Uji Coba Radio
Roberts R-617
Produk Roberts memang kurang dikenal, karena memang hanya dipasarkan
di Eropa, khususnya Inggris. Pada edisi lalu, 7 (6), rubrik ini
menampilkan Sangean ATS 606/606P dan Siemens RK-659-G6. Untuk melengkapi,
saya tampilkan juga tipe yang mirip, Roberts R-617, lebih tepatnya, Roberts
R-617 adalah Sangean ATS-606 versi Inggris. Keterangan berikut melengkapi
edisi yang lalu. Bagi Anda yang menyukai melancong atau tak mau ketinggalan
informasi kapan saja, Roberts R-617 adalah salah satu alternatif.
Bentuknya yang kecil membuat praktis dibawa ke mana-mana.
Jika Anda berada di kota lain, dan ingin memantau stasiun lokal, akan
terbantu oleh ATS (Auto Tuning System). Dengan menekan tombol FM / LW / MW (tak
tersedia untuk SW), secara otomatis, Roberts R-617 akan mencatat stasiun
berdasarkan kekuatan sinyal. Dengan menekan tombol atau fasilitas memori,
Anda bisa mengetahui hasilnya. Jadi, Anda tidak harus scanning, atau
mencari buku pedoman terlebih dahulu.
Selain fasilitas ATS, Anda juga bisa scanning dengan tombol
tuning up/down, atau dengan memasukkan frekuensi yang dikehendaki. Dengan
buku petunjuk yang sangat mudah dipelajari, Anda akan mudah pula
mengoperasikan Roberts R-617. Bila Anda mempunyai stasiun radio favorit,
tersedia fasilitas memori yang mampu menampung 45 memori (18 SW, 9 MW, 9 LW,
dan 9 FM).
Kelebihan/Kemudahan
Sistem ATS sangat membantu Anda saat melancong, apalagi
didukung bentuknya yang sangat compact, membuat pesawat ini benar-benar
portabel. Cakupan frekuensi yang continuous menjadikan kita tidak kehilangan
stasiun yang menggunakan frekuensi "out of band". Anda akan bisa memantau
All India Radio siaran bahasa Indonesia pada 17387 kHz, atau Radio Omdurman,
Sudan, pada 9024 kHz. Tombol-tombolnya "empuk" sehingga mudah disentuh.
Kekurangan
Roberts R-617 kurang peka, daya pilahnya kurang, sehingga meskipun sekelas
digital, tapi interferensi dari stasiun radio lain terasa sangat mengganggu.
Sebagai perbandingan, saya menguji coba pesawat Robers R-617 dengan Sony ICF-7601 analog, dengan perlakuan sama menghasilkan kualitas yang berbeda. Tanpa
antena luar atau antena Reel AER-1, Roberts R-617 tidak mampu menerima
stasiun yang relatif lemah, seperti dari Afrika. Tapi ini mampu dilakukan
Sony ICF 7601 tanpa antena teleskopik, R-617 tidak bisa dioperasikan
untuk satuan 1 kHz.
Jadi, bila Anda ingin memantau All India Radio, pada 17387 kHz, Anda hanya
bisa tune di 17385 atau 17390 kHz. Karena tidak tepatnya frekuensi membuat
kualitas audionya juga kurang, dan repotnya, masih banyak stasiun radio yang
mengudara pada frekuensi di luar satuan 5 kHz seperti All India Radio, Radio
Omdurman, CRI, IRIB, Radio Pakistan, dan RRI. Penunjuk waktu tidak bisa
muncul bersamaan dengan frekuensi. Meski bisa diatur dengan tombol lain,
tapi butuh waktu dan mengurangi kenikmatan, karena Anda harus mengubah
kembali ke frekuensi bila ingin ganti frekuensi.
Saran
Roberts R-617 saya beli seharga 130 poundsterling di BBC
Workshop, atas bantuan pihak BBC. Sayangnya, karena produk ini adalah untuk
Eropa, khususnya Inggris, membuat kita merasa kesulitan di saat harus servis.
Saat ini, saya jarang menggunakan Roberts R-617, karena ada kerusakan teknis.
Diperlukan waktu kurang lebih 30 menit untuk pemanasan agar terhindar dari
suara denging.
Kerusakan tersebut saya temui karena saya kelupaan mematikan
pesawat dari adaptor AC Roberts PUS. Saat itu, terpasang hampir 2x24 jam.
Sudah saya bawa ke Sony Audio Service, karena tidak adanya dealer atau spare
part-nya di Indonesia, pihak Sony angkat tangan. Sekarang Roberts R-617 saya
pakai hanya sebagai cadangan tiga pesawat lainnya, atau saya pakai manakala
ber-DX. Semoga saran atas pengalaman saya bisa membantu Anda.
Spesifikasi
1. Cakupan Frekuensi
FM : 87.5 - 108 MHz, LW : 153 - 513 kHz, MW : 520 - 1710 kHz (tergantung
pada posisi switch, bisa diatur), SW : 1715 - 29995 kHz continuous
| 120 m |
: 2300 - 2495 kHz |
90 m |
: 3200 - 3400 kHz |
| 75 m |
: 3900 - 4000 kHz |
60 m |
: 4750 - 5060 kHz |
| 49 m |
: 5950 - 6200 kHz |
41 m |
: 7100 - 7300 kHz |
| 31 m |
: 9500 - 9900 kHz |
25 m |
: 11650 - 12050 kHz |
| 21 m |
: 13600 - 13800 kHz |
19 m |
: 15100 - 15600 kHz |
| 16 m |
: 17550 - 17900 kHz |
13 m |
: 21450 - 21850 kHz |
| 11 m |
: 25670 - 26100 kHz |
|
2. Power
4.5 volt = 3xIEC ukuran LR6 (AA size). Jika digunakan baterai Alkaline,
bisa mencapai 16-20 jam, untuk pemakaian 4 jam sehari, dalam kondisi volume
normal. Adaptor AC tersedia Robers PUS 4.5 volt, adaptor dinding negatif
tengah
3. Output daya : 180 mW
4. Sirkuit
Semi konduktor : 1 LSI, 10 IC, 8 FET, 24 transistor, 25 dioda, 2 LED,
Antena : LW/MW built in ferit, SW/FM teleskopik, juga dilengkapi antena
Reel AER-1
5. Asesori
Soket : headphone 3.5 mm stereo, AM external serial 3.5 mm, DC 4.5 volt
negatif tengah, stereo earphone, AC Adaptor Roberts PUS, SW aerial AER-1,
kantong (carrying pouch)
6. Ukuran : 14.7 x 9 x 3 cm. (ASB)