Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 9 No 1 Jan-Feb 1999
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Profil Stasiun
DirgaNet
Citizen Band
Asal Tau Aja...
Review Top 50
Redaksi

Volume 9
  Vol 9 No 1 Jan-Feb 1999Sapa Redaksi
Catatan Kecil di Hari Jadi Indonesian DX Club

Saat-saat ini mengingatkan saya kembali pada kota Yogyakarta, karena cikal bakal keberadaan Indonesian DX Club (IDXC) dan Dirgantara tak pernah lepas dari Kota Gudeg ini. Di waktu itu, sebagian besar awak redaksi masih berstatus mahasiswa. Tinggal di Yogyakarta, kota budaya, yang banyak memberi makna. Mengingat kembali masa lalu, ada catatan menarik dan berkesan buat saya. Awal Dirgantara terbit masih menggunakan ketikan manual, huruf standar, dengan ukuran kertas kwarto.

Kemudian, pada edisi berikutnya mulai tampil dengan format buku, ukuran huruf pun lebih kecil. Dari sinilah kami, Aries serta saya, sebagai awak redaksi punya kesibukan dan keasyikan sendiri. Mulai dari memilih naskah dari surat-surat yang masuk, menyeleksi, mengetik. Hasil ketikan difoto kopi dan diperkecil, selanjutnya dipotong-potong sesuai dengan ukuran kolom. Setelah itu, ditempelkan sesuai dengan format yang ada.

Langkah selanjutnya, memberi sentuhan artistik, agar mendapatkan hasil yang lebih menarik. Kata "menarik" inilah yang jadi pemikiran redaksi, sehingga tidak jarang, kami harus mengulang kembali tata letak, sampai hasilnya benar-benar cocok, pas, menarik, enak dibaca, atau paling tidak jika dilihat tidak membosankan. Selanjutnya, naik cetak dan diperbanyak, kemudian melekatkan perangko, nama, dan alamat tujuan, serta terakhir diposkan. Memang kerja yang mengasyikkan !!

Kami selalu berusaha untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih baik, karena itu pada penampilan edisi berikutnya, kami mempergunakan komputer. Dengan komputer, pekerjaan mengedit dan mengatur tata letak jadi lebih mudah. Waktu itu, kami pergunakan jasa rental komputer, dengan sewa perjamnya 400 perak, masih diberi bonus minum kopi atau teh. Lebih mengasyikkan, kami jadi betah duduk di depan layar komputer, bahkan sering bergadang sampai dini hari.

Usaha untuk selalu tampil beda senantiasa kami lakukan, hingga beberapa kali kami mengubah kop tulisan Dirgantara di sampul depan, mengganti logo IDXC, dan juga kata-kata dalam motto klub kita ini. Seiring dengan perjalanan waktu, kami mesti berpisah, masing-masing dari kami sudah menyelesaikan kuliah, meninggalkan kota Yogyakarta. Akhirnya, Dirgantara pun ikut hijrah, diterbitkan dari kota Jakarta, karena sebagian dari awak redaksi bermukim di ibukota negeri ini.

Komitmen "maju terus dan terus maju untuk Dirgantara" terus dilakukan dengan menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi. Dengan merebaknya Internet, redaksi telah membuka situs Web, dan juga e-mail. Selain itu, Dirgantara juga sudah memiliki nomor ISSN, yang merupakan pengakuan sebagai terbitan berkala yang bisa terbit secara rutin. Di atas semuanya, surat-surat dari Anda sangat berarti bagi kami, karena tanpa Anda, kami tak punya makna apa-apa.

Dirgahayu Indonesian DX Club, dan sukses selalu Dirgantara-ku. Terima kasih, serta salam dari Bumi Ruwai Jurai, Lampung. (Aji Sukardy, IDXC 0003/INS)

Ujung Abad

Tahun ini merupakan penghujung abad, tahun depan adalah abad yang baru, dengan segala macam misteri yang menyelimutinya, sehingga banyak orang menunggu dan berharap, agar dapat ikut tercatat sebagai warga dunia di abad yang baru itu. Bagaimana dengan keberadaan Dirgantara tercinta ini ? Apakah pesimis ? Optimis ? Ataukah bingung ? Yang jelas, kami segenap jajaran redaksi telah bergandengan tangan bersatu padu menyongsong tahun yang baru dan abad yang baru dengan segala macam agenda, baik bersifat nasional maupun internasional.

