Laporan dan Berita
Pengantar : Di sela-sela Tea Reception at RSI, ketika berkunjung ke Singapura atas undangan Radio Singapura Internasional dan Great Singapore Sale, redaksi Dirgantara, Herbert Sunu Budihardjo (HSB) sempat mewawancarai Ketua Seksi Melayu Radio Singapura Internasional, Ibu ZAENAB RAHIM (ZR). Tulisan berikut diturunkan untuk melengkapi laporan terdahulu, "Melongok Dapur RSI". Tahukah Anda ... RSI ialah stesyen internasional Perbadanan Radio Singapura ? ... bahawa penyiar RSI, 8 orang kesemuanya, termasuk seorang warga Indonesia ?
HSB : Ibu Zaenab Rahim, mengapa Seksi Melayu RSI didirikan, serta apakah tujuannya ketika itu ?
ZR : Sebenarnya RSI Seksi Melayu merupakan sebagian dari pada Perbadanan Radio Singapura Internasional (RCS), dan ia merupakan cawangan internasional untuk mendekati anak Singapura yang menyerantau. Karena dalam kebelakangan ini, usaha-usaha untuk menggalakkan anak Singapura untuk menginvestasikan di luar dari Singapura digalakkan. Jadi, kami mengambil kesempatan untuk mengadakan siaran, agar mereka yang menyerantau dapat maklumat informasi mengenai Singapura sendiri. Di samping itu, dalam bahasa Melayu yang dapat dipakai anak-anak Indonesia, Malaysia. Jadi kami mengambil peluang untuk mengadakan acara-acara yang ada hubungannya dengan orang-orang di rantau ini.
HSB : Secara umum, acara yang disuguhkan RSI tercakup dalam buletin, yang terdiri dari ekhwal semasa, informasi dan gaya hidup serta musik dan hiburan. Berapakah perbandingan antara berita, informasi, hiburan, serta musiknya ?
ZR : Sebenarnya, kami mengambil acara kasar, yaitu 60% merupakan spoken words (bercorak informasi) dan 40% lainnya berupa musik dan hiburan.
HSB : Bagaimanakah profil pendengar RSI, dan berapakan jumlah pendengarnya ? Serta kebanyakan pendengar berasal dari negara mana ?
ZR : Profil pendengar RSI ? Belum pernah mengadakan tinjauan secara besar-besaran, tetapi dari surat-surat yang kami terima, kebanyakan mereka tergolong sebagai orang muda, dan boleh dikatakan karyawan. Dan memandangkan bahwa di rantau ini, negara jiran adalah Indonesia dengan 200 juta penduduk. Jadi dapat dikatakan, kebanyakan pendengar RSI dari Indonesia.
HSB : Rata-rata dalam sebulan menerima berapa surat ? Serta apa keinginan pendengar dalam surat tersebut ?
ZR : Rata-rata setiap bulan 2.000-5.000 pucuk surat, dan kebanyakan surat ini meminta lagu-lagu diputarkan, atau juga membuat komen acara yang kami adakan.
HSB : Apakah di RSI penyiar sekaligus produser atau penerbit ?
ZR : Memang di RSI penyiar penerbit adalah satu orang sendiri, dia juga menghasilkan sebuah acara, mengeditnya, dan kemudian menyiarkan kembali.
HSB : Bagaimana pembagian tugasnya ? Tergantung pada acara yang diasuh, atau ada ketentuan dari ketua seksi ?
ZR : Pembagian tugas tergantung kepada minat atau kecenderungan seorang penerbit atau penyiar. Kalau ia lebih condong kepada hal-hal informasi, akan ditugaskan untuk menyiarkan acara seperti itu, dan kalau ia lebih bercorak hiburan, Roslinda misalnya, dengan suaranya yang begitu lunak, kami akan biarkan dia mengeluarkan acaranya sendiri.
HSB : Jadi masing-masing penerbit diberi keleluasaan yang khusus begitu ?
ZR : Mereka diberi pemilihan dan mungkin juga diberi semacam dorongan untuk menghasilkan sesuatu mengikuti minat, kegemaran, dan keahlian masing-masing, juga kelulusan.
HSB : Berapakah jumlah penyiar seksi Melayu, dan berapakah jumlah orang Indonesia yang bekerja di sini ?
ZR : Setakat ini ada 8 orang yang menjadi penyiar di sini, dan salah satu diantaranya mereka anak Indonesia, Pak Chandra Mualim, tentunya pendengar-pendengar tentu kenal dengannya. Pak Chandra juga menjadi semacam konsultan kami dalam hal-hal bahasa Indonesia. Dan mungkin juga selera rasa sensitifity anak Indonesia di sana.
HSB : Apakah ada perbedaan antara penyiar tetap dan tidak tetap ?
