Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 8 No 1 Jan-Feb 1998
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Amateur Radio
DX Mania
Bengkel DXer
Komunikasi
Uji Coba Radio
Review Top 50
Redaksi

Volume 8
  Amateur Radio

Pengantar : Uraian ini merupakan lanjutan edisi yang lalu, tentang "Mengikuti Kontes". Selamat mengikuti ! (Redaksi)

5. Kontes = QSO Singkat

Hindarkan basa-basi yang bisa memperlambat pencapaian nilai kontes. Kontes bukan arena untuk mempertukarkan nama, alamat, dan lain-lain, yang lazim kita dengar dalam QSO sehari-hari. Dengan kata lain : kita tidak perlu, kalau tidak ada jawaban dari lawan bicara kita, sewaktu kita tanyakan berapa temperatur udara di sekitar QTH lawan bicara tersebut.

6. Waktu Istirahat

Biasanya, peraturan kontes memberikan batas waktu operasi maksimal pada klasifikasi operator tunggal. Kita harus pandai mencari waktu istirahat tersebut, dengan terutama memperhatikan kondisi propagasi, atau dengan kata lain : istirahatlah pada kondisi propagasi yang jelek. Apabila kita memutuskan untuk istirahat, jangan tergoda untuk terjun lagi, karena ada satu stasiun radio yang mengudarakan CQ, dan statusnya hanya akan menambah nilai yang tidak berarti.

Kalau nantinya, ternyata waktu istirahat kita kurang dari batasan minimal yang ditentukan oleh peraturan kontes, lalu dalam pengajuan log kontes, bagian mana yang akan kita "potong" untuk tidak dilaporkan dalam log ? Ingat, bahwa sewaktu cek silang diselenggarakan panitia penyelenggara, kita bisa menempatkan stasiun lain ke bawah ancaman penalti, karena yang bersangkutan mengaku kontak dengan kita, sedangkan log kita tidak menunjang log lawan bicara kita tersebut. Ini merupakan salah satu tindakan yang tanpa kita sadari melanggar sportivitas dalam sebuah kontes.

7. Memilih Frekuensi

Etika yang biasa kita bawa dalam QSO sehari-hari tetap berlaku dalam kontes, terutama dalam hal memakai frekuensi, apabila kita akan mengudarakan CQ. Apabila kita ingin CQ, maka kita tetap harus menanyakan apakah frekuensi tersebut dipergunakan. Etika jenis ini perlu diketengahkan dalam kaitan pengamatan kita pada penyelenggaraan kontes-kontes nasional kita, di mana tidak tampak nalar dari peserta kontes dalam memakai frekuensi, terutama dalam band 40 meter, yang mempunyai kelebaran yang amat terbatas. Mempersilakan stasiun lain untuk pindah karena frekuensi akan dipakai (occupied), bukan tidak sopan, tetapi merupakan kontribusi yang bijaksana untuk memelihara band dengan tertib.

8. Pile up Kita

Prefiks negara kita masih cukup laku dalam kontes, sehingga sering terjadi pile up segera setelah kita mengudarakan CQ. Ada beberapa pedoman yang perlu kita anut apabila kondisi itu terjadi :

a. Segera berikan respon kepada stasiun-stasiun yang masuk ke dalam pile up dengan daya yang besar, apalagi membawa splatter, agar stasiun tersebut segera berhenti mengikuti pile up, dan tidak menutup jalan stasiun lain

b. Dalam kondisi sisa yang masuk pile up memperhatikan sinyal yang sama kuat, kita pilih kelompok geografi yang mungkin memberikan kontribusi dalam penambahan multiplier, untuk ini telinga kita arahkan pada prefiks yang sempat kita tangkap

c. Apabila kita perkirakan ada stasiun dari kelompok geografi tertentu tertutup oleh dengungan pile up, kita bisa minta kepada stasiun lain untuk berhenti memanggil, dan kita tanyakan, misalnya : Japanese station, please stand by for a while, is there any station from United States, Carribean, or South America ?

Bila ternyata ada stasiun yang kita butuhkan, kita layani beberapa di antara mereka, dan setelah itu, kita kembali melayani semua stasiun dengan mengucapkan : OK, now CQ contest, CQ contest, this is YB2XX... Mendengar ucapan kita yang terakhir, semua stasiun yang tadi diminta menunggu akan mulai dengan memanggil kita dalam pile up kembali. (Bersambung di edisi yang akan datang)

 
Dirgantara Online - Vol 8 No 1 Jan-Feb 1998
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2010 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space