Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 7 No 4 Jul-Agu 1997
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Profil Stasiun
Komunikasi
Tinjauan Buku
Sosok
Sejarah Radio
DX Tips
Antena
Amateur Radio
Salam Kutoarjo
Redaksi

Volume 7
  Profil Stasiun
All India Radio

Bagi Anda penggemar film India berbahagialah diri Anda, karena dimanjakan oleh TV swasta yang setiap hari memutar film dari negeri Gangga itu. Anda pasti ternganga melihat liukan tubuh penari nan cantik khas India, dan tentu saja lagu-lagunya yang selalu rancak, mengundang kita untuk bergoyang. Selain dimanjakan media pandang dengar di kota-kota tertentu, penggemar lagu India dimanjakan radio swasta.

Tanpa ragu-ragu, beberapa radio swasta mengekspose lagu India sebagai menu, yang tenyata banyak diminati. Tapi tahukah Anda, bila ada radio siaran luar negeri yang juga menyiarkan siaran dalam bahasa Indonesia dari negeri India ? All India Radio, demikian nama yang dikenal, memang kurang populer di telinga pendengar radio gelombang pendek di Indonesia.

Di samping waktu siaran yang kurang tepat bagi para pendengar di Indonesia, 15.45-16.50 WIB. Frekuensi yang digunakan juga kurang tepat, mengudara pada 17387 khz untuk radio tertentu tidak terjangkau, masih untung ada 15050 khz. Dalam kesempatan mengunjungi Nederland, DR. DILLIP CHANDRA, Kepala Seksi All India Radio Siaran Bahasa Indonesia, diwawancarai oleh Radio Nederland. Berikut, kami turunkan petikan wawancara tersebut.

RN : All India Radio mengudara dalam berapa bahasa ?
AIR : Kira-kira 15 bahasa setiap hari, dari kawasan Asia Tenggara termasuk bahasa Burma, Muangthai, Nepali, Tibet, dan Cina, serta tak boleh dilupakan bahasa Indonesia.

RN : Kira-kira berapa orang yang bekerja di All India Radio ?
AIR : Yang langsung terlibat dalam dirumuskannya program itu, saya kira hampir 200 orang dan kalau dihitung staf administrasi, dan penulis skripsi, dan lain-lain, itu barangkali 500 lebih.

RN : Siarannya itu sendiri dipancarkan pada gelombang pendek ?
AIR : Ya betul, melalui gelombang pendek, dan setiap hari bahasa Indonesia cuma satu jam siarannya, pukul 14.00-15.00 Waktu India.

RN : Isi siarannya apa saja ?
AIR : Biasanya, acara-acara yang tetap adalah kita mulai dengan warta berita, disusul oleh satu komentar mengenai topik yang hangat pada saat ini. Dan juga, apa yang disebut tinjauan pers, yang termasuk kutipan kutipan dari pers India, dan ini kami sajikan karena biasanya pers mempunyai opini yang kadang-kadang berbeda dengan opini pemerintah. Jadi, untuk memberi suatu gambaran yang luas dan berimbang pada para pendengar, kami muatkan acara Tinjauan Pers ini. Dan barangkali acara yang paling populer di Indonesia, yaitu lagu-lagu film India, yang saya kira itu paling populer di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

RN : Apa alasan All India Radio menyiar dalam bahasa Indonesia ?
AIR : Ini pertanyaan bagus, karena ini barangkali suatu hal yang penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan India. Sebetulnya, siaran ini dimulai kira-kira 50 tahun yang lalu, untuk memberitahukan seluruh dunia mengenai perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, yang terjadi pada waktu itu.

Dan melalui acara ini, kalau tidak salah, All India Radio juga untuk sementara menerbitkan satu pamflet mengenai perjuangan rakyat Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Dan All India Radio siaran bahasa Indonesia merupakan satu bagian integral persahabatan India, sebelum kemerdekaan India sendiri, pada rakyat Indonesia, dan pada perjuangan rakyat Indonesia.

RN : Jadi katakanlah sebagai solidaritas India dengan perjuangan Indonesia pada waktu itu. Tapi, sekarang sudah tahun 1996, jadi sudah 50 tahun kemudian. Bagaimana, apakah solidaritas akan persahabatan dengan Indonesia masih merupakan alasan untuk menyiar dalam bahasa Indonesia ?
AIR : Ya, memang betul, tujuannya masih sama, alasan sama, tetapi dengan tekanan yang sedikit berbeda. Sekarang kita berpusat lebih banyak pada perkembangan perkembangan perindustrian di India, dan swasta yang lebih kontemporer. Walaupun, dalam acara kami dimuat juga uraian uraian mengenai kebudayaan India, yang ada kemiripan dengan kebudayaan Indonesia. Tetapi, pada umumnya, usaha kami ialah untuk memberi sejarah baru India pada pendengar di Indonesia, dengan tujuan untuk memajukan saling pengertian lebih besar antara rakyat India sama rakyat Indonesia.

