Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 8 No 5 Sep-Okt 1998
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Bengkel DXer
DirgaNet
Tinjauan Buku
DXperimen
DX Mania
Amateur Radio
Asal Tau Aja...
DX Tips
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 8
  Tinjauan Pustaka
Passport to World Band Radio, edisi 1998

Editor : Lawrence Magne (Editor-in-Chief), Tony Jones
Penerbit : Lawrence Magne
Tebal Halaman : 564 halaman
Harga : US$ 19.95 / GBP 14.99

World's #1 Selling Short Wave Guide ! Terlepas dari slogan yang selalu didengungkan tentang P2WBR, buku ini memang sangat komplit bagi penggemar siaran SW, khususnya 2.3 - 26 MHz, pantaslah kalau dikatakan buku yang harus dimiliki DXer. Di buku itu bisa disimak tulisan Manosij Guha, seorang DXer dari India, tentang Kepulauan Maladewa di Samudera Hindia, sudah tentu juga Voice of Maldives-nya. Keingintahuan Anda tentang pesawat radio akan terpenuhi dengan sajian yang lengkap hasil uji coba dari hampir semua jenis, merk, dan tipe yang ada.

Dari jenis portabel sampai portatop dengan merk dari Aiwa, AOR, Drake, Grundig, Icom, Japan Radio NRD, Kenwood, Lowe, National / Panasonic, Radio Shack, Roberts, Sangean, Siemens, Sony sampai Yaesu. P2WBR juga menyajikan tinjauan tentang acara-acara berbagai stasiun radio kemudian atas dasar berbagai kriteria disusunlah 10 besar stasiun radio yang paling mudah diterima siarannya. Kalau Anda perlu jadwal acara siaran bahasa Inggris atau siaran berita berbagai stasiun radio, P2WBR menyusunnya secara urut dari jam ke jam, juga berdasarkan urutan negara dari A sampai Z.

P2WBR memberikan petunjuk nama pejabat serta alamat lengkap yang harus dihubungi apabila laporan penerimaan Anda ingin mendapatkan QSL. Dibandingkan dengan WRTH, "saingan terdekatnya", data alamat berbagai stasiun radio pada P2WBR masih kurang lengkap, kecuali stasiun yang mengudara pada SW 2.3 - 26 MHz. Mengingat deadline-nya, maka seperti juga WRTH, jadwal acara mulai Oktober di buku ini kurang aktual.

Nah, rasanya belumlah lengkap apabila PW2BR belum ada di rak buku Anda. Melengkapi WRTH Anda tak akan menemui lagi kesulitan dalam menelusuri dunia dengan ujung jari, maka bila ada rezeki tak ada salahnya memiliki PW2BR. Bicara tentang kepuasan menekuni hobi yang satu ini, tinggi rendahnya harga menjadi relatif, kan ? (ASB)

DXperimen

Sobat kita dari negeri jiran, Wan Mokhtar Ramlee yang punya nomor anggota IDXC-0305 / MLA punya media penghubung dengan sesama DXer. Yang satu berbahasa Malaysia, Arena G.P. (G.P. dari Gelombang Pendek atau Shortwave), dan satunya lagi berbahasa Inggris, Shortwave Desk. Dalam Arena G.P. edisi Julai/Ogos 1998 No.28 ada ceritanya tentang Dirgantara yang disebutnya sebagai buletin DXer sejati. Terima kasih atas pujian itu, mudah-mudahan kami tidak salah mengartikan tulisannya.

Saya singgung kedua media itu bukan karena ge-er, tetapi karena ada ceritanya yang menarik tentang kiat "menangkap" Radio Caroline, London (lihat Bursa DX nomor ini). Waktu dia kirim laporan penerimaan dia tidak pasti tentang alamat stasiun radio tersebut. Dia toh berhasil memperoleh QSL dari stasiun radio tersebut, sudah tentu dari alamat yang benar. Yang hebat Wan-nya atau memang stasiun radionya sudah begitu kondang namanya. Bagaimanapun juga kami ikut senang Anda berhasil, Wan. Selamat !

Nah, berangkat dari cerita WMR itu saya juga ingin berbagi pengalaman dengan rekan-rekan DXer. Saya juga berharap ada respons dari rekan-rekan dengan mengirimkan ke alamat kami cerita / pengalaman yang menarik dalam ber-DX. Pengalaman saya begini. Pada satu saat jarum penunjuk radio saya nyangkut ke satu siaran yang cukup jelas, tetapi bahasanya saya perkirakan bahasa Itali. Kalau bahasa Inggris saya masih bisa mengerti, tapi bahasa Itali sama sekali nol.

Setelah saya cek dengan radio digital dan WRTH tentang kepastian frekuensinya, memang benar bahasanya Itali dan stasiun radionya adalah RAI International siaran untuk wilayah Oceania yang direlay dari Singapura. Dalam waktu 0.25 jam saya dengar beberapa kata diucapkan berulang kali oleh penyiar. Kemudian diperdengarkan satu lagu yang pernah nge-pop di tahun 60-an. Terakhir sebagai penutup siaran satu lagu instrumental yang saya sering dengar dan kebetulan saya suka iramanya. Saya nekad mau kirim laporan seadanya.

Jadi dalam laporan yang saya kirim kemudian, selain frekuensi, tanggal, dan jam, saya tulis dalam bahasa Inggris, maaf saya tidak bisa memberi detil program siaran karena saya tidak mengerti bahasa Itali, tapi ada beberapa kali saya dengar kata-kata americana dan discotheque. Jam sekian ada lagu Mambo Italiano yang sekitar tahun 1960 pernah populer di Indonesia. Jam sekian Song of Joy. Jam sekian s/off. SIO sekian, sekian, sekian.

Laporan saya poskan persis tanggal 1 Juli 1998. Beberapa hari kemudian, di koran, saya baca berita tentang kenaikan tarif pos udara luar negeri. Saya sempat kecewa juga atas nasib surat saya, diretur atau RAI International yang kena denda alias no QSL buat saya ! Untunglah 54 hari kemudian, satu amplop besar saya terima dari stasiun radio tersebut. Masih diliputi perasaan was-was karena mungkin juga yang saya terima hanya jadwal acara, majalah atau brosur saja, saya intip isi amplop itu. Syukurlah kartu QSL itu ada. Ah, Wan, saya juga berhasil ! (SAS)

 
Dirgantara Online - Vol 8 No 5 Sep-Okt 1998
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space