Sapa Redaksi
Istimewa
Sesuatu yang istimewa pasti mempunyai bobot kelebihan tersendiri, sehingga mampu menyedot perhatian dan perlu pengamatan secara seksama, sebab akan berpengaruh pada pelakunya sendiri maupun yang mengamatinya. Bulan November 1998 yang lalu, khususnya di Gedung MPR/DPR, telah dilangsungkan perhelatan yang mempunyai cap "istimewa". Yang dimaksud istimewa di sini adalah acara persidangannya, karena dari sidang yang diselenggarakan akan menghasilkan keputusan maupun ketetapan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam masa krisis yang semakin berat ini, sidang istimewa sebagian mampu menyerap seluruh aspirasi rakyat Indonesia, dan diharapkan penerapannya menghasilkan keadilan dan kemakmuran bersama. Redaksi terus bekerja keras agar dapat menyajikan yang istimewa kepada semua pencinta Dirgantara. Walaupun dalam hal memberikan yang istimewa tersebut, di sana-sini juga masih ada kekurangan, sehingga pencinta mungkin agak kecewa. Namun sampai sekarang masih terbuka kritik, saran, maupun sumbangan, supaya Dirgantara benar-benar istimewa.
Kali ini, yang istimewa dari redaksi adalah banyaknya souvenir yang masuk dari mitra kita, stasiun manca negara. Hal ini dapat dilihat dari bermacam souvenir yang ditawarkan di Bursa Dirgantara, maupun bentuk perhatian lain, yaitu permintaan kerja sama dari pihak stasiun, klub pendengar, maupun orang pribadi dengan Dirgantara. Sekaligus menunjukkan bahwa Dirgantara mempunyai keistimewaan. Tetapi ada yang lebih istimewa, yaitu jumlah anggota baru terus bertambah. "Selamat Datang" dan bergabung dalam satu wadah yang sama visinya.
Terima kasih juga kepada rekan-rekan anggota IDXC yang terus-menerus memperkenalkan Dirgantara kepada teman atau saudara, dan juga kepada pimpinan dan kerabat kerja Radio Taipei Internasional (RTI) Seksi Indonesia, yang membantu mempromosikan IDXC dalam buletin RTI. Jadi, yang pasti, Dirgantara selalu terbit dengan keistimewaannya tersendiri. Supaya anggota tidak ketinggalan yang istimewa, alangkah baiknya kirim iuran secepatnya.
Marilah kita nikmati Dirgantara edisi ini, yang mengemas berbagai berita, Aneka Informasi dan Sayembara, Surat Anda, dan lain-lain. Redaksi mengucapkan Selamat Hari Natal bagi pemeluk Kristiani. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi saudara kita yang Muslim. Dan yang istimewa, Selamat Tahun Baru 1999 bagi semuanya. (DBR)
Surat dari Ibukota
Kebersamaan
Saat ini, hampir semua penduduk ibukota yang bermukim di mana saja dihantui rasa cemas yang amat mendalam, karena bahaya kriminal terus mengancam, setelah terjadinya Insiden Jembatan Semanggi. Di sana-sini terlihat aktifivitas siskamling swakarsa lebih digalakkan lagi. Pembuatan perintang jalan dari kawat berduri maupun pagar besi yang tinggi semakin marak juga di beberapa pintu masuk perumahan.
Itulah egoisme atau individualisme sebagian penduduk ibukota, yang pada akhirnya melahirkan kesenjangan yang terus-menerus tanpa penyelesaian. Tetapi sejarah telah membuat seluruh pribadi untuk merenungkan kembali sikap dan perilaku hidupnya di tengah derap krisis. Salah satu alternatif untuk meringankan beban kecemasan adalah rasa kebersamaan di antara warga penduduk dan saling tolong-menolong.
Niscaya, rasa kebersamaan yang tumbuh saat ini mampu membentuk watak bangsa Indonesia yang saat ini terkontaminasi sifat egois, culas, dan tidak adil. Rasa kebersamaan di antara pengurus yang domisilinya saling berjauhan tetap terjaga, apalagi dengan anggota maupun penyiar luar negeri yang saling berjauhan. Ini adalah salah satu wujud Indonesia kecil yang patut dipertahankan di tengah-tengah suasana persatuan dan kesatuan yang dipertanyakan keberadaannya.
Kita sebagai anggota IDXC, yang menjadi bagian dari warga masyarakat secara keseluruhan, patut berbangga dengan kebersamaan yang kita jalin selama ini. Mari, kita terus galang persatuan dan kesatuan, agar kondisi kembali pulih seperti sedia kala, sehingga terbentuk masyarakat yang adil, sejahtera, dan beradab, seiring dengan sejuknya suasana ibukota yang diguyur hujan, menyejukkan pula suasana berpikir kita semua. Salam.