ZR : Oh ya tentunya, 8 orang yang saya katakan tadi penyiar tetap dan mereka merupakan penyiar sepenuh masa. Sementara yang tidak tetap, kami ambil untuk menjadi juru acara, atau pun menerbitkan hanya satu-satu acara saja.
HSB : Berapa jam mereka bekerja dalam sehari ?
ZR : Sebenarnya, sebagai seorang penyiar, seorang profesional, masa bekerja itu tidak terikat. Selalunya, kami bekerja di kantor dari jam 08.00 pagi hingga 06.00 petang, tapi siaran dilakukan sebelah malam. Jadi saya bersifat fleksibel dalam hal ini, yang penting adalah kualitas penyiaran mereka, kualitas tugas mereka. Itu adalah baik, itu yang dipentingkan.
HSB : Dari manakah RSI memperoleh sumber berita, dari kantor berita ataukah dari wartawannya di luar negeri ?
ZR : Sebenarnya RSI tidak mempunyai wartawan di luar negeri, sebab itu, kami sering menghantar penyiar kami untuk ke luar negeri. Membuat siaran, ataupun mengumpulkan bahan untuk membuat suatu acara. Dan membuat berita, tergantung dari unit berita di RCS sendiri.
HSB : Mengapa khusus seksi Melayu tidak menempatkan wartawan di Jakarta, padahal siaran ini ditujukan ke wilayah Indonesia ?
ZR : Sebabnya, tujuan RSI untuk mendekati anak-anak Singapura di rantauan, dan sambil berkenalan dengan anak-anak rantauan ini juga. Bukannya tujuan kami untuk membuat liputan negeri-negeri atau wilayah serantau, sebab itulah kami tidak menempatkan penyiar di Jakarta.
HSB : Kalau begitu, tidak ada kemungkinan untuk mengangkat stringer di Indonesia ?
ZR : Kami ingin mengetahui perkembangan di sana, agar persepahaman lebih dapat terjalin, bukan hanya kami di Singapura, tetapi juga di Jakarta. Kalau ada stringer yang dapat memberi bantuan, akan kami hargai, akan kami hubungi.
HSB : Apa semua siaran dilakukan secara live ? Berapa waktu yang dipergunakan untuk satu mata acara, misalnya Fokus Semasa ?
ZR : Fokus Semasa adalah siaran harian, diterbitkan setiap hari, jadi diusahakan sepanjang hari itu, dan mungkin juga urusan untuk membuat appoinment untuk wawancara terlebih dahulu. Itu semuanya bergantung pada kebijakan penyiar-penyiar sendiri.
HSB : Kini RSI mengudara dalam jangka waktu tiga jam sehari. Mengapa hanya siaran malam saja yang diberlakukan ? Apa tak mungkin diadakan perubahan untuk menyiarkan acara pagi hari ?
ZR : RSI semasa dimulakan tahun 1994 dulu pernah mengadakan siaran waktu pagi, tapi disebabkan udara begitu sesak oleh siaran-siaran lain, mutu siaran kurang baik, langsung dihentikan. Sebab itu, kami hanya mengadakan siaran pada waktu malam.
HSB : Saat ini Radio Australia dipotong jam siarnya hanya pagi hari. Itu pun mulai tanggal 1 Juli, sampai saat ini tidak dapat dimonitor sama sekali. Apakah hal tersebut tidak dimanfaatkan oleh RSI ?
ZR : Ini belum lagi dipertimbangkan.
HSB : Beberapa mata acara tetap, antara lain Bicara, Secangkir Kopi, kian banyak digemari. Bagaimanakah proses kelahiran acara acara ini ?
ZR : Sebenarnya, acara Secangkir Kopi, Bicara, dan juga yang lain-lain, selalunya adalah sumber ilham dari penerbitnya sendiri. Dan kami akan membahasnya, dan kami akan mengadakan rancangan pilot untuk didengarkan ramai-ramai, dan penilaian dibuat berdasarkan penilaian rancangan itu disiarkan.
HSB : Kali ini sudah tiga tahun RSI menyelenggarakan semacam sayembara dengan hadiah bagi para pemenangnya diundang untuk mengunjungi Singapura. Mengapa undangan ini hanya dikaitkan dengan Great Singapore Sales ?
ZR : Sebenarnya usaha kami untuk memberikan hadiah kepada pendengar-pendengar supaya datang ke Singapura sempena GSS adalah sebagai penghargaan kepada pendengar pendengar setia RSI, dan diadakan semasa acara GSS dijalankan karena kami senang mendapat sponsor semasa acara ini diadakan. Jadi hadiah yang lebih baik dapat kami berikan sebagai tanda penghargaan kepada pendengar.
HSB : Apakah hadiah radio yang akan diberikan untuk periode tahun ini diberikan atas kerja sama dengan produsen elektronika ?
ZR : Tidak.
HSB : Mengapa tidak ada kerja sama antara RSI dengan lembaga keradioan di Indonesia, baik RRI maupun radio swasta ?
