Sapa Redaksi
Puji Syukur
Ucapan yang kami luncurkan saat saling jumpa pada hari
Minggu 14 Februari 1999 tepatnya di Depok pinggiran ibukota dengan diiringi
rintik hujan. Pada hari yang berbahagia bagi seluruh anggota IDXC ternyata
kami masih diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi mempererat persatuan dan saling
peduli akan kelangsungan hidup IDXC dengan Dirgantara-nya. Waktu yang tepat
tersebut dimanfaatkan juga untuk merayakan Ulang Tahun IDXC walaupun tanpa
kue tart dan hiasan meriah
Tetapi, suasana cukup hangat karena sebagian pengurus sempat
hadir disamping beberapa simpatisan. Dan yang tidak kalah pentingnya, yaitu
agenda yang dicetuskan cukup memberi gambaran tentang kebutuhan maupun
tantangan club tercinta ini di antaranya akan diselenggarakannya kontes DX,
dengan label nama DX 2000, dan rencana temu pendengar ke-3 pada tahun 2000.
Keterangan lebih lanjutnya akan dibahas pada bagian lain.
Pada acara tersebut hadir Herbert Sunu, Soehartono Ashar, Akbar Indra,
Soekirno, Dwi Budhi, dan pendengar setia dari Tuban cak Aloysius H.M., serta
beberapa simpatisan yaitu Suroso, Sinung dan Ali Mustofa. Saling tukar
pengalaman maupun cerita ringan yang sangat hidup dan diisi humor humor
ringan menambah ceria acara informal ini.
Pada ultah ke-8 ini, Redaksi memberi kenang kenangan kepada
8 anggota aktif (bayar iuran), yang terdaftar pada bank data Redaksi.
Saat yang dinanti-nantikan tiba setelah Pak Ashar menyiapkan lintingan yang
berisi nomor seluruh anggota aktif dalam gelas. Kemudian Cak Aloysius diberi
kehormatan untuk mengambil 2 lintingan pertama dilanjutkan oleh mas Soekirno,
Akbar, dan Budhi. Daftar pemenang lihat di halaman lain.
Dalam acara yang relatif singkat itu dibicarakan pula
kendala kendala yang sampai saat ini masih sering dihadapi dalam penerbitan
setiap edisinya seperti dana untuk penyiapan, cetak sampai sirkulasi. Naskah
sebagai peran serta anggota masih minim. Redaksi masih tetap menunggu lho ?
Untuk dana, Redaksi mohon kesadaran para anggota yang mempunyai
kemampuan lebih atau peduli dengan keberadaan Dirgantara kiranya sudi memberi
tambahan supaya jalinan Dirgantara dengan stasiun mitra kerja tidak terputus.
Itulah laporan singkat dari acara syukuran IDXC ke-8 beberapa waktu lalu,
dalam kesempatan yang baik ini tak dilewatkan pula foto bersama sebelum
semua peserta berpisah untuk pulang kerumah masing-masing, dan masih
menyempatkan pula saling berjanji untuk berjumpa lagi pada Temu Pendengar
yang akan diadakan tahun depan. (DBR)
Surat dari Ibukota
Berpacu
Kami seluruh awak Dirgantara saat ini sedang berpacu dengan
waktu, dan semua yang berkaitan dengan peluncuran Dirgantara berusaha semakin
solid dan perencanaan lebih matang, agar semua anggota puas dengan
sajian informasi kami. Wajar bila dua edisi terakhir, Dirgantara yang makin
menyusut membuat Anda bertanya-tanya. Sebenarnya, hal tersebut terjadi karena
adanya gangguan teknis semata. Dan mulai edisi ini minimal kami akan memenuhi
jumlah halaman seperti edisi-edisi sebelumnya.
Bahkan kalau masih terdapat informasi tambahan yang harus
cepat Anda ketahui, maka kami tak segan-segan menambah jumlah halaman. Kami
di meja redaksi masih tetap dengan tangan terbuka menerima kritik maupun
saran anggota, supaya dalam berpacu ini kami tidak melenceng dari jalur yang
telah menjadi kesepakatan bersama. Marilah ikut serta ramai-ramai berpacu
dengan memberi sumbangan artikel, ide, maupun dana, yang saat ini kami
butuhkan untuk kelangsungan hidup media tercinta Dirgantara.
Hidup matinya Dirgantara tergantung pada kemauan baik
seluruh anggota, bukan ditentukan oleh ketua klub, redaksi, maupun
segelintir orang. Jadi bagi semua anggota yang masih merasa memiliki media
tercinta ini, redaksi menghimbau kesadarannya untuk turut di dalam sepak
terjang Dirgantara, sesuai dengan kemampuan dan porsi masing-masing. (DBR)