Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 7 No 6 Nov-Des 1997
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Bengkel DXer
Amateur Radio
Profil Stasiun
Sejarah Radio
Uji Coba Radio
DX Tips
Review Top 50
Redaksi

Volume 7
  Amateur Radio
Apa yang Menarik Apabila Mengikuti Sebuah Kontes

Jawaban pertanyaan ini tidak perlu datang dari seorang contester, karena kontes adalah kesempatan sangat baik untuk mendapatkan stasiun stasiun tertentu yang sedang dicari oleh seorang non-contester. Salah satu yang harus diingat ialah bahwa komunikasi dalam sebuah kontes amat singkat. Tanpa basa-basi, seperti dalam QSO sehari-hari. Sehingga kita cukup memberikan laporan dan kelengkapannya.

Setelah itu "good luck", tidak diperlukan kalimat-kalimat panjang dalam bahasa asing yang meragukan kita untuk masuk dan "mendapatkan" stasiun tersebut. Lantas, apa gunanya bagi seorang non-contester ? Inilah kesempatan paling baik untuk menjaring QSL, tanpa harus menunggu sampai kita menyatakan berani ikut kontes, dalam pengertian yang biasa dilakukan oleh seorang contester !! Setelah kontes selesai, QSL kita kejar lewat bureau.

Barangkali, baru setahun lagi kita mendapatkan balasan, kemudian dapat kita manfaatkan untuk mengejar award. Di sini jelas efisiensi akan terlihat. Karena sebenarnya kita tidak usah jadi seorang contester, tapi tetap mendapatkan QSL dari berbagai negara, dengan hanya mengucapkan "five nine twenty eight" dan "good luck" (28 kita berikan sebagai laporan dalam kontes yang membutuhkan laporan dan CQ zone).

Apa Langkah Persiapan Bila Mengikuti Kontes

Sebelum mengikuti sebuah kontes DX, sebaiknya terlebih dahulu :

1. Mempersiapkan fisik kita, karena praktis kita akan duduk selama 30 jam, sambil berkonsentrasi, dengan istirahat yang kurang. Sebaiknya seminggu sebelum kontes, contester melakukan olah raga ringan, dan memperbaiki menu makanan, serta beristirahat yang cukup.

2. Mempelajari aturan kontes dengan seksama, dan membuat keputusan, dalam hal single operator, apakah kita akan mengikuti single atau multi band. Seorang dari tingkat penggalang tidak mempunyai kesempatan ikut kontes pada segmen 14 MHz, lalu apakah 3, 5, 7, dan 28 MHz akan mendukung apabila ikut dalam multi band ?

Lakukan review, kelemahan dan kelebihan kita dalam kontes sejenis pada tahun lalu. Siapakah lawan kita yang mungkin merupakan pesaing yang perlu diperhitungkan. Bagaimana kesempatan kita dalam kontes kali ini ? Persiapkan log khusus untuk kontes tersebut, serta map dan formulir pembantu lainnya, seperti daftar negara, multiplier, dll.

3. Latih diri kita sendiri dalam pengetahuan spesifik yang relevan dengan kontes tersebut, apakah kita masih menguasai peta geografi dan prefiks masing-masing negara, misalnya negara-negara di Eropa saat kita ikut All Eropean Contest ? Apakah ada satu negara atau zone yang secara khusus kita kejar, karena kita masih membutuhkannya untuk melengkapi pengajuan salah satu award.

4. Ikuti ciri-ciri propagasi dalam waktu seminggu sebelum kontes, sambil mendengarkan berita-berita apa yang diudarakan mengenai kontes yang akan kita ikuti, misalnya informasi QSL dari stasiun langka yang akan terjun dalam kontes. Kondisi propagasi biasanya tidak berubah secara mendadak dari hari ke hari, sehingga dari pengamatan, kita akan mengarahkan antena ke Amerika, Jepang, Eropa, dan sebagainya. Kalau kita mempunyai kemampuan membaca atau membuat laporan propagasi pada tanggal-tanggal kontes tersebut, lakukanlah hal tersebut.

5. Lakukan kerjasama dengan rekan-rekan kita di Nusantara dalam menghadapi kontes. Ingat, bahwa dalam kontes yang mensyaratkan pengumpulan prefiks, rekan-rekan ORARI mempunyai potensi untuk menyumbang multiplier sebanyak 20 buah (tingkat YB dan YC) dalam satu band, terutama dalam 40 dan 80 meter !! Kerjasama dalam kontes, sistem DX alert atau DX cluster, tidak selalu diperbolehkan dalam sebuah kontes, tapi bikin perjanjian untuk muncul bersama dalam kontes tidak pernah ada yang melarang.

6. Cocokkan waktu kita, dalam komputer kita apabila menggunakan program khusus kontes, dengan Standar Waktu Internasional yang disiarkan pada frekuensi 5, 10, 15, dan 20 MHz.

Mengikuti Kontes

1. Segera mulai !! Kontes DX yang punya reputasi internasional pada umumnya pada 00.00 UTC atau jam 07.00 pagi WIB. Pada saat itu, dari Indonesia masih terbuka beberapa jalur propagasi, antara lain ke negara-negara Asia Timur, Amerika, dan Kepulauan Pasifik. Ini faktor yang menguntungkan, faktor yang kurang menguntungkan adalah Indonesia belum mengikuti liburan mingguan ala weekend, libur mulai Sabtu, sehingga sebentar lagi setelah kontes mulai, kita harus berangkat kerja.

2. Lihat kesempatan selama kontes, kapan kita harus mengejar poin dan kapan kita mengejar multiplier. Poin dapat kita kejar, misalnya dengan mengudarakan CQ, sedangkan multiplier kita cari dengan scanning pada band yang kita ikuti. Ingat, bahwa Jepang merupakan negara yang amat potensial menyumbangkan poin karena banyaknya contester yang biasanya ikut, dan banyak non contester yang menggunakan kesempatan kontes untuk mencari QSL.

Dalam mengejar multiplier, kita sering harus ikut antri dalam pile up, untuk ini, kita harus pandai memperhitungkan : tetap ikut pile up dengan optimisme segera dapat, atau rekam frekuensi tersebut dalam memori (memori dari transceiver atau kita catat di atas kertas), dan tinggalkan sementara pile up tersebut.

3. Apabila kita mengikuti klasifikasi multi band, pergunakan kesempatan pindah band untuk saling mempertukarkan multiplier, apabila ada stasiun yang minta untuk pindah. Kita juga bisa setiap saat meminta stasiun pindah band untuk keperluan itu. Dalam klasifikasi multi-multi (multi operator, multi band), permintaan pindah akan dijawab secara lebih rinci, bahwa pada band yang diminta telah ada operator yang bekerja pada frekuensi tertentu. Mencari multiplier dengan pindah band adalah efisiensi, karena call sign sudah dimengerti.

4. Duplikasi dalam QSO. Duplikasi dimaksudkan konormasi QSO dengan stasiun yang sama pada band dan mode yang sama. Apabila kita menyelenggarakan log kontes dengan cara manual, tanpa bantuan program khusus kontes dengan komputer, kita tidak usah takut menghadapi kemungkinan terjadinya duplikasi. Duplikasi baru akan menjadi ancaman yang mengandung penalti (hukuman) apabila dalam log kontes yang kita serahkan kepada panitia penyelenggara kontes ditemukan duplikasi yang tidak diberi tanda, serta diperhitungkan sebagai penghasil poin maupun multiplier.

 
Dirgantara Online - Vol 7 No 6 Nov-Des 1997
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space