Amateur Radio
Pengantar : Uraian ini merupakan lanjutan edisi yang lalu, tentang "Mengikuti Kontes". Selamat mengikuti ! (Redaksi)
5. Kontes = QSO Singkat
Hindarkan basa-basi yang bisa memperlambat pencapaian nilai kontes.
Kontes bukan arena untuk mempertukarkan nama, alamat, dan lain-lain, yang
lazim kita dengar dalam QSO sehari-hari. Dengan kata lain : kita tidak
perlu, kalau tidak ada jawaban dari lawan bicara kita, sewaktu kita
tanyakan berapa temperatur udara di sekitar QTH lawan bicara tersebut.
6. Waktu Istirahat
Biasanya, peraturan kontes memberikan batas waktu operasi maksimal
pada klasifikasi operator tunggal. Kita harus pandai mencari waktu
istirahat tersebut, dengan terutama memperhatikan kondisi propagasi, atau
dengan kata lain : istirahatlah pada kondisi propagasi yang jelek. Apabila
kita memutuskan untuk istirahat, jangan tergoda untuk terjun lagi, karena
ada satu stasiun radio yang mengudarakan CQ, dan statusnya hanya akan
menambah nilai yang tidak berarti.
Kalau nantinya, ternyata waktu istirahat kita kurang dari
batasan minimal yang ditentukan oleh peraturan kontes, lalu dalam pengajuan
log kontes, bagian mana yang akan kita "potong" untuk tidak dilaporkan
dalam log ? Ingat, bahwa sewaktu cek silang diselenggarakan panitia
penyelenggara, kita bisa menempatkan stasiun lain ke bawah ancaman penalti,
karena yang bersangkutan mengaku kontak dengan kita, sedangkan log kita
tidak menunjang log lawan bicara kita tersebut. Ini merupakan salah satu
tindakan yang tanpa kita sadari melanggar sportivitas dalam sebuah kontes.
7. Memilih Frekuensi
Etika yang biasa kita bawa dalam QSO sehari-hari tetap berlaku dalam
kontes, terutama dalam hal memakai frekuensi, apabila kita akan mengudarakan
CQ. Apabila kita ingin CQ, maka kita tetap harus menanyakan apakah frekuensi
tersebut dipergunakan. Etika jenis ini perlu diketengahkan dalam kaitan
pengamatan kita pada penyelenggaraan kontes-kontes nasional kita, di mana
tidak tampak nalar dari peserta kontes dalam memakai frekuensi, terutama
dalam band 40 meter, yang mempunyai kelebaran yang amat terbatas.
Mempersilakan stasiun lain untuk pindah karena frekuensi akan dipakai
(occupied), bukan tidak sopan, tetapi merupakan kontribusi yang bijaksana
untuk memelihara band dengan tertib.
8. Pile up Kita
Prefiks negara kita masih cukup laku dalam kontes, sehingga sering
terjadi pile up segera setelah kita mengudarakan CQ. Ada beberapa pedoman
yang perlu kita anut apabila kondisi itu terjadi :
a. Segera berikan respon kepada stasiun-stasiun yang masuk
ke dalam pile up dengan daya yang besar, apalagi membawa splatter, agar
stasiun tersebut segera berhenti mengikuti pile up, dan tidak menutup jalan
stasiun lain
b. Dalam kondisi sisa yang masuk pile up memperhatikan
sinyal yang sama kuat, kita pilih kelompok geografi yang mungkin memberikan
kontribusi dalam penambahan multiplier, untuk ini telinga kita arahkan
pada prefiks yang sempat kita tangkap
c. Apabila kita perkirakan ada stasiun dari kelompok
geografi tertentu tertutup oleh dengungan pile up, kita bisa minta kepada
stasiun lain untuk berhenti memanggil, dan kita tanyakan, misalnya :
Japanese station, please stand by for a while, is there any station from
United States, Carribean, or South America ?
Bila ternyata ada stasiun yang kita butuhkan, kita layani
beberapa di antara mereka, dan setelah itu, kita kembali melayani semua
stasiun dengan mengucapkan : OK, now CQ contest, CQ contest, this is
YB2XX... Mendengar ucapan kita yang terakhir, semua stasiun yang tadi
diminta menunggu akan mulai dengan memanggil kita dalam pile up kembali.
(Bersambung di edisi yang akan datang)