Bengkel DXer
Tuner UHF yang Paling Mudah Dipasang
Sebagai lanjutan uraian saya dalam edisi volume 8 (3), berikut cara menghubungkan blok tuner VHF-UHF ALPS-E60, ALPS-521, maupun SHARP VTS-ICZ3. Blok tuner ini terbagi menjadi tiga band penerimaan : VL (VHF Low) channel 1-4, VH (VHF High) channel 5-12, U (UHF) channel 21-69. Dalam gambar 4, terlihat saklar untuk mencegah bercampurnya hasil IF VHF (TVRI) dengan UHF (TV swasta). Dalam gambar 3 terlihat (dari kiri) :
Kaki 1 : terminal output IF
Kaki 2 : tegangan catu blok tuner
Kaki 3 : AFT (Automatic Frequency Tuning)
Kaki 4 : tegangan catu VHF Low
Kaki 5 : AGC (Automatic Gain Control)
Kaki 6 : tegangan catu VHF High
Kaki 7 : tuning tegangan
Kaki 8 : tegangan catu UHF
Uraian ini sekedar memberi gambaran cara pemasangan blok tuner VHF-UHF, dan bukan anjuran untuk bongkar-pasang pesawat TV. Demi keamanan, sebaiknya pelaksanaan pekerjaan diserahkan saja kepada teknisi yang berpengalaman. Harap diingat, pada pesawat TV ada bagian-bagian tertentu yang punya tegangan sekitar 15.000 volt (TV hitam-putih) dan sekitar 25.000 volt (TV berwarna). Pemasangan tuning potensiometer (gambar 5) dapat juga meningkatkan kemampuan pesawat TV hitam-putih, sehingga bisa menerima siaran TV swasta, tanpa harus melakukan bongkar-pasang.
Gambar 3 : Cara menghubungkan blok tuner VHF-UHF di dalam pesawat TV hitam-putih atau berwarna model lama. Gambar 4 : Cara menghubungkan tuner UHF ALPS-521 atau ALPS-E60 atau SHARP VTS-ICZ3. Gambar 5 : Bentuk fisik tuning potensiometer, letak kaki kakinya dengan gambar skemanya.
Harap diperhatikan, down converter dengan potensiometer biasa putarannya hanya 300o, tidak sampai satu putaran penuh, berakibat tidak mampu tuning dengan teliti dan tepat posisi. Sebaliknya, tuning potensiometer mampu mencapai seluruh bagian potensiometer dengan lebih dari 20 kali putaran, dengan menggunakan poros yang beralur, sehingga mengikat posisi putaran. (Dirangkum dari Jawa Pos oleh Amir Makhmud)