Laporan dan Berita
Temu Pendengar di Cirebon
Untuk kedua kalinya, Koordinator IDXC Jawa Barat, Soekirno kembali mengundang anggota-anggota IDXC wilayah Jawa Barat, bertempat di Taman Sunyaragi, Cirebon, bertepatan dengan diselenggarakannya Festival Keraton Nusantara II. Temu Pendengar wilayah Jawa Barat ini dihadiri oleh delapan orang.
Hasil pertemuan antara lain mengusulkan agar Buletin Dirgantara dapat dicetak off set, tidak memakai foto kopi seperti sekarang ini. Usulan rekan Bustanul Arifin ini akan dipertimbangkan dalam rapat redaksi awal bulan Agustus ini. Radio Jepang NHK World mengirimkan beberapa barang cetakan, antara lain : stiker, pedoman acara, kartu pos, buku Mari Belajar Bahasa Jepang dan Ogenki Desuka. (SKN)
RRI Natuna
RRI Regional Natuna yang dibangun dua tahun lalu di Pulau Natuna, Kabupaten Kepulauan Riau, resmi mengudara mulai 26 Mei 1997, atau tiga hari menjelang Pemilu 1997. RRI kedua di Kabupaten Kepulauan Riau itu berada di Ranai, kota terbesar di Pulau Natuna, dan merupakan stasiun RRI ketiga di Propinsi Riau, setelah RRI Pekanbaru dan RRI Tanjung Pinang. Peralatan RRI Natuna tergolong lebih canggih bila dibandingkan peralatan yang dimiliki oleh RRI Tanjung Pinang.
Fasilitas radionya menggunakan CD (compact disk), sedangkan RRI Tanjung Pinang yang sudah lama berdiri masih menggunakan kaset hingga sekarang. Peralatan RRI Natuna merupakan bantuan perusahaan elektronika ternama dari Austria, yaitu Siemens, meliputi pemancar FM stereo berkekuatan 1 kW, dan juga dilengkapi dengan alat untuk siaran luar yang dapat dipindah-pindah.
Berdirinya RRI Natuna ini menjadikan Kabupaten Kepulauan Riau merupakan satu-satunya kabupaten di Indonesia yang memiliki 2 stasiun RRI. Wilayah Kabupaten Kepulauan Riau memiliki ribuan pulau yang letaknya terpencar-pencar dikelilingi perairan laut yang sangat luas, yang selama ini masih belum terjangkau penuh oleh siaran RRI Tanjung Pinang, dan masih sekitar 20% wilayah yang tergolong blank spot, daerah kosong sinyal siaran. (Republika / SKN)