Bengkel DXer
Sekali Lagi Dengan Pengisi Batere NICAD (Djoko Haryono YC2BCG)
Jelas sudah bahwa segi pemeliharaan sangat menentukan umur suatu alat, demikian juga berlaku untuk batere NICAD. Selain pemakaian yang tidak teratur, beban berlebih atau lama tidak dioperasikan, umur batere NICAD sangat ditentukan juga oleh charging (pengisian) pertamanya. Waquso, seorang ham Amerika, atas dasar penelitiannya menyimpulkan bahwa faktor yang paling tepat dalam pengisian batere NICAD adalah keseimbangan antara arus dan tegangan.
1. Suhu batere harus berada 8-48ºC dan tak boleh melebihi ambang batas bahaya 68oC
2. Dua atau lebih batere dengan tegangan kerja yang sama boleh diparalel selama charger memiliki kemampuan arus yang cukup
3. Dengan memperhatikan petunjuk dari pabrik, nilai arus pengisian maksimum sekitar 10% dari kapasitas AH (ampere per jam), jadi batere dengan kapasitas 10 AH memerlukan arus maksimum satu ampere
4. Jangan mengisi 2 batere dengan hubungan secara seri pada arus konstan, kecuali bila keduanya mempunyai tipe, kapasitas, dan derajat pengisian yang sama. Hal itu, untuk mencegah timbulnya kelebihan batas tegangan
5. Lama waktu pengisian adalah : (kapasitas AH / arus pengisian ) x 1.25
Misalnya batere 600 mAH diisi arus 50 mA maka diperlukan waktu pengisian (600 : 50) x 1.25 = 15 jam. Gambar 1 : rangkaian charger Waquso. L1 adalah lampu petunjuk, berfungsi juga sebagai pembatas arus. Tegangan yang digunakan ± sama dengan tegangan sumber. Sejumlah dioda yang dihubungkan secara seri (jumlah disesuaikan dengan kebutuhan) berfungsi sebagai regulator / pembatas tegangan pengisian. Cara kerjanya atas dasar penghantaran tegangan maju dioda pada saat tegangan pada kaki kakinya mencapai 0.75 V (Gambar 2).
Selama pengisian, tegangan terminal batere naik sedikit demi sedikit, sampai mencapai tegangan sesuai batas yang ditentukan dengan rangkaian seri dioda. Saat itulah dioda mulai menghantar dan membatasi kenaikan tegangan selanjutnya. Gambar 3 – rangkaian charger untuk operasi mobile. D1 berfungsi sebagai pelindung rangkaian bila kabel input dipasang terbalik. Setelah selesai dirakit, tanpa menghubungkannya lebih dulu dengan batere yang akan diisi, charger dihidupkan.
L1 harus menyala redup, tegangan regulator harus lebih tinggi 3 - 8% dari tegangan kerja batere (bisa dilakukan dengan menambah / mengurangi jumlah diodanya). Setelah itu baru dihubungkan dengan batere NICAD kosong dan memperhatikan arus pengisian, umumnya 100 mA. Semakin lama waktu pengisian semakin turun juga arusnya. Batere terisi penuh ketika arus menunjukkan posisi 5 mA. (Amir Makhmud / Ahmad Kadafi)
Uji Coba Radio
ICOM IC-R10
Selama beberapa waktu ini, radio gelombang pendek ukurannya banyak yang besar, sedangkan yang kecil dan mudah dibawa-bawa layaknya telepon genggam jarang dibuat. Kali ini, ICOM mengeluarkan produknya, ICOM IC-R10.
Kelebihannya
Radio digital ini bentuknya mungil sebesar telepon genggam, sehingga mudah dibawa ke mana-mana, yaitu lebar 5cm x panjang 13cm x tebal 3cm. Mudah sekali penggunaannya, tombol-tombolnya empuk. Cakupan frekuensi 500kHz - 1,3GHz, mode AM, FM, WFM, USB, LSB, dan CW. Jumlah memori ada 1000. Fasilitas Signal Navigation (Sig Nav) berfungsi melihat frekuensi yang dipakai +/- 100 kHz. Kemudian, tunable bandpass filter, built-in 20 db attenuator yang berfungsi menghilangkan noise atau gangguan.
Selain itu, pada memori bisa ditulisi nama stasiun (alpha numeric dot matrix display) sampai 8 karakter. Dapat juga dihubungkan dengan komputer, dengan menggunakan perangkat lunak ICOM CI-V, sehingga dapat mentransfer data dari PC ke ICOM IC-R10, atau dari IC-R10 ke IC-R10 yang lain. Baterai yang digunakan 2 buah ukuran AA/kecil, bisa menggunakan Ni-Cd atau adaptor 4-16 volt. Lebih efisien bila menggunakan Ni-Cd, sebab bisa diisi ulang, sedangkan untuk pemakaian di mobil bisa ditancapkan ke colokan untuk rokok.
Dengan jumlah memori yang sedemikian besar, maka dirasa cukup sekali, apalagi nama stasiun bisa ditulis. Jadi tak perlu mengingat frekuensinya, antena menggunakan helical sepanjang 9 cm. Apabila menggunakan antena luar, maka antena helical dilepas dan diganti dengan konektor antena. Pada band HF 500kHz - 30MHz bisa didengarkan pemancar-pemancar siaran (mode AM), amatir radio (mode USB, LSB, dan CW). Pada band VHF 30-300 MHz bisa didengarkan radio FM, amatir radio, komunikasi militer, band komersial, dan komunikasi satelit. Pada band UHF 300 MHz - 1.2 GHz bisa didengarkan amatir radio, pemancar televisi, komunikasi satelit, dan telepon genggam.
Kekurangannya
Dengan cakupan frekuensi 500 kHz-1,2 GHz yang begitu luas, kita tidak bisa mendengarkan telepon genggam GSM di frekuensi 800-900 MHz, kecuali untuk anggota FCC di Amerika Serikat, tetapi bisa mendengarkan telepon genggam analog/AMPS di frekuensi 400-500 MHz. Radio ini terlalu kecil bila ditaruh di meja, lebih cocok untuk jalan-jalan.
Harga
Harga di AS US$ 670, harga bekas di Indonesia Rp 700.000, sedangkan kalau beli di AS, bisa di-klik di Internet, yaitu melalui :
1. Ham Radio Outlet : http://www.hamradio.com
2. Radio City : http://www.radioinc.com
3. Amateur Electronic Supply : http://www.aesham.com
4. R&L Electronics : http://www.randl.com
Sedangkan rincian lebih lanjut radio ini bisa dilihat di situs Web ICOM : http://www.icomamerica.com. Seorang amatir radio dari Semarang (Bambang, YC2ERL) pada tahun 1997 membeli perangkat radio lewat Internet. Ketika radio tiba di Indonesia, hanya dikenai bea masuk Rp 20.000. Harga bisa lebih murah bila menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, karena ada potongan harga 20-30%. Pembayarannya bisa menggunakan Visa, Master Card, dan Bank Draft. (KUS)