Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 8 No 1 Jan-Feb 1998
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Amateur Radio
DX Mania
Bengkel DXer
Komunikasi
Uji Coba Radio
Review Top 50
Redaksi

Volume 8
  Uji Coba Radio
Roberts R-617

Produk Roberts memang kurang dikenal, karena memang hanya dipasarkan di Eropa, khususnya Inggris. Pada edisi lalu, 7 (6), rubrik ini menampilkan Sangean ATS 606/606P dan Siemens RK-659-G6. Untuk melengkapi, saya tampilkan juga tipe yang mirip, Roberts R-617, lebih tepatnya, Roberts R-617 adalah Sangean ATS-606 versi Inggris. Keterangan berikut melengkapi edisi yang lalu. Bagi Anda yang menyukai melancong atau tak mau ketinggalan informasi kapan saja, Roberts R-617 adalah salah satu alternatif.

Bentuknya yang kecil membuat praktis dibawa ke mana-mana. Jika Anda berada di kota lain, dan ingin memantau stasiun lokal, akan terbantu oleh ATS (Auto Tuning System). Dengan menekan tombol FM / LW / MW (tak tersedia untuk SW), secara otomatis, Roberts R-617 akan mencatat stasiun berdasarkan kekuatan sinyal. Dengan menekan tombol atau fasilitas memori, Anda bisa mengetahui hasilnya. Jadi, Anda tidak harus scanning, atau mencari buku pedoman terlebih dahulu.

Selain fasilitas ATS, Anda juga bisa scanning dengan tombol tuning up/down, atau dengan memasukkan frekuensi yang dikehendaki. Dengan buku petunjuk yang sangat mudah dipelajari, Anda akan mudah pula mengoperasikan Roberts R-617. Bila Anda mempunyai stasiun radio favorit, tersedia fasilitas memori yang mampu menampung 45 memori (18 SW, 9 MW, 9 LW, dan 9 FM).

Kelebihan/Kemudahan

Sistem ATS sangat membantu Anda saat melancong, apalagi didukung bentuknya yang sangat compact, membuat pesawat ini benar-benar portabel. Cakupan frekuensi yang continuous menjadikan kita tidak kehilangan stasiun yang menggunakan frekuensi "out of band". Anda akan bisa memantau All India Radio siaran bahasa Indonesia pada 17387 kHz, atau Radio Omdurman, Sudan, pada 9024 kHz. Tombol-tombolnya "empuk" sehingga mudah disentuh.

Kekurangan

Roberts R-617 kurang peka, daya pilahnya kurang, sehingga meskipun sekelas digital, tapi interferensi dari stasiun radio lain terasa sangat mengganggu. Sebagai perbandingan, saya menguji coba pesawat Robers R-617 dengan Sony ICF-7601 analog, dengan perlakuan sama menghasilkan kualitas yang berbeda. Tanpa antena luar atau antena Reel AER-1, Roberts R-617 tidak mampu menerima stasiun yang relatif lemah, seperti dari Afrika. Tapi ini mampu dilakukan Sony ICF 7601 tanpa antena teleskopik, R-617 tidak bisa dioperasikan untuk satuan 1 kHz.

Jadi, bila Anda ingin memantau All India Radio, pada 17387 kHz, Anda hanya bisa tune di 17385 atau 17390 kHz. Karena tidak tepatnya frekuensi membuat kualitas audionya juga kurang, dan repotnya, masih banyak stasiun radio yang mengudara pada frekuensi di luar satuan 5 kHz seperti All India Radio, Radio Omdurman, CRI, IRIB, Radio Pakistan, dan RRI. Penunjuk waktu tidak bisa muncul bersamaan dengan frekuensi. Meski bisa diatur dengan tombol lain, tapi butuh waktu dan mengurangi kenikmatan, karena Anda harus mengubah kembali ke frekuensi bila ingin ganti frekuensi.

Saran

Roberts R-617 saya beli seharga 130 poundsterling di BBC Workshop, atas bantuan pihak BBC. Sayangnya, karena produk ini adalah untuk Eropa, khususnya Inggris, membuat kita merasa kesulitan di saat harus servis. Saat ini, saya jarang menggunakan Roberts R-617, karena ada kerusakan teknis. Diperlukan waktu kurang lebih 30 menit untuk pemanasan agar terhindar dari suara denging.

Kerusakan tersebut saya temui karena saya kelupaan mematikan pesawat dari adaptor AC Roberts PUS. Saat itu, terpasang hampir 2x24 jam. Sudah saya bawa ke Sony Audio Service, karena tidak adanya dealer atau spare part-nya di Indonesia, pihak Sony angkat tangan. Sekarang Roberts R-617 saya pakai hanya sebagai cadangan tiga pesawat lainnya, atau saya pakai manakala ber-DX. Semoga saran atas pengalaman saya bisa membantu Anda.

Spesifikasi

1. Cakupan Frekuensi
FM : 87.5 - 108 MHz, LW : 153 - 513 kHz, MW : 520 - 1710 kHz (tergantung pada posisi switch, bisa diatur), SW : 1715 - 29995 kHz continuous

120 m : 2300 - 2495 kHz 90 m : 3200 - 3400 kHz
75 m : 3900 - 4000 kHz 60 m : 4750 - 5060 kHz
49 m : 5950 - 6200 kHz 41 m : 7100 - 7300 kHz
31 m : 9500 - 9900 kHz 25 m : 11650 - 12050 kHz
21 m : 13600 - 13800 kHz 19 m : 15100 - 15600 kHz
16 m : 17550 - 17900 kHz 13 m : 21450 - 21850 kHz
11 m : 25670 - 26100 kHz  

2. Power
4.5 volt = 3xIEC ukuran LR6 (AA size). Jika digunakan baterai Alkaline, bisa mencapai 16-20 jam, untuk pemakaian 4 jam sehari, dalam kondisi volume normal. Adaptor AC tersedia Robers PUS 4.5 volt, adaptor dinding negatif tengah

3. Output daya : 180 mW

4. Sirkuit
Semi konduktor : 1 LSI, 10 IC, 8 FET, 24 transistor, 25 dioda, 2 LED, Antena : LW/MW built in ferit, SW/FM teleskopik, juga dilengkapi antena Reel AER-1

5. Asesori
Soket : headphone 3.5 mm stereo, AM external serial 3.5 mm, DC 4.5 volt negatif tengah, stereo earphone, AC Adaptor Roberts PUS, SW aerial AER-1, kantong (carrying pouch)

6. Ukuran : 14.7 x 9 x 3 cm. (ASB)

 
Dirgantara Online - Vol 8 No 1 Jan-Feb 1998
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space