Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 8 No 5 Sep-Okt 1998
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Bengkel DXer
DirgaNet
Tinjauan Buku
DXperimen
DX Mania
Amateur Radio
Asal Tau Aja...
DX Tips
Profil Stasiun
Review Top 50
Redaksi

Volume 8
  Sapa Redaksi
Berpikir Positif

Saat ini keadaan negara kita dalam masa yang sangat suram. Stok bahan makanan kalau tidak mau dikatakan menipis setidak-tidaknya distribusinya kacau, disinyalir karena adanya tangan-tangan kotor. Sebagai akibatnya, antara lain harga-harga jadi melangit, sementara uang di tangan tidak mencukupi kebutuhan. Kebutuhan sangat mendesak, tidak disertai pikiran panjang yang memperhitungkan segala risiko perbuatan, berakibat meningkatnya angka kriminalitas.

Beberapa di antara kita mungkin jadi korban aksi kriminalitas tersebut. Semua itu menjadi permasalahan yang harus cepat diselesaikan. Salah satu upaya adalah dengan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang Maha Adil dan Bijaksana. Marilah kita berdoa agar krisis ini segera berlalu, dan kriminalitas bisa dicegah seminimal mungkin, agar kita semua diberi hati nurani, dan kemampuan untuk berpikir positif dan jernih, menghindari tindakan yang akan mengakibatkan kerugian di pihak lain. Untuk bertingkah laku dan berpikir positif memang diperlukan niat dan kerja ekstra keras.

Ibarat bercermin melihat diri kita sendiri, kami, sebagai pengurus, menyadari bahwa program, usaha dan hasil kerja kami belum maksimal, dalam arti belum memuaskan semua anggota. Di antara pengurus sendiri pun bahkan ada yang merasa belum puas dengan apa yang telah dikerjakan bersama-sama. Namun dengan memulai berpikir positif, maka rasa puas, bangga, dan senang dengan keberadaan Dirgantara akan tumbuh, dengan harapan agar Dirgantara bisa menjadi media yang tepat untuk menyalurkan hobi, selain mendapatkan informasi, dan sebagai wahana belajar berorganisasi.

Jadi, sekarang mulailah evaluasi dan introspeksi agar pikiran positif kita semakin terasah dan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kemajuan Dirgantara maupun pecintanya. Buanglah rasa "paling ter...", karena dari situlah awal bermulanya suatu kehancuran. Kita semua tidak menginginkan Dirgantara mengalami kehancuran. Mulailah setiap tindakan dengan berpikir positif karena akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik bagi diri sendiri maupun orang lain, bahkan dibarengi rasa peduli akan membawa perubahan yang cukup berarti.

Oleh karena itu, setiap program, usaha, maupun acara dari pengurus diusahakan untuk selalu berlandaskan pikiran yang positif. Bahwa banyak yang menanggapinya secara negatif, bagi pengurus tidak menjadi masalah, sepanjang tidak dimaksudkan untuk merugikan pihak lain. Salah satu bukti respons dari niat baik pengurus adalah terus mengalirnya tanggapan pihak RLN, club maupun perorangan terhadap keberadaan Dirgantara saat ini, baik berupa surat, e-mail, suvenir, brosur maupun surat penghargaan. Itu semua menunjukkan kepada kita bahwa usaha positif yang kita lakukan selama ini tidaklah sia-sia.

Bagi mereka yang masih punya uneg-uneg atau ganjalan terhadap pengurus maupun keberadaan Dirgantara agar segera memberitahu kami. Segala kritik yang dilayangkan kepada kami akan kami terima dan tanggapi dengan senang hati, bagai menemukan emas yang berharga. Tidak ada tempat bagi kami untuk memendamnya ataupun berkomentar di belakang karena akan jadi penyakit atau sampah. Semoga bisa jadi bahan renungan dalam menghadapi kenyataan hidup ini. (DBR)

Surat dari Ibukota
Isyu

Masyarakat ibukota yang biasanya dinamis dan punya mobilitas cukup tinggi akhir-akhir ini mengalami sedikit penurunan disebabkan tingkat kegiatan kantor, industri dan perusahaan ikut terpengaruh oleh kelesuan yang diakibatkan oleh situasi ekonomi yang tidak mendukung iklim berusaha. Kelesuan tersebut berakibat pada langkanya bahan kebutuhan pokok dan menurunnya daya beli dan berakibat pula pada angka meningkatnya kriminalitas, sehingga menimbulkan rasa ketakutan yang sangat mendalam pada hampir setiap orang.