ZR : Sebabnya RSI adalah sebuah stasiun yang baru ditubuhkan hanya berusia kira-kira tiga atau empat tahun didirikan, dan kami sendiri sedang mengkonsolidasikan sumber-sumber daya, dan usaha-usaha yang kami jalankan. Memang, kami ingin untuk mengadakan kerja sama dengan radio swasta atau RRI, tetapi mungkin di hari muka nanti.
HSB : Persaingan radio luar negeri dalam jam siaran sangat ketat, apakah RSI tidak takut persaingan, mengingat pada waktu yang bersamaan, BBC, Radio Nederland, serta Suara Amerika, juga menyelenggarakan siaran ?
ZR : Tentang persaingan, sebenarnya terdapat di mana saja, jadi kalau kita takut, habis sekali, tidak terdapat RSI langsung. Jadi, kita terpaksa menghadapi persaingan dengan sikap positif.
HSB : Penerbitan buletin berkala "RSI Teman Anda". Apakah dipengaruhi oleh banyaknya jumlah pendengar ? Berapa eksemplar setiap kali diterbitkan ?
ZR : Sebenarnya, penerbitan RSI Teman Anda disebabkan oleh usaha kami untuk mendekati pendengar-pendengar kami di mana saja, dan setiap kali kami menerbitkan kurang lebih 5.000 naskah. Dan ini tidak dipengaruhi oleh seramai yang menulis atau tidak kepada kami, karena sebagaimana yang Bapak ketahui, yang kadang-kadang siaran SW ini mungkin terkendala. Jadi melalui buletin, kami dapat merapatkan lagi hubungan silaturahmi antara sesama pendengar dan penyiar.
HSB : Berapakah jumlah monitor teknik yang berada di kawasan ASEAN ?
ZR : Semulanya, kami ingin melantik kira-kira 10 orang, tapi setakat ini hanya 7 orang, karena monitor-monitor ini kami hubungi, dan mereka telah memberikan jawaban positif, dan setakat ini sumbangan mereka kami hargai.
HSB : Mengapa hanya mengembangkan monitor teknik saja, tidak mengembangkan monitor program ? Sementara dari kenyataannya, monitor program lebih baik sumbang pemikirannya dibandingkan monitor teknik.
ZR : Tidak. Sebenarnya, dalam memonitor, kami minta memonitor keduanya, teknik dan program.
HSB : Tetapi, dalam hal monitor program, hanya pokok mata acaranya saja, sedangkan isinya tidak ?
ZR : Isinya juga diberikan penilaian oleh pihak-pihak yang memonitor rancangan kami. Diberikan penilaian, bukan saja bagus atau tidak bagus, malahan cadangan berita juga diberikan kepada kami.
HSB : Apakah sebenarnya yang dikehendaki oleh RSI dari pendengarnya ? Di luar yang ditujukan kepada warga Singapura yang berada di rantau ?
ZR : Sebagai sebuah stasiun siaran, tentunya kami ingin menghubungi pendengar-pendengar, baik anak Singapura di rantauan, ataupun anak Indonesia, Malaysia, pendengar-pendengar yang dapat menangkap siaran kami. Dan yang kami harapkan dari mereka adalah lapor balik, partisipasi dan komen tentang program kami. Apa yang penting ialah supaya kita dapat memahami satu sama yang lain.
HSB : Menyongsong milenium 2000, di mana kejayaan teknologi mampu mengatasi segala hambatan, dengan demikian peran radio lebih diutamakan. RSI akan mengembangkan audio direct broadcasting, apakah yang dimaksud dengan istilah itu ?
ZR : Istilah engineering, saya kurang tahu masalah itu.
HSB : Dalam setiap pertemuan yang diadakan oleh pendengar, RSI tak mau ketinggalan, senantiasa aktif berpartisipasi, baik dengan mengirimkan wakilnya ataupun dengan memberikan barang-barang kenangan untuk pendengarnya. Apakah ini termasuk salah satu kiat, agar tidak ditinggalkan pendengarnya ?
ZR : Itu yang kami harapkan, kami selalu berusaha karena sebagai sebuah stasiun yang baru dan kecil, kami harap dapat menyenangi hati dan naluri pendengar-pendengar kami.
HSB : Apakah di tahun-tahun yang akan datang, akan mengundang juga pendengar untuk datang ke Singapura dalam kaitannya dengan GSS ?
ZR : Insya Alloh, ya !!
HSB : Apakah tidak ada kemungkinan untuk mendirikan seksi Indonesia mengingat kebanyakan pendengar berasal dari Indonesia ?
ZR : Ini sebenarnya telah kami usahakan, sejak RSI ditubuhkan. Memandangkan cost-nya, biaya agak tinggi, dan memerlukan logistik, dan kami baru saja berjinak-jinak dalam penyiaran internasional. Jadi ini mungkin akan mengambil masa yang sedikit lagi. (Bersambung)