Profil Stasiun
Radio Nacional do Brasil
Pada tahun 1958, 2 tahun sebelum peresmian ibu kota yang
baru, Brasilia, pemerintah Brazil mendirikan Radio Nacional de Brasilia,
khususnya untuk melayani kebutuhan komunikasi kelompok masyarakat "candangos",
yaitu orang-orang yang sedang membangun kota baru tersebut. Radio itu mulai
beroperasi di Nucleo Bandeirante, sebuah perkampungan kecil tempat tinggal
para "candangos". Transmisi resmi pertama RNB pada tanggal 31 Mei 1958.
Kemudian lokasinya dipindah ke sebuah auditorium di dalam
kota Brasilia, dengan siaran mulai jam lima pagi sampai tengah malam.
Pada masa-masa awal siaran kebanyakan program diutamakan untuk melayani
masyarakat umum. Banyak yang memanfaatkan radio tersebut sebagai sarana
untuk mengirim berita kepada keluarga yang tinggal di daerah lain. Cara tersebut
sangat efektif sehingga pada suatu saat pernah Dinas Pos Brazil membatasi
jumlah pesan yang disampaikan.
Auditorium siaran juga menjadi tempat pertemuan para
penyanyi lokal dan fansnya. Dalam tahun 1960 sejumlah besar penduduk
berpindah ke ibu kota baru melalui jalan-jalan, dari kota Belem, Mato
Grosso, Rio Grande do Sul dan Rio de Janeiro. Barisan penduduk ini disebut
"Barisan Integrasi Nasional" dan RNB ikut aktif berpartisipasi dengan
mengirimkan para reporternya ke sepanjang jalan raya yang mereka lalui. Selama
peresmian ibu kota Brasilia, markas RNB dipindahkan ke tempat sekarang, untuk
sementara, sebuah gedung yang terletak dekat pusat kota.
Saat itu juga, RNB berintegrasi dengan Radio Nacional do
Rio de Janeiro, salah satu stasiun radio tertua dan juga paling bergengsi di
Brazil. Dengan demikian, saat peresmian kota Brasilia, hampir 50 stasiun
radio melakukan peliputan bersama. Dalam bulan Juni 1972 RNB mulai melakukan
siaran percobaan dalam bahasa Inggris ke Eropa. Bulan September tahun yang
sama Dinas Internasional diresmikan dengan empat program.
Satu jam dalam empat bahasa, Inggris, Jerman, Portugis, dan
Spanyol, dan dalam bulan Nopember ditambah dengan bahasa Perancis. Dalam
bulan September 1973 tambah lagi dengan siaran bahasa Italia.
Saat itu, RNB hanya mempergunakan pemancar 10 kW yang dirancang untuk
peliputan nasional, sehingga penerimaan di luar negeri tidak memuaskan.
Karena itulah, RNB merencanakan untuk membeli pemancar baru yang efektif,
untuk transmisi siaran ke tempat-tempat yang jauh.
Pada tahun 1974, RNB mulai menyiarkan program-programnya
dengan pemancar yang berkekuatan 250 kW, tetapi krisis moneter pada tahun
itu memaksa RNB membatasi siarannya hanya dalam bahasa Inggris, Jerman,
dan Portugis, serta menghentikan penerbitan buletin bulanan. Tiga tahun
kemudian, tepatnya di bulan Juni 1977, RNB terpaksa lagi menghentikan untuk
sementara Dinas Internasionalnya, dan menggantinya dengan Dinas Siaran
Gelombang Pendek ke Daerah Amazon.
Tetapi pada tanggal 9 Maret 1979, RNB berusaha meneruskan
lagi siaran internasionalnya dengan siaran percobaan satu jam dalam bahasa
Inggris ke Eropa dan bahasa Portugis ke Afrika dan Eropa Selatan.
Di samping Siaran ke Daerah Amazon, RNB juga mempunyai Dinas Siaran Dalam
Negeri, MW pada frekuensi 980 kHz, dengan pemancar 10 kW, dan akhirnya 300 kW.
Di jalur FM pemancar stereo pada frekwensi 96.9 MHz dan juga stasiun televisi.
