DX Tips
Atas permintaan banyak anggota maupun pembaca, kami coba menjelaskan apa saja yang menjadi dasar dan diperlukan dalam pembuatan dan pengiriman laporan penerimaan siaran radio pada umumnya. Uraian ini merupakan ringkasan dari Petunjuk Memperoleh Kartu Verifikasi yang pernah kami terbitkan, dan kami rangkum dengan data dari berbagai sumber.
I. Laporan Penerimaan
Laporan penerimaan siaran sangat diperlukan oleh stasiun radio dalam rangka evaluasi untuk kemungkinan pengembangan atau perbaikan mutu siarannya di masa datang. Terutama pada awal perubahan jadwal siaran pada bulan-bulan Maret dan/atau Oktober, laporan-laporan penerimaan siaran akan sangat mereka perhatikan. Karena itu, ada beberapa data yang mutlak harus Anda cantumkan dalam pembuatan laporan siaran.
1. Nama dan alamat pengirim laporan :
Lengkapi alamat dengan kode pos untuk mempermudah pengiriman QSL
2. Jenis, merk, model receiver :
Misalnya Grundig YB-305, Sangean SG-789A, Sony ICF-SW10, dsb
3. Antena :
Jenis antena yang Anda pakai, misalnya out door (tambahan), teleskopik
4. Tanggal penerimaan siaran (UTC/UT) :
UTC (Universal Time Coordination) atau yang sekarang lebih sering ditulis UT (Universal Time), yaitu waktu Greenwich, London, yang terletak di 0º pada pembagian koordinat bumi, dalam Bujur Barat dan Bujur Timur. Lihat juga nomor 5 tentang jam penerimaan siaran
5. Jam penerimaan siaran (UTC/UT) :
Misalkan di Indonesia pada tanggal 17 Agustus, Medan jam 06.00 WIB, Banjarmasin jam 07.00 WITa, dan Jayapura jam 08.00 WIT, maka waktu UTC/UT menunjukkan tanggal 16 Agustus jam 23.00 UTC/UT
6. Frekuensi (kHz/MHz) :
Pada frekuensi berapa siaran Anda dengar, dinyatakan dalam kHz/MHz
7. Program :
Nama program dan ringkasan isinya, karena itu perlu pemantauan minimal 10 menit, untuk memastikan siaran apa yang Anda dengar
8. Bahasa :
Bahasa yang dipakai dalam siaran
9. Mutu penerimaan siaran :
Mutu penerimaan siaran dinyatakan secara standar dalam kode SINFO, SINPO, atau ringkasannya, SIO, contoh SIO 433
S = Signal Strength (kekuatan sinyal)
5 sangat kuat, 4 kuat, 3 sedang, 2 lemah, 1 nyaris tidak terdengar
I = Interference (gangguan)
5 tidak ada, 4 sedikit, 3 sedang, 2 kuat, 1 sangat kuat
N = Noise (suara berisik)
P = Propagation (pengembangan suara) / F = Fading (timbul tenggelam suara)
5 tidak ada, 4 sedikit, 3 sedang, 2 kuat, 1 sangat kuat
O = Overall Merit (nilai keseluruhan)
5 sangat bagus, 4 bagus, 3 sedang, 2 buruk, 1 sangat buruk
10. Keterangan (khusus untuk data teknis) :
Misalkan ada gangguan dari stasiun radio lain, sebaiknya Anda berikan detilnya : nama stasiun, frekuensi, wilayah sasaran, serta bahasa yang dipakai dalam siaran. Keterangan ini sangat berharga dan membantu penerima laporan dalam evaluasi
Banyak juga pendengar yang mengirimkan laporan penerimaan siaran dalam bentuk rekaman (taped or recorded report), walaupun tidak semua stasiun radio mau menerima laporan jenis ini. Bagaimanapun juga rekaman dianggap sebagai tambahan laporan dalam bentuk tulisan. Rekaman hendaknya merupakan rangkuman beberapa rekaman, yang masing masing tidak lebih dari tiga menit, dan hanya berisi data yang penting untuk kontrol siaran. Sedapat mungkin, dipilih bagian siaran yang jelas menunjukkan mutu siaran, misalnya karena adanya gangguan.
Sertakan juga daftar perincian rekaman dengan : Wilayah siaran, Frekuensi kHz (bukan meter band), Tanggal (UTC/UT), Waktu (UTC atau UT), Nilai SINFO/SINPO/SIO, Receiver (pesawat penerima), dan Antena. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan adalah perlunya pemisahan laporan penerimaan dari tulisan yang sifatnya non teknis, misalnya kesan atau pendapat tentang isi acara, permintaan lagu, souvenir, literatur, dan lain sebagainya.
Kecuali, laporan itu Anda buat pada log sheet (lembaran blangko laporan yang sudah tercetak) dari stasiun radio yang Anda pantau, dan memang tersedia kolom untuk surat-menyurat, komentar, atau saran untuk suatu program, dan lain-lain data non teknis semacam itu.
II. QSL atau Verifikasi
QSL adalah salah satu kode morse yang lazim dipakai di dunia telekomunikasi internasional untuk pengertian verifikasi atau pembenaran penerimaan siaran. QSL diberikan oleh suatu stasiun radio sebagai verifikasi suatu laporan penerimaan siaran, yaitu bahwa yang didengar oleh pengirim laporan adalah benar siaran stasiun radio tersebut. Umumnya, berbentuk kartu (pos), bisa juga berupa surat. Dalam penyelesaian evaluasi setiap laporan penerimaan, stasiun radio memerlukan waktu, oleh karena itu, diharapkan kesabaran Anda sebagai pengirim laporan dalam menunggu hasil verifikasinya.
III. International Reply Coupon (IRC)
Stasiun-stasiun radio negara-negara berkembang atau yang berada di bawah payung organisasi keagamaan memerlukan perangko balasan atau dana, untuk mengirimkan QSL ke alamat pengirim laporan. Untuk itu, pengirim laporan dianjurkan untuk melampirkan satu lembar IRC. Kupon ini bisa dibeli, dan juga bisa dijual di kantor pos. Dibeli sebagai pengganti perangko balasan, dan dijual yaitu ditukar dengan perangko Indonesia.
Selain IRC, ada juga yang melampirkan uang US$1 (1 Dolar Amerika) dalam laporan penerimaannya. Anda melampirkan IRC atau mata uang Dolar Amerika dalam laporan penerimaan, karena perangko atau mata uang Rupiah secara umum tidak berlaku di negara stasiun radio yang Anda kirimi laporan. Sebaliknya, kalau Anda menerima IRC dari stasiun radio atau teman atau kerabat di luar negeri, kupon itu bisa Anda tukarkan dengan perangko Indonesia untuk surat balasan.
Kalau jumlahnya cukup, bisa juga Anda pergunakan untuk membeli terbitan luar negeri, misalnya Katalog Universal Radio, Inc. (perlu 5 lembar), nomor contoh DX Ontario atau Medium Wave Circle (masing masing perlu 4 lembar), atau nomor contoh Short Wave News punya Danish Short Wave Club International (perlu 3 lembar). Semoga uraian singkat ini bisa memenuhi harapan pembaca dalam rangka peningkatan kemampuan ber-DX. Apabila masih ada hal-hal yang perlu ditanyakan, jangan segan-segan untuk melayangkan surat ke P.O. Box 2380 JKP, Jakarta 10023. Salam DX. (Dirgantena)