Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 8 No 2 Mar-Apr 1998
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Sosok
Amateur Radio
Bengkel DXer
Uji Coba Radio
Tinjauan Buku
Review Top 50
Redaksi

Volume 8
  Bengkel DXer

Tanya :
1. HT mini yang dijual di toko-toko dengan harga Rp600 - Rp700 ribu jangkauannya hanya sekitar 7-10 km. Apa saja yang digunakan untuk transistornya, dan berapa dayanya ?
2. Apa saja transistor yang digunakan untuk booster FM dan HT ?
3. Trimmer apa yang paling baik ?
4. Bagaimana cara trimming yang baik, sehingga tidak mengganggu TV tetangga ?
5. Bagaimana cara mengusahakan agar pemancar FM terdengar nge-bass, dan apa saja tambahannya ?
6. Bagaimana cara menghitung 0.2 meter ke cm, dan apa yang dimaksud dengan 0.2 tersebut ?
7. Berapa ukuran antena penyearah elemen ke cm REF, driver, dan director ? (Norman Adam, Pekanbaru)

Jawab :
1. Transistor 1947 9 volt dengan daya sekitar 7 watt
2. Biasanya transistor C 1971, C 1972, dan C 1946, kemudian diparalel
3. Trimmer besi, kalau tidak ada, trimmer keramik
4. R1-R10 = 1k, pemasangannya seri dan dilakukan setelah SWR menunjuk angka watt sesuai dengan kemampuan transistornya, baru R1-R10 dilepaskan, kemudian dihubungkan ke antena dan on air
5. Pemasangan giga bass, equalizer, dan galaxy, bisa dibolak-balik
6 dan 7. Rumus untuk menghitung panjang gelombang = V / f, di mana V = kecepatan gelombang elektro magnetik (300.000 km/detik), f = frekuensi (kiloHertz). Biasanya antena dirakit untuk penangkapan satu gelombang tertentu saja, misalkan untuk memantau siaran radio pada frekuensi 100 MHz (100.000 kHz), maka panjang gelombang adalah 300.000 : 100.000 = 3 meter. Jadi panjang gelombangnya adalah 3 meter band. Maksud 0.2 adalah panjang elemen berdasarkan rumusan tadi, maka panjangnya adalah 0.2 x 3 m = 0.6 m = 60 cm.

Tanya :
1. Apakah jalur komunikasi yang dipakai oleh kapal terbang, dan adakah cara untuk menyadapnya ?
2. Bagaimana pula dengan penyadapan alat komunikasi dinas intelijen suatu negara ? (Nur Faizah, Purwodadi)

Jawab :
1. VHF frekuensi 190 - 200 MHz, untuk menyadapnya harus dibuat radio dengan jalur tersebut
2. Biasanya digunakan kata-kata sandi pada jalur frekuensi yang tidak atau belum diumumkan di luar frekuensi yang sudah ada (LW, MW, SW, VHF, UHF)

Tanya :
1. Adakah kemungkinan ATM bank dibajak, dan bagaimana caranya, dan apa saja peralatannya ?
2. Bagaimana dengan kemungkinan pemalsuan data ? (Satyagraha, Denpasar)

Jawab :
1. Ada, maaf tentang caranya tidak bisa saya tulis di sini, peralatannya : alat pemancar dan penerima, di samping harus mengerti tentang frekuensinya
2. Kemungkinan selalu ada, asalkan menguasai komputer dari dasar hingga mahir, selain mengerti bidang elektronika, dari analog hingga digital

Tanya :
Mohon penjelasan, berulang kali pemancar mini 5 watt yang saya buat selalu tidak bisa on air, dan transistornya terbakar, apakah PCB-nya yang salah ? (Emir Faizal, Tanjungpinang)

Jawab :
PCB yang dijual di pasaran kalau dipasang tidak bisa mengudara, kapasitornya dikurangi nilainya : R1 100k diganti 1k, R4 10k diganti 1M, baru bisa on air. Transistor yang terbakar kemungkinan karena terbalik, misalnya basis dipasangi emitor. Sebelum krisis moneter, dengan uang Rp 15.000 sudah bisa dibuat pemancar mini 5 watt

 
Dirgantara Online - Vol 8 No 2 Mar-Apr 1998
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space