Setelah Dinas Internasionalnya diresmikan dengan nama
Radio Nacional do Brasil, pada tanggal 23 Juli 1990, RNB memulai lagi dengan
transmisi empat bahasanya, Inggris, Jerman, Portugis dan Spanyol dengan
durasi masing-masing satu jam 20 menit meliputi informasi, musik dan berbagai
aspek kehidupan di Brazil. (Radio Nacional do Brasil / Bahran Imberan, 21 Desember 1998)
Radio Free Asia
(Surat dari Suite 300, 2025 M. Street, NW, Washington, D.C.,
20036, U.S.A. tanggal 5 Pebruari 1999) Terima kasih atas surat Anda tanggal
3 Nopember 1998, tentang siaran yang Anda dengar pada 9930 kHz, jam
12.02-12.58 UTC. Pemantauan siaran-siaran kami sangat penting bagi informasi
teknis, seperti juga informasi tentang pendengar kami. Sebagai latar belakang,
perlu Anda ketahui bahwa kuasa pembentukan Radio Free Asia (RFA) adalah dari
Kongres Amerika Serikat dengan Akta Siaran Internasional tahun 1994.
RFA memperoleh dana dari Pemerintah Amerika Serikat dan
berada di bawah pengawasan Dewan Siaran, suatu badan politis yang ditunjuk
oleh Presiden AS untuk mengawasi siaran internasional non-militer
pemerintah Amerika Serikat. RFA merupakan jaringan siaran berdasar pada model
Radio Free Europe / Radio Liberty. Kedua siaran tersebut dikenal telah menyebarkan
informasi tentang demokrasi dan kapitalisme, dan memberi sumbangan yang
jelas dalam penyelesaian Perang Dingin.
Mandat RFA adalah siaran ke Cina, Myanmar, Kamboja, Laos,
Korea Utara, Tibet dan Vietnam. Semua acara disiarkan dalam bahasa induk
negara penerima siaran. Bahasa Inggris hanya dipergunakan sesuai dengan
kebutuhan (misalnya wawancara, pengumuman siaran dsb). Tujuan RFA adalah
secara akurat dan tepat waktu memberikan informasi, berita dan ulasan
tentang kejadian-kejadian di negeri-negeri tersebut.
Dan menjadi satu forum bagi berbagai opini dan suara dari
bangsa-bangsa Asia yang mengalami kekurangan akan sumber informasi. Idenya adalah
memperkenalkan hak-hak untuk bebas memiliki pendapat dan pernyataan, termasuk
kebebasan untuk mencari, menerima dan menyebarkan informasi dan ide melalui
media apapun tanpa memandang batas-batas negara. RFA bukanlah suara resmi
Pemerintah Amerika Serikat. Dan, sesuai dengan kuasa pendiriannya, sama sekali
tidak menyiarkan propaganda.
Dalam penyiapan dan penyiaran acaranya, RFA dengan tegas
mengikuti standar obyektivitas, keadilan dan kualitas, menghindari polemik,
penyalah gunaan maupun serangan kepada rakyat, pemerintah atau bangsa apapun.
Setiap waktu RFA berusaha keras untuk memberi acara-acara menarik yang
disesuaikan dengan rakyat di negara-negara penerima siaran. Berita dunia
hanya sedikit disiarkan karena sudah diberikan oleh sumber-sumber lain,
termasuk Suara Amerika.
Tidak bisa dihindari terjadinya beberapa penyebaran berita
internasional, tapi sebagian besar informasi ini mempunyai kepentingan
langsung dengan negara yang dituju. Konsentrasi siaran-siaran kami adalah
pada berita berita lokal dan kegiatan negara-negara Asia. Setiap seksi
siaran berbeda, sedapat mungkin merefleksikan budaya khusus dan kebiasaan
kebiasaan penduduk setempat. Staf RFA umumnya adalah mereka yang bebahasa
ibu negara tujuan siaran.
Pusat RFA berada di ibu kota Washington, D.C., tempat asalnya siaran,
menggabungkan laporan dari berbagai koresponden dan pembantu dari seluruh
Asia. Ada perwakilan perwakilan tetap di beberapa kota di Asia dan juga
reporter-reporter perseorangan di banyak tempat penting. Pada umumnya,
transmisi siaran berupa sinyal radio gelombang pendek stasiun stasiun
bumi Amerika Serikat ke satelit kemudian turun ke pemancar pemancar di Asia,
untuk direlai ke penerima siaran yang ditentukan.
Hampir semua lokasi transmisi RFA berada di negara-negara
dan daerah daerah tertentu di luar Amerika Serikat, dan negara-negara dan
daerah daerah itu mengalami tekanan politis untuk menghentikan transmisi RFA.