Dalam keadaan normal yang mampu memberikan pengayoman dan rasa tenteram adalah pemerintah yang didukung oleh aparat keamanan. Tetapi apa yang terjadi ? Hampir semua pernyataan yang dikeluarkan pemerintah tidak mendapat tanggapan semestinya oleh masyarakat, dengan kata lain tidak dipercaya. Lalu kepada siapa masyarakat percaya ? Justru masyarakat lebih percaya pada berita atau isyu yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah berada pada titik nadir atau boleh dikatakan sangat parah, sebaliknya isyu mendapat point yang cukup tinggi di alam pemikiran masyarakat. Bagi kami yang berada di ibukota, hal ini sangat memprihatinkan. Acara pertemuan lokal yang sudah diumumkan jauh-jauh hari pun terkena dampak isyu atau rumor yang beredar, sehingga keinginan pengurus untuk berusaha menyerap aspirasi anggota mengenai keberadaan Dirgantara, jadi agak meleset dari perkiraan. Walaupun begitu, pengurus cukup puas dan bangga atas kehadiran anggota yang punya mental baja, sebab tidak terpengaruh oleh isyu.

Dalam hal ini pengurus tidak akan kapok untuk membuat acara lagi, bahkan pengurus berusaha meng-counter semua isyu dengan merencanakan acara pertemuan anggota IDXC wilayah Timur di Sulawesi. Mengenai waktu dan tempat yang pasti pertemuan itu, akan kami umumkan kemudian. Counter isyu yang lain adalah rencana pemunculan wajah-wajah anggota IDXC di jalur internet, maka bagi semua anggota yang menginginkan wajah dan posenya nongol di jalur super cepat itu, agar segera kirim foto diri ke pengurus.

Karena itu menjadi harapan pengurus agar semua anggota mempertimbangkan dengan cermat bila ada isyu yang beredar. Isyu dari ibukota belum tentu benar, tetapi isyu dari pengurus IDXC / Dirgantara yang juga berada di ibukota dijamin benar dan dapat dipercaya serta bermanfaat, bukan sekedar isapan jempol. (DBR)

Temu Anggota IDXC se-DKI dan Jabar

Jauh hari sudah, sebelum terjadi pergantian petinggi negeri ini, IDXC mencanangkan program, hendak mengadakan Temu Anggota untuk wilayah Jawa Barat dan DKI. Sejarah menghendaki lain, pertengahan Mei, di negeri ini, terjadi kerusuhan sebagai akibat dari penyelenggaraan sistem pemerintahan yang boleh dikatakan amburadul. Bahkan, ketika waktu dan tempat telah ditetapkan untuk penyelenggaraan pertemuan tersebut, kembali masyarakat terkena dampak desas-desus, sehari sebelum pertemuan diadakan akan kembali timbul kerusuhan.

Sebagai akibatnya, anggota dari luar kota, yang sedianya akan hadir, menjadi was-was. Jangan-jangan memang akan terjadi kerusuhan lagi. Telepon redaksi berdering beberapa kali, dari Surabaya, Tuban, Bandung, Yogyakarta, Lampung, Indramayu, menanyakan apakah benar akan terjadi kekacauan lagi ? Meskipun redaksi mengatakan tidak, namun sebagian dari mereka tetap merasa takut, sehingga membatalkan untuk tidak ikut pertemuan. Tentunya, disertai penyesalan, permintaan maaf, dan alasan yang rasional sekali.

The Show Must Go On !

Namun demikian, apapun yang terjadi, the show must go on. Pertemuan berjalan lancar, aman, dan damai, walaupun jumlah peserta jauh dari perkiraan semula. Peserta dari Pekalongan, Sumedang, Palembang, Yogyakarta, masih ada yang menyempatkan untuk hadir. Terima kasih sekali. Beberapa stasiun radio juga ikut berpartisipasi, diantaranya kolega kita, Suara Jerman, yang mengirimkan beberapa buah souvenir untuk dibagikan. Radio Singapura Internasional, Radio Jepang NHK, dan masih banyak lagi.

Bahkan momentum tersebut juga kita pergunakan untuk sekaligus berpose di depan logo Suara Jerman (lihat sampul depan), bahwa anggota IDXC ikut meramaikan 35 tahun Suara Jerman dengan caranya sendiri. Beberapa masukan dalam pertemuan tersebut, selain beberapa kritikan terhadap berbagai stasiun luar negeri, juga demi kemajuan Indonesian DX Club sendiri. Salah satunya, adalah IDXC telah online. Sehingga, anggota yang biasa aktif di alam cyber bisa mengakses langsung.

Demikian juga, teman-teman anggota yang ingin foto dirinya nongol di Internet, silakan membaca di DirgaNet. Pertemuan akhirnya diakhiri dengan makan dan foto bersama. Sukses untuk kemajuan IDXC, walaupun panitianya semuanya laki-laki. Terima kasih juga untuk keluarga Pak Ton yang memberikan kue, Pak Budi sebagai tuan rumah, Akbar penjaga e-mail. (HSB)

 
Dirgantara Online - Vol 8 No 5 Sep-Okt 1998
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space