Bengkel DXer
Tanya : Mohon diberi penjelasan tentang jumlah untuk shortwave terhadap frekuensinya, panjang gelombang, ukuran masing-masing serta jangkauannya ? (Maxi Median, Batam)
| Meter band |
Frekuensi |
Meter band |
Frekuensi |
10 meter
20 meter
30 meter |
30 MHz
15 MHz
10 MHz |
70 meter
80 meter |
4.5 MHz
3.5-3.7 MHz |
40 meter
50 meter
60 meter |
7.5 MHz
6 MHz
5 MHz |
100 meter
200 meter |
3 MHz
1.5 MHz |
10 meter band - sangat variatif, bisa jauh kalau kondisi memungkinkan, terutama malam hari. 15 meter - variatif, jalur ini sangat memuaskan untuk penerimaan jarak amat jauh pada jam-jam tertentu dengan kondisi yang baik, tetapi amat jelek bila sinyal lolos dari pantulan. 20 meter - umumnya digunakan untuk transmisi jarak jauh (long distance band) untuk penerimaan seluruh dunia, sinyal ini amat kuat sepanjang ribuan mil selama beberapa jam, rata-rata setiap hari.
40 meter - jalur ini biasa dipakai untuk jarak sekitar 500 mil, atau lebih jauh lagi pada malam hari untuk broadcasting. 80 meter - biasanya untuk jarak sekitar 150-250 mil, pada malam hari bahkan bisa mencapai ribuan mil. 160 meter - jarak 20 sampai 30 mil pada waktu siang hari.
Tanya : Untuk radio yang hanya memerlukan arus 300 mA adakah efek negatifnya bila kita pergunakan adaptor 500 mA ? (Fadly Santar, Ujungpandang)
Jawab : No problem, malah bagus, arusnya stabil, asal dayanya sama, misalkan dulu 9 volt, ya tetap 9 volt.
Tanya :
1) Bagaimana cara mengetest kalkulator ?
2) Mohon dibuatkan skema kalkulator yang sederhana (Astini Dewi, Surabaya)
Jawab :
1) Tekan secara berurutan tombol-tombol 0 + + 1 = maka akan muncul angka 1, bila Anda tekan = lagi akan muncul angka 2, tekan lagi = akan muncul angka 3, dan seterusnya, setiap kali ditekan = angka akan bertambah satu
2) Di skema ini, dipakai sakelar yang sudah cukup dikenal luas, yaitu CD4066.
Tanya : Bagaimana cara untuk mengeluarkan daya maksimal pada pemancar, dan apa sarananya ? (Budihardjo, Surabaya)
Jawab : Final trimmer-nya disesuaikan dengan ukuran pada VU SWR
Tanya :
1) Agar memperoleh gambar yang bagus, bagaimana cara mengatur kedudukan parabola ?
2) Berapa saluran frekuensi UHF ?
3) Berapa frekuensi VHF dan UHF ? (Bintang, Ngawi)
Jawab :
1) Koordinat 110.4o BT, 7.0o LS, Sudut Elevasi 81.32o, Sudut Azimuth 18.98o
2) Antara 14 hingga 83 saluran
3) UHF 300-3000 MHz, VHF 30-300 MHz
Tuner UHF yang Paling Mudah Dipasang
(Untuk TV Hitam-putih yang tidak Dilengkapi Tuner UHF)
Salah satu cara yang paling mudah atau bisa ditempuh untuk menambah blok tuner UHF di dalam rangkaian pesawat TV. Meski cara ini sangat riskan dibandingkan dengan menggunakan Down Converter, yang tanpa mengutak-atik rangkaian di dalam TV. Di antara beberapa jenis blok tuner UHF, ada satu jenis yang pemasangannya paling mudah, bahkan pemasangannya tanpa tambahan komponen lain. Jenis tersebut adalah model HU-563A, dan pemasangannya adalah sebagai berikut :
| Blok Tuner UHF |
|
Tuner VHF |
| 1. Titik BU |
dihubungkan ke |
Titik B+ |
| 2. Soket output U-IF |
dihubungkan ke |
Input V-IF |
3. Terminal input antena pada blok tuner UHF dihubungkan ke antena 300 ohm, dengan pita kabel 300 atau 75 ohm, tetapi harus memasang trafo Baluns pada terminal input antena blok tuner UHF.
Cara memakainya dengan menempatkan selektor channel tuner VHF (ada di bagian depan pesawat TV) pada huruf U, putarlah tombol blok tuner UHF sampai kena siaran salah satu TV swasta. Apabila tidak terdapat huruf U, berarti tuner VHF-nya tidak dilengkapi terminal input U-IF, sehingga blok tuner HU-563A tidak bisa dihubungkan langsung begitu saja. Untuk ini, diperlukan push switch 4PDT guna memindahkan titik-titik input IF, AGC, dan B+ dari PCB TV ke tuner VHF atau blok tuner UHF.
Cara memakainya dengan menekan tombol push switch ke posisi UHF, lalu putar tombol blok tuner UHF. Jika gambar kurang jelas/tajam, putar trimer potensio/trimpot 10K blok tuner UHF sampai gambarnya bagus. Untuk menerima siaran VHF, tombol push switch ditekan ke posisi VHF. Selain model HU-563A, masih ada lagi blok tuner UHF, yaitu VHF-UHF E60 buatan ALPS dan VHF-UHF VTS-ICZ3 buatan Sharp. Cara pemakaiannya akan saya uraikan pada kesempatan lain. (Jawa Pos, 30 September 1990 oleh Jusuf S. Tedjo/Amir Makhmud)