RFA tak mengumumkan lokasi-lokasi transmisinya sebab dapat berakibat
semakin ditingkatkannya tekanan tersebut yang memungkinkan pemerintah
setempat merasa mempunyai kewajiban untuk memberi tanggapan sejalan dengan
sorotan masyarakat.
RFA melakukan siaran perdana pada tanggal 29 September 1996
dalam bahasa Mandarin selama satu setengah jam. Berita di-up date dan siaran
diulang. Enam belas jam kemudian, berita kembali di-update dan siaran asli
setengah jam, diulang dua kali. Di dalam bulan Mei tahun ini, siaran bahasa Kanton
akan dimulai, sehingga jumlah siaran per hari ke Cina akan menjadi sebelas jam.
Daftar frekuensi dari sebagian besar transmisi RFA terlampir (sayang tidak ada,
kelupaan, bos ? / SAS).
Tanggal 1 Desember 1996, siaran perdana bahasa Tibet,
mengulang pola siaran bahasa Mandarin. Siaran bahasa Burma maupun Vietnam
masing masing dilangsungkan pada tanggal 4 dan 6 Februari 1997, dengan lama
setengah jam acara yang di-up date. Pada tanggal 3 Maret 1997, siaran perdana bahasa
Korea. Siaran perdana ke Kamboja tanggal 18 Agustus 1997 dan bahasa Laos
tanggal 13 September 1997. Tambahan terakhir adalah bahasa Kanton yang
dilangsungkan pada tanggal 18 Mei 1998 (lho, tadi dibilang Mei tahun ini,
alias 1999, kok ? / SAS).
Adalah menjadi harapan kami bahwa keberadaan RFA akan bisa
dikenal dari pembicaraan maupun dari pemutaran gelombang radio. World Wide
Web kami setelah revisi adalah http://www.rfa.org. Sekali lagi kami hargai
Anda yang telah menyempatkan mendengar dan mengirim surat kepada kami dan
mendoakan kesehatan dan keberhasilan Anda. Terlampir adalah stiker kami
untuk menambah koleksi Anda.
Wassalam, Staff Radio Free Asia. (Laporan Penerimaan Siaran
dalam bahasa Inggris saya kirimkan pada tanggal 6 November 1998, ke alamat :
P.O. Box 28840 Hong Kong tersebut, dalam materi siaran, untuk siaran bahasa
Khmer / SAS)
Setahun Halo Amerika dan 57 Tahun Suara Amerika
Bulan ini, ada dua hal yang penting di Suara Amerika, yakni
tanggal 24 Februari 1999, genap 57 tahun Suara Amerika, dan 26 Februari 1999,
genap setahun usia acara Halo Amerika. Sebuah acara diselenggarakan oleh
Seksi Indonesia Suara Amerika yang banyak diminati oleh banyak pendengarnya,
baik yang berada di tanah air maupun negara lain. Acara ini dipandu oleh
beberapa penyiar yang telah mempersiapkan diri di muka telepon.
Pendengar yang ingin berpartisipasi terlebih dahulu
menghubungi operator Sambungan Langsung Internasional (SLI), agar disambung
dengan nomor telepon Suara Amerika
dengan biaya pembayaran ditanggung oleh Suara Amerika. Berbagai topik bisa
diketengahkan, tergantung dari situasi yang paling akhir berkembang,
khususnya di Indonesia, mulai dari mundurnya Suharto, masalah Timor Timur
sampai situasi di Ambon. Beberapa nara sumber yang dihubungipun termasuk
pakar dalam bidangnya.
Hanya saja, akses Suara Amerika untuk menghubungi pakar
dari berbagai tempat sangat kurang. Ini mungkin disebabkan rekruitmen tenaga
penyiar Suara Amerika yang baru selama kurun waktu beberapa tahun terakhir
ini sangat lamban jika dibandingkan dengan radio lain. BBC misalnya, banyak
merekrut wartawan surat kabar, majalah terkemuka di Indonesia yang muda-muda
dan masih mempunyai semangat dan etos kerja yang berlebih. Kelemahan lain
dari acara ini adalah penyiar tak membatasi waktu untuk masing-masing peserta.
Sehingga, kadang pembicaraan pun keluar dari topik yang
diketengahkan. Secara umum, acara yang dipandu beberapa penyiar dengan silih
berganti ini banyak sekali pendengarnya. Acara ini juga diselenggarakan di
dalam bahasa lain, seperti pada bahasa Mandarin dan Parsi dengan nama Talk to
America. Dan merupakan salah satu kelebihan Suara Amerika ditengah ketatnya
persaingan dengan radio luar negeri lain yang juga mempunyai siaran dalam
bahasa Indonesia.