RN : Bagaimana sebagai sikap seorang sahabat, apakah boleh menyiarkan hal-hal yang kritis mengenai sahabatnya, mengenai Indonesia dalam hal ini ?
AIR : Biasanya, kami selalu berusaha memberikan suatu gambaran yang balans mengenai apa saja yang terjadi di suatu negara, termasuk Indonesia. Dan waktu dimulai, selalu diberi sudut pandang dan pernyataan-pernyataan yang diberikan oleh pemerintah negara yang bersangkutan sendiri, dan ini disusul oleh pengkritikan atau opini lain, yang diberikan oleh pihak-pihak lain.

Jadi, menurut hemat saya, melalui cara ini, kita dapat memberi suatu gambaran yang balans, dan terserah pada para pendengar sendiri untuk mengambil keputusan dari apa yang disajikan pada mereka. Tetapi biasanya, kalau soal-soal yang paling sensitif, kita bilang tunggu dulu, yaah ... biar kita lihat nanti bagaimana.

RN : Dan sampai saat ini, bagaimana tanggapan pendengar All India Radio ? Apakah banyak surat yang masuk ?
AIR : Kira-kira, rata-rata kita terima 100 surat dari mana-mana setiap bulan dari Indonesia, dan kebanyakan surat ini kita dapati dari daerah-daerah yang jauh terpencil. Biasanya, saya kira, orang-orang di Jakarta, barangkali mereka tidak ada waktu untuk menulis surat atau banyak kesibukan. Tetapi ini juga berarti bahwa siaran kami ini dapat didengar di seluruh pelosok Indonesia.

Dan juga, kita terkesan melihat betapa besar minat rakyat Indonesia mengenai India, dan sebaliknya, tidak bisa dijangkau lewat surat-surat kabar atau televisi. Atau barangkali, sekarang di semua desa di Indonesia seperti di India, tidak ada televisi, tetapi radio memang ada.

RN : Dari surat-surat pendengar itu, mereka banyak menanyakan mengenai India ?
AIR : Ya, betul, mereka banyak menanyakan hal-hal mengenai India, dan mereka juga minta agar diputarkan lagu-lagu dari film India. Itu juga merupakan salah satu maksud penting dari surat mereka, tapi memang betul, mereka sangat berminat pada perkembangan di India.

RN : Itu bentuk acaranya, jadi ada acara warta berita, komentar, lalu ada lagu-lagu dari film India. Perbandingan antara kata dengan lagu kira-kira berapa dengan berapa ?
AIR : Eee, kira-kira fifty-fifty saya kira, yaah ... setengah jam spoken item, atau saya kira lebih, atau kurang dari setengah jam, 25 menit itu spoken words, dan seterusnya musik. Jadi, kalau ada acara istimewa, seperti pada hari-hari besar, atau pesta, atau hari nasional, kita membikin acara-acara istimewa, seperti Selayang Pandang, feature, dan lain-lain untuk hari itu sendiri. Tapi biasanya, yaah ... sedikit, saya kira musik yang lebih daripada spoken words.

RN : Berapa orang yang bekerja di bagian siaran bahasa Indonesia ?
AIR : Pada saat ini, termasuk saya, empat orang yang bekerja sebagai suatu keluarga kecil, dan masih ada satu orang lagi yang belum dipenuhi, karena di India sulit dicari tenaga untuk seksi Indonesia ini.

RN : Penyiar-penyiar itu datang dari mana, Pak ?
AIR : Tiga diantaranya dari, maksud saya berasal keturunan India, tapi salah seorang lahir di Medan, keturunan India, tapi lahir di Indonesia.

RN : Jadi, sulit ya mencari orang India yang fasih berbahasa Indonesia ? Bapak belajar bahasa Indonesia di mana ?
AIR : Saya sebelumnya belajar di sini, di India, di Universitas Jawaharlal Nehru, tapi waktu saya di Indonesia, melakukan field work. Disertasi skripsi saya, waktu itu, saya berkesempatan belajar bahasa Indonesia di sana.

RN : Pada waktu itu, tidak ketemu dengan pendengar bapak ?
AIR : Waktu itu saya belum di All India Radio, tapi sempat ketemu dengan orang-orang di Indonesia. Saya sering ke Universitas Indonesia dan juga kerja di musium arsip nasional. (DX Komunikasi RN/ASB)

Alamat : All India Radio Siaran Bahasa Indonesia, P.O. Box 500 New Delhi 110001, India, atau d.a. Kedubes India, Jl. H.R. Rasuna Said Kav S-1, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, Indonesia.

 
Dirgantara Online - Vol 7 No 4 Jul-Agu 1997
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space