Bengkel DXer
Tanya : Redaksi Yth, di SW1 frekuensi 3.5 MHz, saya temukan suara bebek. Apa maksudnya, dan bagaimana cara untuk mengembalikan suara aslinya ? (Zahra Maida Fathi, Depok Jabar)
Jawaban : Stasiun siaran gelombang pendek (SW) memakai modulasi AM (Amplitudo Modulation), sehingga semua radio tipe all wave akan menangkap gelombang ini, dengan cara yang sama seperti halnya siaran AM gelombang panjang dan menengah. Modulasi AM memang banyak dipakai radio-radio amatir, namun kini ada kecenderungan orang lebih banyak menggunakan transmisi SSB sebagai gantinya. Dengan alasan, penghematan daya, yang selanjutnya sudah tentu akan mempengaruhi pula pengeluaran biaya untuk keperluan komunikasi.
Jika transmisi ditata dengan pesawat penerima yang dirancang hanya untuk menerima siaran AM saja, sudah tentu bunyi yang ditangkap tidak akan bisa dimengerti karena berubah-ubah, sehingga suara aslinya tidak bisa dikenali. Burst suara ini terjadi karena sinyal pembawa radio dan sinyal SSB telah disingkirkan sebelum sinyal dipancarkan. Untuk mengembalikan bunyi ini ke percakapan aslinya, perlu disisipkan kembali gelombang pembawa yang dibangkitkan secara lokal pada pesawat penerima. CW morse yang merupakan penyambungan on atau off dari gelombang pembawa pemancar juga dipakai.
Bila sinyal ini ditata dengan pesawat penerima AM, biasanya akan terdengar serentetan bunyi klik yang tidak menghasilkan nada audio. CW akan mampu memberi nada audio bila disuntikkan gelombang pembawa yang dibangkitkan secara lokal. Generator pembangkit gelombang pembawa ini disebut Beat Frequency Oscilator (BFO). Beberapa metode digunakan untuk membangkitkan sinyal CW dan BFO. Misalkan sebuah CW tersedia pada 470 kHz dan BFO ditata pada 471/469 kHz, selisihnya (nada yang terdengar) adalah 1000 Hz.
Tinggi nada (pitch atau beat note) akan berubah-ubah sesuai dengan pengaturan frekuensi BFO. Karena itu, CW atau SSB dapat ditangkap oleh sebuah pesawat penerima yang pada mulanya hanya untuk menerima siaran AM, asalkan ditambahkan kombinasi osilator pembawa (BFO). Pada pesawat penerima untuk komunikasi atau tipe khusus lainnya, seperti yang banyak dipakai oleh radio-radio amatir, CO atau BFO seperti ini banyak dijumpai, di antaranya disertai pula dengan semacam detektor khusus untuk menerima sinyal.
Tanya : Redaksi Yth,
1. Dalam rubrik Antena edisi Nov-Des 1996, apa yang dimaksud dengan Saluran Daya ?
2. Bisakah power 1.000 watt diperbesar dayanya sampai sekitar 4-6 kali lipat ?
3. Bagaimana cara membuat rangkaian pada in/out-nya agar lebih linier ?
4. Apakah trafo yang cuma 30 A bisa dipakai ?
5. Mohon dijelaskan rangkaian power 700-1.000 watt yang linier dengan komponen yang terdapat di pasaran
6. Juga rangkaian muting wireless FM
(Ghea Ahmad Masrur, Aceh Utara)
Jawaban :
1. Saluran Daya ialah arus bolak-balik (PLN) AC atau jaringan listik 220/110 volt. Aturlah sedemikian rupa, sehingga tidak mengganggu sinyal radio Anda.
2. Bisa dengan memparalelkan transistor power sampai beberapa kali, tetapi dengan tetap memperhitungkan arus catu dayanya, dan impedansi beban harus cukup rendah
3. Dengan mengganti penguat depan dengan penguat depan dari penguat Mosfet 2x140 W
4. Bisa
5. Wah, panjang juga kalau diuraikan di sini, tetapi secara garis besar, Anda bisa mendapatkannya dengan membuat penguat Mosfet 2x140 W, dengan memparalelkan beberapa Mosfet lagi untuk Power Amp, sehingga sanggup mengendalikan beban sekitar dua atau lebih kecil.
6. T= 60V CT 30A, C1= C2= 10kpF 1kV, C3= C4= 100nF 150V, C5= C6= 47mF 100V, Dioda 35A 600V, L1= L2= choke bisa dibuat dengan beberapa kawat diameter 0.7-1 mm.
Tanya : Redaksi Yth, bagaimana cara membuat tuner FM yang sederhana ? (Amir Mukminin, Pangkalanbun, Kalteng)
Jawaban : rangkaian tuner FM ini cukup sederhana, dan biaya pembuatannya relatif rendah. Inti rangkaian adalah sebuah chip 9 pm tipe AN 7205, yang di dalamnya sudah terdapat pra penguat RF dan mixer, sehingga kita tinggal menghubungkan keluaran dengan rangkaian (IF ke FM) atau amplifier. Pembuatan rangkaian juga tidak terlalu sulit, karena chip yang dipakai sudah saya sederhanakan pembuatannya. Kepekaan rangkaian sekitar 2uVolt, cukup untuk pesawat penerima pada umumnya. Varco yang dipakai adalah Varco FM, cukup satu saja. Penambahan Tr1 yaitu C2026 adalah untuk menambah kepekaan rangkaian.
Untuk penyetelan, pertama, putarlah inti batang ferit pada L1 (lilitan) hingga masuk ke koker dan kedudukannya sama tinggi dengan koker, begitu pula L2 dan L3. Lalu putarlah varco sampai dapat menangkap sebuah stasiun pemancar. Jangkauan frekuensi dapat diubah dengan merapat dan merenggangkan L4. Untuk antena, hanya dengan kabel satu meter pun penerimaan lokal dengan baik dapat dimungkinkan. Rangkaian tuner ini dapat dihubungkan dengan rangkaian IF yang PCB-nya ada di toko-toko, misalnya PCB Ronika SC706 Super FM Tuner, yang harganya relatif murah dan mutunya pun tidak mengecewakan.
Daftar komponen : L1 4L 0.6 diameter 0.5 cm. L2, L3 6L 0.6 diam. 0.5 cm. L4 3L 0.6. R1 220 ohm. R2 100 kilo ohm. R3 560 ohm. C1 47pF. C2 82pF. C3 1nF. C4, C7 10nF. C5, C6 30pF. VCL Varco FM. CF1 10.7 MHz. Tr1 C2026. IC1 AN7205.