Kekurangan yang lain adalah saat ini Suara Amerika kian
pelit, terutama dalam memberi kontribusi dan kerja sama dengan klub-klub
pendengar. Padahal, kalau disadari, klub pendengarlah yang juga ikut
membesarkan Voice of America, khususnya dengan memperkenalkan kepada mereka
beragam mata acaranya. Indonesian DX Club pun sangat berharap khusus
bertepatan dengan ultah Suara Amerika ke-57, 24 Februari 1999.
Ibu Susan Anderson sebaiknya juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan
pendengar di Indonesia mana kala sedang bertugas ke Jakarta, sehingga dapat
mengetahui dengan jelas, apakah Suara Amerika saat ini masih didengarkan di
Indonesia ? Dan bisa mengetahui secara jelas pula bagaimana usulan para pendengarnya,
untuk meningkatkan kinerja Suara Amerika, baik dalam pelayanan maupun materi
siaran. Selamat berulang tahun ke-57 Suara Amerika. Halo Amerika dari
Dirgantara. (HSB)
CBS - Radio Taipei Internasional
Central Broadcasting System (CBS), stasiun radio nasional
Republik Cina didirikan pada bulan Januari 1998 setelah Badan Legislatif
mengesahkan UU tentang pendirian sebuah stasiun radio nirlaba
disponsori pemerintah. Di dalam UU tersebut, Bagian Internasional dari Badan
Penyiaran Cina bergabung dengan CBS. CBS menyelenggarakan siaran ke daratan
Cina, dan bagian lain dunia dengan call sign-nya "Radio Taipei International"
dan "Voice of Asia".
Sesuai dengan yang diatur dalam "The Code of CBS", CBS
bertanggung jawab atas siaran berita dan informasi nasional :
1. Memberikan fokus pada peristiwa-peristiwa budaya dan
suara media serta mengorganisasikan stasiun radio menjadi suatu lembaga kebudayaan
internasional dan sebagai media informasi.
2. Menjembatani orang-orang Tionghoa di daratan China dengan orang orang
Tionghoa perantauan. Dengan demikian, menyatukan orang-orang Tionghoa di
seluruh dunia.
3. Membangun kerjasama maupun pertukaran-pertukaran dengan stasiun stasiun
radio internasional.
4. Merebut kepercayaan pendengar-pendengar di seluruh dunia, dengan
memberikan berita dan acara-acara yang akurat, cepat, dan informatif,
sesuai dengan kebutuhan pendengar.
Klasifikasi jaringan siaran yang berlangsung 24 jam sehari
berdasarkan isi siaran, dan karakteristik setiap daerah :
1. Jaringan Umum (Mandarin)
2. Jaringan Berita (Mandarin)
3. Jaringan Dialek (Amoy, Kanton, Hakka, Mongolia, Tibet, dan Uighur)
4. Jaringan Bahasa Asing (Inggris, Jepang, Jerman, Perancis, Rusia,
Thai, Indonesia, Vietnam, Spanyol, dan Arab)
5. Jaringan "Voice of Asia" (Inggris, Mandarin, Thai, dan Indonesia)
CBS telah merancang Pusat Produksi dan Siaran unggulan.
Acara-acara disiarkan melalui sistim transmisi yang menghubungkan bagian
utara dan selatan Taiwan. Terdapat sembilan lokasi transmisi di Taiwan dengan 16
pemancar MW (10 frekuensi MW), dan 25 pemancar SW (45 frekuensi SW), dengan
tenaga keseluruhannya 10.050 kW. Kapasitas output-nya 2,69 kali kapasitas
gabungan semua stasiun radio umum dan swasta di Taiwan, dan meliputi bagian
Tengah dan Selatan Taiwan, daratan Cina, serta seluruh dunia.
Dalam usaha memperbaiki pelayanan kepada pendengar,
pengembangan kualitas acara-acara maupun penyelamatan sumber daya manusia, CBS
mengembangkan rancangan perangkat lunak, termasuk komputerisasi dan digitalisasi.
Selain mengganti transmisi microwave ke sistim digital, CBS telah
mengkomputerisasi produksi dan siaran, serta membuka situs Web untuk jaringan
informasi dan pelayanan kepada pendengar. (1999 CBS RTI Business Diary).