Bengkel DXer
Radio Digital Satelit
Dalam suatu proses komunikasi, keberhasilan oleh penerima
tergantung pada seberapa akurat penerimaan sinyal yang ditransmisikan. Dalam
sistem analog, ada dua macam gangguan yang mempengaruhi penerimaan alat
komunikasi, yaitu : gangguan alam, misalnya cuaca (petir, halilintar), dan
buatan manusia, misalnya dengung trafo listrik, gangguan mesin, dan lain-lain).
Oleh karena itu, dicari sistem yang bisa menekan gangguan sedini mungkin,
dalam hal ini, sitem digital.
Dalam dasawarsa ini, sistem analog masih banyak ditemukan,
misalnya pada stsiun radio dengan gelombang AM dan FM (VHF), yang
menghasilkan suara yang kurang begitu jernih. Gunung-gunung yang menjulang
tinggi, membatasi kualitas jangkauan siaran stasiun-stasiun radio tersebut.
Kini ada alternatif lain, dengan ditemukannya gelombang mikro, seperti yang
banyak digunakan pada telepon genggam.
Menurut "Suara Pembaruan", tak lama lagi, tepatnya pada
bulan Desember 1998, Satelit AsiaStar akan diluncurkan ke orbitnya. Satelit
milik pengembang layanan penyiaran satelit digital audio WorldSpace dari
tiga satelit yang masing-masing meliput 14 juta km persegi. Setelah
peluncuran satelit itu, penduduk di seluruh Indonesia akan bisa menerima
siaran radio berkualitas compact disc (CD) melalui radio genggam yang
terjangkau harga per unitnya.
Sesuai dengan kemampuannya untuk melayani 100 stasiun radio,
perhitungan biaya untuk masing-masing stasiun hanya sekitar SGD 200 (dua
ratus Dolar Singapura atau sekitar Rp 600.000 kalau memakai kurs Rp 3000/SGD).
Masih menurut "Suara Pembaruan", beberapa produsen elektronik terkemuka,
seperti Hitachi, Matsushita (Panasonic), Sanyo, dan JVC telah sepakat untuk
mengembangkan dan memproduksi secara massal radio-radio portabel yang dapat
menerima secara langsung program-program dari Satelit WorldSpace tersebut.
Anda tentunya jadi penasaran, apa itu Radio Digital Satelit
(RDS) ? Secara prinsip, sebenarnya sama saja dengan radio yang Anda pergunakan
saat ini, hanya RDS punya beberapa kelebihan :
1. Jangkauan penerimaan sangat jauh
2. Pengontrolan lebih akurat, berkat sistem komputer
3. Suara jernih, berkualitas audio CD
4. Sistem relai dari satelit, dan
5. Ringan (radio genggam)
Menurut Mike Yuh Hung Ma dari WorldSpace Management Corp.,
lanjut "Suara Pembaruan", mendengarkan radio di dalam pesawat terbang ataupun
di kapal laut, suaranya akan terdengar lebih jernih dibandingkan apabila
menggunakan saluran AM atau FM. RDS membutuhkan peralatan yang serba digital
dan biaya yang cukup besar.
Dengan ketinggian satelit 36.000 km di atas kepulauan Riau,
diharapkan seluruh Indonesia bisa menikmati program-program WorldSpace yang
sangat beragam, seperti lingkungan, kesehatan, dan juga pendidikan jarak
jauh, yang sangat berguna bagi mereka yang tinggal di pelosok pedalaman.
Semoga pemanfaatan kemajuan teknologi yang sangat diperlukan bagi
pencerdasan bangsa Indonesia, khususnya ini, bisa terlaksana tanpa
campur tangan kepentingan kepentingan sepihak.
Terlepas dari kelebihan RDS itu, muncul sebersit pertanyaan
tentang kemungkinan masih diperlukannya laporan-laporan dari DXers, seperti
yang sampai saat ini biasa kita buat, oleh stasiun-stasiun radio. Nah, bagi
yang masih penasaran dengan RDS yang merupakan generasi tercanggih pesawat
radio di penghujung abad ke-20 ini, ikuti juga "Teknologi Komunikasi" nomor
ini. (Suara Pembaruan/Ahmad Kadafi)