Sapa Redaksi
Krisis = Peluang
Saat ini, semua lapisan masyarakat, baik kalangan pelajar, mahasiswa, profesional, maupun rumah tangga, merasakan krisis yang sedemikian berat, sehingga penghematan pengeluaran dilakukan di mana-mana. Demikian juga, redaksi juga melakukan penghematan dengan cara yang berbeda. Beberapa langkah kebijakan penghematan sudah digulirkan waktu yang lalu, antara lain tidak dibagikannya lagi buletin gratis bagi anggota yang iurannya telah habis dan tidak mengembalikan surat tanda simpati, anggota yang tidak mau turut berkontribusi. Juga pemakaian ulang alat tulis, maupun lainnya.
Dilihat dari animo anggota yang terus bertambah, dan semakin tinggi kesadaran anggota dalam membayar iuran, merupakan perkembangan positif dan mengandung makna kepercayaan kepada Dirgantara. Tentunya harus dijawab dengan pelayanan yang memuaskan, sekaligus Dirgantara semakin menunjukkan kelasnya tersendiri. Ada rasa bangga dengan keadaan ini, namun demikian sisi lemahnya juga ada, seperti kadang berpuas diri hingga lengah.
Banyaknya surat masuk dan tidak bisa terlayani dengan cepat, maupun tidak dibalas karena ongkos kirim yang semakin membengkak. Redaksi tidak menganggarkan biaya balasan surat anggota, jadi harap maklum. Untuk mengatasi keadaan ini, redaksi juga melakukan beberapa terobosan, yaitu lebih gencar memperkenalkan Dirgantara, baik melalui koordinator daerah, prospektus, maupun produk cetakan berlogo IDXC (kartu pos, block note, dll). Anggota yang tergerak ingin ikut membesarkan Dirgantara dapat ikut berpartisipasi baik menyebarkan informasi maupun membeli cetakan produk IDXC (lihat Bursa Dirgantara).
Redaksi telah berusaha semaksimal mungkin di dalam masa krisis ini, dengan mengubahnya sebagai peluang yang dapat berpengaruh positif terhadap perkembangan Dirgantara, baik secara nasional maupun internasional. Peran semua anggota cukup menentukan dalam mewujudkan peluang menjadi kenyataan. Ucapkan terima kasih kepada anggota yang turut berpartisipasi dengan ikut membeli souvenir koleksi redaksi. Sekaligus minta maaf, karena banyaknya permintaan, sehingga ada beberapa jenis souvenir telah habis.
Namun demikian, redaksi akan membantu agar bisa terpenuhi semuanya. Mari, kita besarkan Dirgantara sebagai wadah untuk saling berkomunikasi dalam bidang keradioan maupun teknologi informasi, agar kita semua tidak ketinggalan informasi dalam menyongsong era globalisasi yang sudah mulai menjamah ini. (DBR)
Surat dari Ibukota
Tiap Langkah Lebih Maju
Untuk menarik pemirsa agar mau membelanjakan uangnya pada produk yang ditawarkan, produsen akan membuat iklan semenarik mungkin. Tentunya dengan gaya bahasa yang ringan, mudah diingat, dan menunjukkan kelebihan produk tersebut dibandingkan dengan produk yang menjadi pesaingnya. Penulis merenungkan bahasa yang digunakan produsen tersebut sangat mengena dan mengandung nilai dinamis. Dibandingkan dengan Dirgantara saat ini, ada beberapa kesamaan, namun ada juga perbedaannya.
Bahwa Dirgantara selama ini berinovasi, bergerak maju, inilah persamaannya, yang membedakan adalah produsen tersebut cuma selangkah lebih maju, sedangkan Dirgantara tiap langkah lebih maju. Pembaca sendiri yang diminta membandingkannya, hal ini tercermin dari setiap edisi Dirgantara meluncur, pasti ada kemajuan, sekaligus menandakan dinamika tiap langkah. Tentunya membawa kemajuan berarti dan bermanfaat bagi semua anggota maupun mitra kerja Dirgantara.
Jadi, selama ini, memilih Dirgantara sebagai acuan dalam mengembangkan hobi di dunia keradioan dan telekomunikasi, tidaklah keliru. Kita semua akan tetap melangkah maju bila segala kemampuan dari anggota dan pengurus disatupadukan, oleh karena itu jangan disia-siakan begitu saja, selagi masih ada waktu. Ayolah segera. (DBR)