Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 7 No 5 Sep-Okt 1997
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Salam Kutoarjo
Uji Coba Radio
Laporan Berita
Profil Stasiun
Sejarah Radio
Bengkel DXer
Komunikasi
Amateur Radio
Review Top 50
Redaksi

Volume 7
  Teknologi Komunikasi
Program Tahun 30-an dari Sebuah Radio Kuno

Apabila salah satu dari pembaca Dirgantara mempunyai sebuah radio kuno, janganlah dicampakkan begitu saja, apalagi dijual ke tukang loak. Siapa tahu ketika radio tersebut Anda putar tombolnya, terdengar program yang pernah diudarakan pada tahun tiga puluhan seperti ini. Dua anak kecil menemukan sebuah radio tua pada sebuah gudang, kemudian membawanya ke sebuah atap rumah mereka di sebelah utara Georgia, Amerika Serikat. Dianggapnya radio tersebut sudah rusak, ternyata masih berfungsi, saat tombol diputar.

"Anak-anak memanggil saya," kata pemilik radio yang tak mau disebut namanya. "Ketika saya datang ke atap, saya mendengar Presiden Roosevelt sedang berbicara tentang depresi ekonomi. Saya segera menyuruh anak-anak turun memanggil mekanik langganan untuk memeriksa radio tua tersebut. Radio tua tadinya milik ayah saya yang sudah sejak lama meninggal. Sepengetahuan saya, radio tersebut sudah rusak sejak tahun 1934, sehingga ayah saya membuangnya ke gudang."

Pemilik radio tua segera menyewa beberapa ahli telekomunikasi untuk memeriksa radio tua dan rusak berat tersebut. Namun sampai saat ini, para ahli telekomunikasi di Amerika Serikat belum bisa memberikan kesimpulan mengapa radio tua itu menyiarkan siaran yang berbeda dengan radio lain yang lebih modern. Para ahli telah menangkap siaran 12 jam penuh dari program program yang sebenarnya disiarkan tahun 1934. Seluruh siaran yang ada pada gelombang radio itu memang berasal dari tahun 1930.

"Saya secara jelas mendengarkan siaran radio dari penyiar terkenal, Walter Winchell, dan saya dapat pastikan bahwa siaran itu bukan siaran rekaman," kata salah seorang mekanik. "Saya tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Saya hanya bisa memperkirakan bahwa ada sesuatu yang gaib pada radio ini, atau kalau tidak, ada orang yang memiliki peralatan siaran yang sangat canggih sekali, sampai tidak ada ahli lain yang tahu peralatan itu."

"Kami memeriksa radio tua itu dengan mempergunakan peralatan yang termasuk paling canggih di Amerika Serikat, bahkan harga peralatan yang kami pakai seluruhnya bisa mencapai satu juta Dollar. Tetapi anehnya, kami sama sekali tidak bisa mendapatkan jawaban dari mana siaran itu dipancarkan. Biasanya, untuk mengetahui lokasi sebuah pemancar, kami hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Hal ini tidak hanya berlaku di Amerika Serikat."

"Karena sedemikian canggih peralatan kami, bisa mendeteksi lokasi asal gelombang radio yang dipancarkan di tempat paling terpencil di dunia. Namun untuk kasus radio tua ini, kami sama sekali tidak berhasil menemukannya. Radio tua itu terus saja menyiarkan siaran siaran tahun 1930-an. Padahal, kalau melihat kondisinya, kami sangat meragukan radio ini bisa menerima gelombang radio dari mana pun. Kami tak tahu bagaimana radio rusak bisa menerima gelombang radio dengan jelas."

Pertanyaannya sekarang adalah apakah siaran itu datang melalui fenomena yang gaib atau melalui penggunaan peralatan teknologi super canggih, yang menyiarkan siaran ulang tahun 1930-an pada radio tua itu ? Ataukah ini suatu bentuk perjalanan waktu (time tunnel). Wallahu alam bissawab !! (Buana Minggu / ASB)

Radio Satellite Integrators

Sekalipun harga produk teknologi amat mahal dan di luar jangkauan kita, namun merupakan semacam keharusan bagi masyarakat untuk terus menyimak teknologi menghadapi globalisasi informasi dan perdagangan. Hal seperti itu agaknya berlaku bagi produk RSI (Radio Satellite Integrators), sebuah perlengkapan canggih untuk memonitor keberadaan mobil, kapal laut, maupun pesawat udara secara akurat. Dengan alat tersebut, posisi sarana transportasi itu dapat diketahui secara pasti lewat stasiun pengendali, yang memanfaatkan semua satelit komunikasi yang ada di sekitar kita, seperti Inmarsat, dan lain-lain.

Apabila produk tersebut dipasang di kapal laut rute Jakarta - Irian Jaya, posisi kapal tersebut dapat dimonitor setiap saat. Titik koordinatnya dapat tergambar jelas di layar komputer yang memonitornya, sehingga setiap penyimpangan yang berkaitan dengan pengeluaran biaya operasi atau demi penghematan bahan bakar, dapat ditangani secara efektif dan efisien. Begitu pula jika terjadi musibah, posisi terakhir sarana transportasi itu dapat diketahui dengan pasti, sehingga memudahkan upaya bantuan dan pertolongan.

Perlengkapan itu sudah biasa dipakai oleh negara maju di dunia. Kini, untuk mengenal perlengkapan tersebut, Anda tidak perlu ke luar negeri, begitu penjelasan W. (Fred) Omer Cooper, Direktur PT Freindo ME. Perusahan tersebut selama ini telah memasarkan perlengkapan GPS (Global Positioning System). Informasi perlengkapan itu amat perlu bagi para pengambil keputusan di perusahaan pelayaran, penerbangan, armada pengangkutan barang berharga, yang amat berharga terhadap keamanan. (Mutiara / HSB)

Radio Thrunking Bisa Kontak ke Telepon

Penggemar komunikasi radio kini bertambah gembira, karena opearator radio thrunking sudah mulai diizinkan melakukan kontak dengan pesawat telepon, sehingga mereka merasakan kenikmatan ganda. Kesempatan serupa itu sudah cukup lama dinanti-nantikan, walaupun konon dikhawatirkan akan menghambat perkembangan pasar telepon selular. Namun kenyataannya tidak demikian, radio thrunking diminati oleh kalangan dan profesi tertentu.

Sebagai teknologi komunikasi, radio thrunking memiliki keunggulan tertentu yang tidak bisa dinikmati pengguna telepon. Misalnya, untuk komunikasi suatu tim kerja, lalu menyelenggarakan "rapat maupun diskusi di udara" oleh suatu kelompok kerja yang mementingkan kebersamaan langkah. Katakanlah, tim polisi yang bertugas untuk menangkap penjahat atau buronan, atau tim penolong dengan operasi ambulans untuk melakukan evakuasi. Dengan radio thrunking yang terpasang di semua rumah sakit, dapat dilakukan koordinasi terpadu secara langsung.

Apalagi, pesawat radio thrunking model terakhir yang full duplex dapat digunakan berkomunikasi seperti handphone biasa, tanpa harus bergantian bicara dengan mitra bicara seperti komunikasi pada radio konvensional. Belum lagi, hitungan pulsanya lebih murah dari pada telepon. Kita tidak perlu memasang antena tinggi, cukup setinggi antena handphone. (Mutiara / HSB)

 
Dirgantara Online - Vol 7 No 5 Sep-Okt 1997
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space