Asal Tau Aja...
IDXC Top 50 dan IDXC DX Diploma
Sekalian menyambut HUT IDXC, sementara DX Tips masih
menunggu masukan, berikut kami turunkan cerita sekitar arena IDXC Top 50
dan "saudara kembarnya" IDXC DX Diploma, yang mudah-mudahan bisa menambah
wawasan rekan-rekan anggota baru. Lebih bagus lagi, kalau bisa memberikan
tambahan motivasi dalam memonitor dan DXing.
Pada awal digelarnya arena
IDXC Top 50, yaitu akhir 1992, peserta hanya 27 orang. Itupun berdasarkan
foto kopi QSL yang masuk sebagai persyaratan pendaftaran anggota. Stasiun
radio ataupun stasiun relainya yang tercatat hanya 48. Lima top DXer pada
waktu itu adalah :
|
|
DXer |
Nilai |
QSL |
1
2
3
4
5
|
Akbar Indra Gunawan
Lai Pak Ning
Aries Subagyo
August Widjanarko
Ruzy Kosasih
|
1195
450
387
375
350
|
15
5
8
6
4
|
Enam tahun kemudian, arena adu kesabaran mencari stasiun
atau stasiun relai baru itu sudah jauh berkembang. Posisi top 5 DXer menjadi sbb :
|
|
DXer |
Nilai |
QSL |
1
2
3
4
5
|
Akbar Indra Gunawan
Donny Irawan
Aries Subagyo
Lai Pak Ning
Supriyadi A.G.
|
12970
5669
3933
2497
2054
|
218
115
105
72
28
|
Sejak Mei 1998, jumlah stasiun sengaja kami pisahkan antara
RLN dan lokal untuk mengetahui minat masing-masing peserta. Sekali lagi, ini
adalah arena adu kesabaran mencari stasiun baru, bukan sekedar adu jumlah
koleksi kartu QSL seperti dugaan sementara calon peserta ataupun anggota baru.
Kenapa ? Pencetus ide arena IDXC Top 50 memang ingin meningkatkan wawasan
anggota dalam DXing dan memonitor sebagai layaknya seorang DXer.
DXing sebenarnya tidak membutuhkan waktu sebanyak mendengarkan
stasiun radio. Untuk mendapatkan kartu QSL suatu stasiun radio, cukup dengarkan 10
menit siarannya, dengan syarat serius dan, kalau Anda lagi bernasib baik,
bisa menangkap identitas stasiun radio tersebut. Susah juga kalau yang Anda
dengar hanya lagu-lagu, atau omongan penyiar, tanpa menyebut nama maupun
frekuensi siaran. Rugi waktu !!
Persyaratan peserta IDXC Top 50 :
1. Anggota IDXC
2. Menyerahkan fotokopi QSL di bagian data teknis, bukan sisi gambar
3. Stasiun yang bisa diikutsertakan : hanya stasiun satu arah, dan
stasiun relai yang berbeda dianggap satu stasiun sendiri
4. Nilai tiap stasiun adalah 100 dibagi jumlah pemegang kartu QSL-nya
5. Ranking peserta ditentukan dengan menjumlahkan nilai stasiun yang
kartu QSL-nya sudah dimiliki
Lalu, apa hubungannya dengan IDXC DX Diploma ? Para peserta IDXC
Top 50 bisa memperoleh diploma DX yang terdiri dari A-05, A-10, A-50, dan
A-100, setelah mengumpulkan masing-masing 5, 10, 25, 50, dan 100 QSL yang
foto kopinya telah dikirimkan sebagai persyaratan mengikuti IDXC Top 50.
Selain harus memulai dari jenis diploma DX yang terendah (A-05). Peserta
juga diminta mengirimkan : satu pas foto ukuran 3x4, dan ganti ongkos cetak/kirim Rp 5000 untuk tiap jenis diploma DX.
Tarif Jasa Pos Dalam Negeri
Menteri Perhubungan RI dengan Surat Keputusan No.KM.1 Tahun
1999, tanggal 13 Januari 1999 menetapkan Tarif Jasa Pos Dalam Negeri dan Luar
Negeri, yang berlaku mulai tanggal 1 Februari 1999. Berikut kutipan Lampiran
I surat keputusan tersebut :
| Jenis Kiriman |
Tingkat Berat |
Tarif (Rp) |
| 1. Surat |
sampai dengan 20 gr |
500 |
| > 20 gr s.d. 50 gr |
800 |
| > 50 gr s.d. 100 gr |
1000 |
| > 100 gr s.d. 250 gr |
1600 |
| > 250 gr s.d. 500 gr |
2200 |
| > 500 s.d. 1000 gr |
3700 |
| > 1000 s.d. 2000 gr |
6700 |
| > 2000 - maks 5000 gr per 100 gr |
300 |
| 2. Warkat pos |
|
300 |
| 3. Kartu pos |
250 |
Menurut penjelasan salah seorang pejabat PT Pos Indonesia, tak
ada lagi tarif khusus untuk barang cetakan.