Profil Stasiun
Melongok Dapur Radio Singapura Internasional
Pengantar : Dalam kesempatan mengunjungi Singapura atas undangan RSS / GSS Promotion's bulan Juli silam, rekan Herbert Sunu Budihardjo berkesempatan melihat studio RSI. Berikut sebagian tulisannya, yang akan dimuat secara bersambung.
Bertemu Hassan Salleh Lagi
Bandara Changi tertata apik dengan arsitektur modern, dilengkapi dengan berbagai petunjuk memudahkan siapa saja yang pertama kali mengunjungi negeri Singapura. Setelah membereskan passport, dan menenteng barang bawaan, nampak di kejauhan lambaian tangan sobat lama, Hassan Salleh. Ini untuk ketiga kalinya saya bertemu dengan penyiar RSI paling cakep tersebut. Setelah itu, saya, Nurdin, bersama dengan pendengar RSI seksi Mandarin, Miss Kantha Pantaveesup, diantar Hassan Salleh menuju ke Sangrila's Rasa Sentosa Resort, hotel berbintang lima tempat menginap.
Welcome Tea Reception at RSI
Secara resmi, para pemenang Great Singapore Sale Promotion, yang bekerja sama dengan RSI, diterima di Gedung RSI, dilanjutkan dengan minum teh dan kopi. Rombongan pemenang, terdiri dari enam orang, dua dari seksi Melayu, yaitu C.R. Nurdin dan saya sendiri mewakili pendengar dari Indonesia, dua orang dari Seksi Mandarin, Miss Kantha Pantaveesup dari Penang, serta Miss Ketsara Kumpoompraset dari Bangkok, dari seksi Inggris, Datuk James Swee Leem Ong dan Chong Han Nee dari Kuala Lumpur.
Seusai acara ramah tamah, dilanjutkan keliling melihat studio RSI, mulai dari bagian teknik, studio rekaman, dan studio penyiaran. Penulis sendiri diwawancarai oleh Ibu Hayatee Yusof untuk mengisi acara Memori. Dalam kesempatan ini pula mewawancarai Ibu Zaenab Rahim, Pengurus Rancangan Bahagian Melayu (Baca rubrik Laporan dan Berita yang akan datang).
Jumlah Pendengar dari Indonesia Lebih Banyak
Kini, sebagian terbesar dari pendengar RSI berasal dari Indonesia. Terbukti dari jumlah surat yang masuk, yang berisikan permintaan lagu melalui acara Selekta SW dan Salam Seberang Untukmu, maupun mereka yang mengikuti sayembara Kotak Pos. "Sebenarnya, penyiaran kami dikhususkan untuk rantau ini, dan pengkhidmatannya berdedikasi. Ia menyiarkan apa yang berlaku di Singapura, dan menafsirkannya mengikuti kesannya ke atas rantau ini secara menyeluruh.
Ia memberi kesempatan kepada anak Singapura menyerantau dan dalam masa yang sama mengekalkan hubungan dengan republik ini," jawab Ibu Zaenab Rahim, ketika ditanya tujuan RSI seksi Melayu didirikan. Salah satu hal yang pasti, siaran RSI dapat didengar dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, dan sekitarnya. Bahkan, ada juga pendengar dari Arab Saudi dan Jepang.
Beragam Mata Acara yang Disuguhkan
RSI dalam bahasa Melayu disiarkan selama tiga jam sehari, pukul 18.00-21.00 WIB, melalui frekuensi 6130 dan 7250 kHz, hanya saja, untuk frekuensi 7250 kHz sering berhimpitan dengan Radio Warna, yang siarannya dapat ditangkap dengan jelas dari Indonesia. Pada mulanya, pernah dicoba siaran pada pagi hari, akan tetapi jangkauan sasarannya sangat kecil. Beberapa mata acara, antara lain :
1. Buletin yang berisi berita ringkas, yang diudarakan tiap setengah jam
2. Ekhwal Semasa yang berisikan isu-isu semasa mengenai Singapura, rantau, dan dunia, yang terbagi dalam : Fokus Semasa dan Rumusan Mingguan. Komentar yang mengupas perkembangan ASEAN, Asia dan dunia, serta Lidah Serantau, yang membawakan pandangan akhbar akhbar utama rantau ini mengenai isu-isu utama sekitar Asia.
3. Informasi dan Gaya Hidup yang terdiri dari beberapa mata acara, antara lain : Kampung Net, yang membawa pendengar meneroka potensi luas penggunaan Internet; Famili dalam Islam, mendekati isu-isu sosial dan sains dari pandangan Islam; Sekar, dunia seni di Singapura dan sekitarnya; Imbasan Silam, dengan pengasuhnya Roslinda Rahmat mengajak pendengar mengunjungi tempat-tempat bersejarah Singapura melalui drama dokumenter.
Kelab RSI, melalui pengasuhnya Norshima Abdul Aziz mengenalkan kepada para pendengar Singapura sahabat pena dan aktivitas remaja di luar negeri; Sudut Medika, Ibrahim Jamil membawakan berita kesehatan dan segala bidang yang berkaitan dengan kajian teknologi perobatan; Bicara, bersama Hassan Salleh dan Agung Setiadi membicarakan isu-isu semasa yang ditimbulkan para pendengar; Kotak Pos, soalan-soalan pendengar dilayani Hayatee Yusof dan Zalfi Hasril.
