Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 8 No 2 Mar-Apr 1998
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Sosok
Amateur Radio
Bengkel DXer
Uji Coba Radio
Tinjauan Buku
Review Top 50
Redaksi

Volume 8
  Uji Coba Radio
Roberts R-809

ROBERTS (bukan Robert) R-809 menurut pabriknya adalah Sangean ATS-803A versi Inggris. Kendati pun demikian, dalam kenyataannya, Roberts R-809 dan Sangean ATS-803A nampak bedanya. Salah satunya fasilitas ATS (Auto Tuning System) tidak terdapat pada Roberts R-809. Roberts R-809 tidak berbeda jauh dari R 617, baca Dirgantara 8 (1), bandingkan spesifikasinya.

Meski demikian, tentu saja ada perbedaannya, yang mungkin menjadi keunggulan Roberts R-809, misalnya jendela frekuensi yang cukup lebar dan tampilan lebih jelas. Frekuensi dan waktu bisa muncul bersamaan, ini tidak bisa dilakukan Roberts R 617. Ukuran yang lebih besar membuat Roberts R-809 tidak sepraktis R 617 bila dibawa ke mana-mana, tapi masih tetap portabel.

Kelebihan/Keunggulan

Roberts R-809 bisa dioperasikan dalam satuan 1 kHz. Adanya Rotary Tuning akan memudahkan operasi. Apalagi dilengkapi dengan sistem cepat dan lambat. "Cepat" bila kita operasikan, maka panel akan menunjukkan kenaikan/penurunan frekuensi dalam satuan 5 kHz, sedangkan "lambat" untuk satuan 1 kHz. Cakupan frekuensi yang kontinyu (153-29999 kHz) membuat Roberts R-809 mampu menangkap sinyal lebih tepat. Bisa dioperasikan dengan rotary, tombol, maupun memori. Tersedia 45 memori (9 FM, 9 MW, 9 LW, 18 SW).

Mempunyai kepekaan lebih dibandingkan Roberts R 617, apalagi kalau ditambah antena LW. Mungkin Anda akan bingung dan kagum. Anda akan mampu tune in beberapa sinyal dari Afrika/Amerika Latin, yang kita kenal agak asing, karena power yang kecil. Band MW mampu menerima siaran-siaran dari Australia, Filipina, dan RRC, bahkan dari kawasan yang lebih jauh, Eropa.

Kekurangan

Pesawat ini tidak dilengkapi adaptor dan antena reel sebagaimana R-617. Pemakaian baterai ternyata lebih boros dari yang diperkirakan (lihat Spesifikasi). Fasilitas Up/Down untuk Fast/Slow tidak berlaku pada FM. Untuk FM, baik cepat (fast) atau lambat (slow), loncatan frekuensi sama-sama 10 kHz. Jadi, untuk operasional FM, harus manual, dengan memasukkan melalui tombol angka. Juga melalui rotary. Misal, Anda ingin tune di 104.75 kHz, Anda tidak bisa pakai tombol Up / Down, karena akan menemukan frekuensi di 104.7 atau 104.8 MHz.

Tombol Roberts R-809 tidak se-"empuk" R-617. Fasilitas memori tidak dilengkapi sistem seperti blok, seperti pada Roberts R-617. Bila memori penuh, sedangkan bila kita ingin memasukkan frekuensi lain, Roberts R-617 akan menampilkan layar "full". Ini tidak terdapat pada R-809. Roberts R-617 mampu menunjukkan frekuensi tertentu sudah dimemori atau belum, sedangkan Roberts R-809 tidak, karena R-809 tidak dilengkapi lampu, sehingga bisa dimungkinkan salah operasi.

Misal, masuknya frekuensi baru pada memori karena tersentuh tombol memori. Roberts R-809 tidak mampu memblok frekuensi yang sama, sehingga dimungkinkan dua atau lebih frekuensi yang sama dalam memori. Roberts R-617 akan menolak frekuensi kembar dalam memori. Timer pada Roberts R-809 hanya mampu dioperasikan dalam satuan jam, tak seperti Roberts R 617 yang mampu untuk satuan 15 menit.

Saran

Untuk pemburu QSL, Roberts R-809 cukup bisa diandalkan. Sayangnya, karena produk ini tidak dipasarkan di Indonesia, menjadikan Roberts R-809 barang langka, karena itulah menjadikan barang ini terlalu mahal untuk ukuran kita. Apalagi di tengah gejolak moneter yang tak menentu.

Spesifikasi

1. Cakupan Frekuensi
FM : 87.5 - 108 MHz, LW : 150 - 519 kHz, MW : 520 - 1710 kHz, SW : 1711 - 29999 kHz, kontinyu

120 m : 2300 - 2495 kHz 90 m : 3200 - 3400 kHz
75 m : 3900 - 4000 kHz 60 m : 4750 - 5060 kHz
49 m : 5950 - 6200 kHz 41 m : 7100 - 7300 kHz
31 m : 9500 - 9900 kHz 25 m : 11650 - 12050 kHz
21 m : 13600 - 13800 kHz 19 m : 15100 - 15600 kHz
16 m : 17550 - 17900 kHz 13 m : 21450 - 21850 kHz
11 m : 25670 - 26100 kHz  

2. Power : 6.0 volt
Baterai 6xIEC ukuran LR 6 (AA size). Empat baterai untuk radio dan dua baterai untuk komputer. Jika digunakan baterai alkaline, bisa mencapai 12-15 jam untuk pemakaian 4 jam per hari, dalam kondisi volume normal. Adaptor bisa dipakai Roberts PU6-B

3. Sirkuit
Semi konduktor : 1 LSI, 9 IC, 8 FET, 41 transistor, 41 dioda, Antena : LW/MW built in ferit, SW/FM teleskopik

4. Output daya : 440 mW

5. Soket
Headphone 3,5 mm stereo, AM external aerial 3,5 mm, DC in 6.0 volt negatif tengah

6. Asesori : kantong (carrying pouch)

7. Ukuran : 20 x 12,5 x 3,5 cm. (ASB)

 
Dirgantara Online - Vol 8 No 2 Mar-Apr 1998
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space