar
kita. Salah satu contoh nyata adalah kebakaran hutan yang terjadi di
beberapa tempat di pulau Sumatera dan Kalimantan yang berakibat tidak saja
hilangnya tanaman dan binatang hutan, tetapi juga musnahnya beberapa jenis
nutfah organisme yang sangat berarti bagi keseimbangan kehidupan
lingkungan alam
Di samping kerugian materi yang begitu besar, di sisi lain,
asap yang ditimbulkan oleh kebakaran tidak saja mengganggu kehidupan
masyarakat di daerah sekitar tetapi meluas sampai ke negara lain, Singapura,
Malaysia dan wilayah Thailand bagian Selatan. Tentu ini semua mengakibatkan
terganggunya kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat di samping kerugian
ekonomi dan terganggunya transportasi penerbangan.
Yang lebih merugikan lagi adalah nama baik Indonesia di
mata dunia menjadi semakin terpuruk akibat bencana ini, di mana mereka
menilai bahwa pengelolaan lingkungan di Indonesia sangat jelek. Memang
diakui dalam praktek di lapangan banyak terjadi benturan kepentingan karena
tak sedikit pihak yang terkait di dalamnya, antar kelompok masyarakat maupun
antar departemen.
Dengan demikian penyelesaian masalah harus dilakukan
bersama antar lintas negara, lintas pemerintahan, maupun antar departemen
terkait, serta antara Pemerintah dengan dunia usaha dan juga antara
pengusaha dengan penduduk setempat. Mengamati kondisi lingkungan di
Indonesia tentunya kita merasa prihatin karena kerusakan lingkungan yang
terjadi semakin hari semakin menjadi-jadi sehingga menuntut kepedulian kita
bersama untuk menjaga lingkungan di sekitar kita dari kerusakan.
Selama ini kerusakan lingkungan yang terjadi umumnya karena
eksploitasi terhadap sumber daya alam secara berlebihan ataupun membuang
limbah ke alam melebihi daya dukung alam itu sendiri dalam memproses limbah
tersebut secara alamiah. Ketika terjadi kerusakan lingkungan akibat
pencemaran atau timbulnya bencana alam, yang berteriak cukup keras baru
sebatas Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup.
Sementara departemen lain mencoba untuk cuci tangan dan
mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain. Persoalan lingkungan di
Indonesia sering menjadi semakin pelik dan rumit karena memang tidak sedikit
kepentingan yang terlibat di dalamnya. Sebenarnya persoalan lingkungan
secara teori dan mendasar tidaklah begitu rumit sepanjang menggunakan pola
keseimbangan alam, di mana semakin panjang mata rantai makanan maka
keseimbangan alam dan lingkungan akan dapat terwujud.
Dalam kenyataan keadaan seperti ini memang sukar diciptakan
karena sebagian jalur dari mata rantai makanan terputus, hilang bahkan musnah,
menyebabkan mata rantai itu semakin pendek. Secara ideal keseimbangan
alam tidak tercapai. (Aji Sukardy, IDXC 0003/INS)