Untuk mengetahui agenda apa saja yang akan redaksi gulirkan, mohon pencinta Dirgantara menunggu acara syukuran sederhana pengurus memperingati kelahiran IDXC pada hari Minggu, 14 Februari 1999 yang akan datang. Ujung abad ini memang bagi bangsa Indonesia merupakan catatan yang buram, yaitu terpuruknya ekonomi yang memasuki tahun ketiga, dan belum menampakkan tanda-tanda perbaikan. Semoga saja, ujung abad ini memberi pelajaran bagi kita semua merefleksikan diri.

Bahkan, kalau perlu lebih sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, karena kebetulan masih dalam suasana damainya Natal, serta sucinya bulan Ramadhan. Perjalanan Dirgantara di ujung abad ini mulai menampakkan titik cerah dengan semakin banyaknya tanggapan dari para pendengar, penyiar, dan badan-badan yang mempunyai kepentingan dengan keberadaan Dirgantara. Oleh karena itu, di sini kami perlu tegaskan lagi kepada para anggota, bahwa pilihan Anda sudah tepat.

Karena Dirgantara merupakan media DX yang komplet dan tak perlu ragu, bahwa Anda akan dibawa ke ketidakpastian kelangsungan terbit. Namun demikian, redaksi mohon maaf sebesar-besarnya karena penyakit lama masih belum juga sembuh, yaitu molornya tanggal terbit. Kami terus berupaya, agar bisa terbit pada saat yang tepat, pertengahan bulan ganjil.

Kami menghimbau semua anggota mau beramai-ramai dan bersama-sama mengisi Dirgantara, agar nama Anda dapat tercatat dalam sejarah perjalanan Dirgantara di penghujung abad ini. Jangan lewatkan kesempatan ini begitu saja. Dari meja redaksi, kami sampaikan salam sejahtera, semoga sukses selalu menyertai Anda sekalian. (DBR)

Surat dari Ibukota
Sepi dan Dingin

Itulah suasana jalanan ibukota yang dulu biasanya hingar-bingar dengan demonstrasi mahasiswa maupun kendaraan yang saling berebut untuk mendahului, tanpa menghiraukan panas dan pengapnya udara. Suasana yang sepi dari demonstrasi mahasiswa karena bulan suci Ramadhan, sedangkan dingin karena hujan sudah mulai mengguyur dengan deras dan merata ke seluruh bumi ibukota tercinta ini.

Pada saat suasana sepi dan dingin ini, kami segenap pengurus justru kegerahan memikirkan keberadaan Dirgantara, berusaha keras menjadikannya suatu media yang mampu bertahan dengan idealisme yang telah tertanam sejak lahirnya, di tengah bermunculannya media-media bak cendawan di musim hujan. Kami, pengurus, tak jemu-jemu dan malu-malu mengoreksi kekurangan yang ada saat ini.

Oleh karena itu, kami mohon bantuan dari semua pencinta dengan memberi saran dan kritik, supaya idealisme yang menjadi komitmen kita bersama bisa mengkristal di hati sanubari setiap pencintanya. Jadi, suasana sepi dan dingin di ibukota tidak menjadikan pengurus berdiam diri, tetapi kami terus berkarya, dan di samping itu kami juga perlu bantuan, agar kami tidak kehilangan arah.

Tidak perlu curiga dan ragu dengan kerja redaksi, kami semua masih kompak bahkan solid. Hal ini bisa dibuktikan dengan terus meluncurnya Dirgantara edisi demi edisi, di mana termuat juga nama-nama anggota baru yang terus menambah perbendaharaan nama pelanggan pada bank data kami. Sesuatu yang cukup membanggakan hati kami tentunya. Sekian dan salam. (DBR)

 
Dirgantara Online - Vol 9 No 1 Jan-Feb 1999
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space