Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 2 Mar-Apr 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Profil Stasiun
Citizen Band
Asal Tau Aja...
Pro Anda
Antena
Surat Terbuka
Tinjauan Buku
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Asal Tau Aja...
Delapan Tahun IDXC, Delapan IDXCer Terpilih

Pada syukuran sederhana memperingati sewindu IDXC, pada tanggal 14 Februari 1999, para dewan juri : Aloysius H.M., Soekirno, Akbar Indra Gunawan, dan Dwi Budhi Rahardjo, telah mengundi delapan orang dari semua IDXCer yang selama ini telah dengan setia mengibarkan bendera klub. Selamat kepada :

Saiful Amin 0115, Takdir Amir 0131, Muslim Aridho A.S., BBA 0138, Muhdhor A. Tadji 0156, Victor Huang 0235, Ida Syauket Sabirin 0306, Dick Himawan Amd. P. 0311, dan Idham Syukur 0313. Ada sekedar tanda mata untuk kalian. Semoga Anda berkenan menerima. Long Live IDXC / Dirgantara !!

DX 2000 Indonesian DX Club

Dalam rangka menyambut Ulang Tahun ke-9 Indonesian DX Club, dan datangnya Tahun 2000, Redaksi menyelenggarakan Sayembara DX 2000 IDXC. Usahakan memantau siaran stasiun radio internasional sepanjang tahun 1999 ini. Kemudian, kirimkan foto kopi QSL-nya ke alamat : DX 2000 IDXC, P.O. Box 2380 JKP, Jakarta 10023, Indonesia, paling lambat tanggal 14 Februari 2000 cap pos. Syarat peserta :

1. Anggota Indonesian DX Club
2. Mengirimkan perangko senilai Rp 2000 atau tiga IRC
3. QSL hasil monitor tahun 1999
4. QSL berasal dari 5 stasiun radio negara-negara di lima benua : Afrika, Amerika, Asia, Australia, dan Eropa. Masing masing cukup satu negara.

Hal-hal lain yang menyangkut sistem penilaian, sertifikat, hadiah, dan lain lain, akan diberitahukan pada kesempatan lain. Meriahkanlah DX 2000 IDXC dengan meningkatkan DXing sepanjang tahun 1999 !!

Monitor Resmi Radio Korea Internasional 1999

DKI Jakarta : Harsubeno Lesmana, Eddy Setiawan, dan Herbert Sunu Budiharjo (IDXC 0002 INS). Jawa : Aries Subagyo (IDXC 0001 INS), dan Suwito. Kalimantan : Airuslan, Husaini N.A., Rudy Hartono (IDXC 0265 INS). Lombok : M. Jayadi D. (IDXC 0223 INS). Sumatera : Ajie Sukardy (IDXC 003 INS), Eddy Isro, M. Sulaiman R., Mariadi Purnomo (IDXC 0310 INS), Syaiful Ibad, Susanto, Sutrimo, dan Zainul Mukhlisin. Sulawesi : Arsan Hasan (IDXC 018 INS), dan Akbar Wahab. Malaysia : Wan Mokhtar Ramlee (IDXC 0305 MLA). (Rudy Hartono)

Apa Saja yang Bisa Kita Dengar dari Radio
Sejauh Mana Kesungguhan Pemerintah Indonesia Menangani Persoalan Lingkungan

Tema ini pernah menjadi judul dalam Opini Anda Suara Jerman Deutsche Welle di tahun 1998. Saya ikut berpartisipasi dan kebetulan terpilih menjadi salah satu pemenang dan diudarakan dalam acara Indonesia Plus Minus. Dari tulisan itu saya memperoleh cinderamata berupa satu pesawat radio GRUNDIG Yacht Boy 400. Berikut intisari tulisan saya.

Ada kesungguhan Pemerintah Indonesia menangani masalah lingkungan walau belum dapat dilakukan secara maksimal karena masih menghadapi kendala kendala di lapangan. Adanya jabatan Menteri Negara Lingkungan Hidup merupakan satu bukti keseriusan Pemerintah menangani persoalan lingkungan. Kantor Menteri Lingkungan Hidup mempunyai wewenang khusus menangani masalah masalah lingkungan dan pemanfaatannya.

Sementara yang ditemui di lapangan kerusakan lingkungan semakin buruk dan memberi dampak negatif pada keadaan alam di sekitar kita. Salah satu contoh nyata adalah kebakaran hutan yang terjadi di beberapa tempat di pulau Sumatera dan Kalimantan yang berakibat tidak saja hilangnya tanaman dan binatang hutan, tetapi juga musnahnya beberapa jenis nutfah organisme yang sangat berarti bagi keseimbangan kehidupan lingkungan alam

Di samping kerugian materi yang begitu besar, di sisi lain, asap yang ditimbulkan oleh kebakaran tidak saja mengganggu kehidupan masyarakat di daerah sekitar tetapi meluas sampai ke negara lain, Singapura, Malaysia dan wilayah Thailand bagian Selatan. Tentu ini semua mengakibatkan terganggunya kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat di samping kerugian ekonomi dan terganggunya transportasi penerbangan.

Yang lebih merugikan lagi adalah nama baik Indonesia di mata dunia menjadi semakin terpuruk akibat bencana ini, di mana mereka menilai bahwa pengelolaan lingkungan di Indonesia sangat jelek. Memang diakui dalam praktek di lapangan banyak terjadi benturan kepentingan karena tak sedikit pihak yang terkait di dalamnya, antar kelompok masyarakat maupun antar departemen.

Dengan demikian penyelesaian masalah harus dilakukan bersama antar lintas negara, lintas pemerintahan, maupun antar departemen terkait, serta antara Pemerintah dengan dunia usaha dan juga antara pengusaha dengan penduduk setempat. Mengamati kondisi lingkungan di Indonesia tentunya kita merasa prihatin karena kerusakan lingkungan yang terjadi semakin hari semakin menjadi-jadi sehingga menuntut kepedulian kita bersama untuk menjaga lingkungan di sekitar kita dari kerusakan.

Selama ini kerusakan lingkungan yang terjadi umumnya karena eksploitasi terhadap sumber daya alam secara berlebihan ataupun membuang limbah ke alam melebihi daya dukung alam itu sendiri dalam memproses limbah tersebut secara alamiah. Ketika terjadi kerusakan lingkungan akibat pencemaran atau timbulnya bencana alam, yang berteriak cukup keras baru sebatas Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup.

Sementara departemen lain mencoba untuk cuci tangan dan mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain. Persoalan lingkungan di Indonesia sering menjadi semakin pelik dan rumit karena memang tidak sedikit kepentingan yang terlibat di dalamnya. Sebenarnya persoalan lingkungan secara teori dan mendasar tidaklah begitu rumit sepanjang menggunakan pola keseimbangan alam, di mana semakin panjang mata rantai makanan maka keseimbangan alam dan lingkungan akan dapat terwujud.

Dalam kenyataan keadaan seperti ini memang sukar diciptakan karena sebagian jalur dari mata rantai makanan terputus, hilang bahkan musnah, menyebabkan mata rantai itu semakin pendek. Secara ideal keseimbangan alam tidak tercapai. (Aji Sukardy, IDXC 0003/INS)

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 2 Mar-Apr 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space