Sapa Redaksi
Sudah Pasti
Pada umumnya orang telah mengetahui terlebih dulu hasil Sidang Umum
MPR walaupun perhelatan agung yang memakan biaya cukup besar belum dimulai.
Itulah kenyataan yang harus kita terima, tak boleh kita berkecil hati atau
mencibir. Kita beri kesempatan kepada para petinggi bangsa, bahwa mereka
layak mengemban tugas yang mulia tersebut. Kini suasana ibukota telah mendingin,
selain akibat curahan hujan, juga banjir yang kini telah menjadi acara
rutin, setelah beberapa hari nampak dijaga beberapa aparat keamanan.
Redaksi di ibukota pun, di tengah krisis moneter, sudah pasti terus
berusaha keras memberikan pelayanan terbaik buat pembaca Dirgantara. KTA
sudah dikirimkan bagi anggota yang telah melengkapi persyaratan administrasi,
sementara yang belum, silakan baca di Bursa Dirgantara, apa yang harus
dipenuhi. Segala upaya sudah ditempuh, bahkan teknologi paling canggih
pun kami rambah. Tidak sedikit waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan.
Satu hal yang pasti, Dirgantara benar-benar mendunia, silakan coba klik
home page-nya. Segalanya sudah kami usahakan, kelanjutannya terserah pada semua
pembaca, apakah sudah cukup puas hanya sampai di sini ? Kami semua menunggu
jawaban dari Anda. Kami di ibukota merencanakan mengadakan Temu Pendengar
Khusus Lokal Jakarta dan sekitarnya di bulan Agustus yang akan datang.
Hari dan tanggalnya, Minggu Pon, 16 Agustus 1998. Untuk kepastian tempatnya,
tunggu konfirmasi lebih lanjut.
Mengapa baru lokal, apakah belum bisa yang lebih besar seperti Temu
Pendengar beberapa tahun lalu ? Apakah pendengar di luar area tersebut
tak boleh datang ? Boleh saja. Justru kami akan merasa sangat senang. Masalahnya
adalah waktu dan biaya yang cukup besar, jadi kami mohon maaf sebelumnya.
Satu hal yang jelas dan sudah PASTI bahwa Dirgantara ada karena kehendak
kita semua. Salam !! (DBR)
Surat dari Ibukota
Saat yang Tepat
Bulan Maret penuh makna bagi seluruh bangsa Indonesia dalam mengarungi
kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh tantangan, hambatan, dan bahkan
ketidakpastian. Pada bulan Maret ini pula ditentukan perjalanan bangsa
Indonesia, untuk melangkah ke depan dalam kurun waktu lima tahun, apakah
mampu membuat tatanan maupun dapat menyelesaikan masalah yang timbul dewasa
ini. Redaksi dari ibukota selalu memantau keadaan, baik perilaku ekonomi,
maupun sosial, politik, serta budaya, yang berkembang dengan cepat, baik
ke arah positif maupun negatif. Karena akan mempengaruhi arah dan langkah
kita semua.
Krisis moneter misalnya, yang pada akhirnya berkembang ke arah krisis
kepercayaan. Apakah dapat diselesaikan dengan baik atau tidak memerlukan
waktu yang cepat atau lama, sebab semua pengaruh tersebut sangat terasakan
pada kelangsungan hidup buletin Dirgantara yang kita cintai ini. Ongkos
produksi Dirgantara semakin melambung naik, bahkan redaksi terus
menyubsidinya dengan harapan Dirgantara tetap mengunjungi pembaca setia.
Sementara iuran anggota baru saja diubah. Apakah semua anggota dapat memahami
kesulitan yang sedang redaksi alami ?
Redaksi sudah siap dengan beberapa alternatif pemecahannya yaitu : iuran
tidak naik tetapi jumlah halaman dikurangi seperti halnya beberapa penerbitan
klub pendengar lainnya; iuran dinaikkan dengan jumlah halaman tetap. Dan
satunya lagi, iuran tidak naik, jumlah halaman tetap, namun beberapa anggota
yang sukarela ikut menyubsidinya. Itulah alternatif alternatif yang baru
dapat kami temukan, tetapi semua keputusan berpulang kepada semua anggota.
Sebab redaksi sudah bertekad bulat, bahwa saat ini adalah waktu yang
tepat membuktikan bahwa semua ujian dapat teratasi. Dan semua pengurus
cukup solid, sehingga mampu mengimbangi kemajuan kemajuan di bidang informasi
telekomunikasi. Dan yang perlu digarisbawahi lagi adalah redaksi mulai
saat ini tidak memberikan lagi subsidi atau buletin secara gratis kepada
anggota yang masa iurannya sudah habis. Kami mohon semua anggota cukup
mengerti dan supaya redaksi tidak dikatakan sepihak, sebaiknya anggota
jauh-jauh hari memberi kabar, apabila iurannya terlambat dikirimkan.
Saat ini adalah waktu yang tepat menata diri, sehingga Dirgantara benar-benar
tampil prima, sebab redaksi sudah kenyang dengan berbagai krisis, baik
keuangan maupun kepercayaan pada masa lampau. Okelah, walaupun dijejali
dengan berbagai macam berita krisis. Semoga pembaca tidak melewatkan edisi
Dirgantara yang memuat cukup banyak liputan, laporan DX, wawancara dengan
Bung Rudi, homepage IDXC, surat Anda, yang ditunggu-tunggu oleh pembaca
yang aktif berkirim surat ke redaksi, akan mendapatkan souvenir seperti
pernah redaksi janjikan. Walaupun agak terlambat, seharusnya diumumkan
pada edisi ulang tahun. (DBR)