Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 8 No 5 Sep-Okt 1998
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Bengkel DXer
DirgaNet
Tinjauan Buku
DXperimen
DX Mania
Amateur Radio
Asal Tau Aja...
DX Tips
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 8
  Asal Tau Aja...

Di dalam CAKRAM nomor Agustus 1997 Mohammad Ridwan menulis tentang kesimpulan dari hasil survey untuk mengukur rating jam siaran radio. Dari kliping yang kami terima dari Harry Sakti, Gresik ini tidak jelas kapan survey tersebut diadakan. Walaupun begitu tidak mengurangi arti penting dari hasil survey itu sendiri, khususnya bagi pengembangan industri siaran radio swasta. Kerjasama yang dilakukan antara PRSSNI plus PPPI dengan Frank Small pada survey ini lebih diutamakan untuk mengetahui pola kebiasaan orang mendengarkan siaran radio.

Pada jam berapa siaran radio lebih banyak didengarkan dan sebaliknya pada jam berapa siaran radio tidak banyak didengarkan. Survey ini juga tidak secara spesifik diarahkan untuk menjawab mengapa terjadi perbedaan rata-rata pemakaian waktu untuk mendengarkan radio pada hari-hari Senin sampai dengan Minggu seperti terlihat di bawah ini :

•  Senin 65%
•  Selasa 64%
•  Rabu 65%
•  Kamis 65%
•  Jum'at 65%
•  Sabtu 66%
•  Minggu 50%

Kesan yang timbul kemudian adalah bahwa siaran radio lebih sering dipakai untuk hiburan di antara kesibukan kerja. Sebaliknya, di hari Minggu, orang lebih suka menikmati hiburan lain atau memanfaatkan waktu untuk kesibukan lain. Tentang prime time (waktu yang paling cocok) untuk siaran radio adalah antara jam 06.00 sampai jam 09.00, satu hal yang katanya sudah diyakini banyak pengelola radio.

Hasil survey menyimpulkan orang mendengarkan siaran radio rata-rata 1 jam 29 menit per hari, kecuali di Bandar Lampung, Solo dan Malang di mana tingkat kebiasaan mendengarkan siaran radio di atas rata-rata. Sebaliknya masyarakat di kota Padang paling sedikit meluangkan waktu untuk mendengarkan siaran radio. Hasil survey yang lain adalah bahwa pendengar cenderung hanya memilih satu stasiun radio per harinya.

Yah, survey membuktikan...! Adakah rekan anggota IDXC di antara responden survey di atas ? Kalau ada berapa banyak ? DXer macam ASB justru sering berburu siaran radio pada saat orang-orang lain sedang menikmati mimpi indahnya ! WMR dari Malaysia begadang demi Radio Caroline, London yang siaran pada hari Rabu lewat tengah malam. Masalahnya memang pola kebiasaan nguping siaran radio seorang DXer boleh dibilang agak eksklusif, atau paling tidak, justru menyesuaikan diri dengan jadwal siaran radio yang diburunya. (SAS)

Turun (Walaupun Masih Tetap Naik)

Aneh, tapi itulah yang terjadi dengan tarip pos udara luar negeri (lihat edisi Juli/Agustus 1998). Awal Juli 1998, Direksi P.T. Pos Indonesia mengumumkan berlakunya tarip baru, tetapi seakan meralat keputusan yang banyak diprotes oleh pemakai jasa, kembali mengumumkan berlakunya tarip untuk jasa yang sama, dan berlaku awal September ini. Jelasnya, tarip kembali diturunkan dari tarip per Juli, tetapi masih tetap jauh lebih tinggi dari tarip yang berlaku sebelumnya.

Ada kesan, keputusan Juli itu dikeluarkan atas dasar hitungan yang tidak akurat, kalau tidak mau dibilang asal-asalan. Bagaimana bisa akurat, kalau dalam waktu hanya dua bulan bisa timbul penurunan atau perbedaan yang berkisar antara 37-47% ? Mungkinkah yang menjadi patokan dalam perhitungan adalah kurs US Dollar di pasar valas, yang berarti tarip pos jadi fluktuatif sekali, dalam arti bisa berubah setiap saat ?

Baiklah, soal apa dan mekanisme patokan itu, kita kesampingkan saja, setidak-tidaknya, sekarang ini suara mayarakat betul-betul didengar, untuk selanjutnya dievaluasi oleh para pengambil keputusan. Mudah-mudahan dalam penentuan tarip pos dasar yang (mungkin) saat ini sedang dirancang, diperhatikan sekali faktor-faktor akurasi, efisiensi serta daya saing di era globalisasi. Berikut, kami kutipkan keputusan yang diberi nomor 125/Dirut/1998 tertanggal 27 Agustus 1998 itu. Semoga berguna, terutama bagi rekan-rekan DXer yang sering menyurat ke stasiun radio mancanegara. Detilnya bisa ditanyakan di kantor pos setempat. (SAS)

Tujuan Jenis Kiriman Rupiah Tujuan Jenis Kiriman Rupiah
Afrika
Selatan
- Surat s.d. 20 gr
- Kartu pos
- Warkat pos
6.500
3.500
5.500
- Australia
- India
- Jepang
- Surat s.d. 20 gr
- Kartu pos
- Warkat pos
4.000
2.500
3.500
Amerika
Serikat
- Surat s.d. 20 gr
- Kartu pos
- Warkat pos
7.500
3.500
5.000
- Malaysia
- Singapura
- Thailand
- Surat s.d. 20 gr
- Kartu pos
- Warkat pos
3.500
2.500
3.000
Eropa - Surat s.d. 20 gr
- Kartu pos
- Warkat pos
6.000
3.500
4.500
- Arab Saudi
- Israel
- Kuwait
- Surat s.d. 20 gr
- Kartu pos
- Warkat pos
5.000
3.000
3.500
- Kanada
- Ekuador
- Surat s.d. 20 gr
- Kartu pos
- Warkat pos
6.500
3.500
5.000

 
Dirgantara Online - Vol 8 No 5 Sep-Okt 1998
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space