4. Musik dan Hiburan : Salam Seberang Untukmu, melayani surat, permintaan lagu dari pendengar, sambil mengeratkan silaturahmi; Secangkir Kopi, membawakan obrolan bersama tamu rantauan di Singapura; Selekta SW, memenuhi permintaan lagu dan ucapan selamat dari pendengar; Koleksi Temporari, memutarkan lagu-lagu terbaru; Seleksi Serantauan, memutar lagu berbagai daerah rantauan Asia.
Seramai Lapan Kaki Tangan RSI
Bagi Anda pendengar yang senantiasa setia mendengarkan berbagai mata acara yang disuguhkan oleh RSI, tentunya akrab dengan suara suara mereka yang tergabung dalam kaki tangan RSI. Ternyata, tidak semua penerbit penyiar RSI anak tempatan, ada seorang anak watan Indonesia yang bertindak sebagai bahan rujuk. Siapakah dia ? Benar, dialah Tjandra P. Mualim, mantan penyiar Seksi Indonesia Radio Nederland, yang bertugas selain sebagai penerbit penyiar, membantu mengatasi sebarang kemusykilan dari segi penggunaan bahasa.
Kaki tangan RSI tersebut terdiri dari pelbagai usia yang mempunyai pengalaman dalam bidang keradioan, maupun bidang lain. Akan tetapi, mereka kelihatan sangat kompak. Sementara penyiar lainnya adalah : Zainab Rahim, Pengurus Rancangan (Kepala Seksi) Melayu RSI; Hayatee Yusof, Penerbit Penyiar Eksekutif; Ibrahim Jamil, Tjandra P. Mualim, Norshima Abdul Aziz, Othman Bohari, serta Hassan Salleh, kesemuanya adalah Penerbit Penyiar.
RSI Teman Anda
Seperti halnya beberapa stasiun luar negeri, RSI selain memberikan beberapa cindera mata melalui serangkaian acara, seperti Kotak Pos, juga menerbitkan Buletin "RSI Teman Anda". Buletin tersebut dapat diminta langsung. Bagi para anggota IDXC, bisa minta secara langsung melalui Redaksi Dirgantara, selama persediaan masih ada. Tentunya, lebih cepat bila menyertakan perangko untuk biaya pengiriman.
Harapan Terhadap RSI
"Saya ingin membantu mendirikan seksi Indonesia di sini. Menjadi perantara antara Singapura dan Indonesia," demikian kata Mas Tjandra P. Mualim, yang bertugas menyiapkan rancangan Bercorak Berita dan Ekhwal Semasa. Benarkah Seksi Indonesia akan didirikan ? Tentunya, para pendengar RSI di Indonesia terus berharap, hanya saja kapan realisasinya, hanya sang waktu yang akan menjawabnya. (HSB)
Kanada Berbicara kepada Dunia
Pada tanggal 25 Februari 1945, di mana Perang Dunia II masih berlangsung, berdirilah satu stasiun radio internasional. Dalam suasana kegelapan karena perang, dengan secercah harapan untuk perdamaian, Perdana Menteri W.L. MacKenzie King berpidato memperkenalkan stasiun SW baru, dengan tujuan menyuarakan pandangan hidup Kanada ke segenap penjuru dunia. Lahirlah CBC International Service yang selanjutnya dikenal sebagai Radio Canada International.
Ide untuk membentuk stasiun radio internasional sudah ada sejak tahun 1930-an, dengan dilakukannya beberapa studi oleh Dewan Gubernur CBC, yang sampai pada kesimpulan bahwa Kanada memerlukan satu stasiun radio untuk menyebarluaskan pandangan Kanada ke seluruh dunia. Pada awal tahun 1940-an, kebutuhan ini pun terlihat dengan dibentuknya Badan-badan Siaran Parlemen.
Akhirnya pada tahun 1942, Perdana Menteri King mengumumkan bahwa Kanada akan mendirikan sebuah stasiun radio SW, yang akan berusaha menyuplai berita dan sajian-sajian dari Kanada bagi anggota AB Kanada yang bertugas di luar negeri. CBC International Service menjadi kenyataan, dengan ditandatanganinya suatu Order in Council tanggal 18 September 1942. Salah satu tugas yang dihadapi adalah menentukan lokasi studio dan fasilitas pemancarnya.
Selanjutnya, diputuskan untuk menempatkan studio di gedung Radio Canada di Montreal, yang dianggap ideal, karena di sana CBC memiliki fasilitas produksi yang lengkap dan banyak tersedia penyiar berbahasa Inggris dan Perancis. Pemancar akan dipasang di Sackville, New Brunswick, setelah diadakan studi mendalam tentang siaran-siaran radio antara Kanada dan Eropa. Selama tahun 1943, dua buah pemancar berkekuatan 50 kW dan satu jaringan antena didirikan. Akhir tahun 1941, fasilitas produksi dan bangunan untuk pemancar sudah siap untuk siaran percobaan.
Siaran-siaran percobaan yang dimulai pada tanggal 25 Desember 1944 disiarkan bagi anggota AB Kanada yang berada di Eropa, dalam bahasa Inggris maupun Perancis. Walaupun acara-acaranya masih merupakan tes pemancar, tetapi jumlah pendengar dari anggota AB Kanada dan negara-negara Eropa makin bertambah banyak. Percobaan-percobaan berlangsung terus selama dua bulan, sebelum hubungan pemancar dan studio dinyatakan oke.
Awal tahun 1945, diumumkan bahwa CBC International Service sudah siap dan akan benar-benar on air pada tanggal 25 Februari. (Disarikan dari booklet yang ditulis dan diproduksi Radio Canada International oleh Andrew K. Finnie)