Asal Tau Aja...
Inilah Radio Pilihan : Radio Bebas Baterai
Untuk mengatasi kurangnya listrik dan tidak cukupnya persediaan baterai di banyak daerah pedesaan Afrika, sebuah pabrik kecil di dekat Cape Town, Afrika Selatan, memproduksi radio portabel, lengkap dengan generator yang diputar dengan tangan. "Putarlah gagangnya kuat-kuat beberapa kali," demikian The New York Times melaporkan, dan radio itu "tahan untuk setengah jam". Meskipun ukurannya sebesar kotak kotak makan siang, dan beratnya tiga kilogram, model yang baru ini tampaknya akan meraih sukses.
Menurut Siyanga Maluma, yang mengepalai kegiatan pemasaran pabrik tersebut, bila radio itu digunakan lima hingga sepuluh jam per hari, ini berarti penghematan ongkos baterai sebesar 500 hingga 1.000 Dolar AS selama tiga tahun. Disamping sepeda dan sepeda motor, "Radio merupakan salah satu dari tiga simbol status yang utama di Afrika," demikian Maluma menyatakan, "Jangan salah," ia menegaskan, hanya dengan memiliki sebuah radio, "Anda bisa mendapatkan seorang istri." (Sedarlah / HSB)
IDXC Top 50
Sekedar refreshing, berikut kami tampilkan posisi terakhir perebutan peringkat para pemburu QSL cards (letters), yang termuat dalam Dirgantara edisi 5 (2) September 1995.
| Rank |
DXer |
Kode |
Nilai |
Stasiun |
01
02
03
04
05
|
Akbar Indra Gunawan
Donny Irawan
Aries Subagyo
Lai Pak Ning
Herbert Sunu Budihardjo
|
(AIG)
(DIR)
(ASB)
(LPN)
(HSB)
|
15047
3690
2988
2361
1056
|
223
85
75
50
39
|
Itu baru lima posisi teratas dari sekitar 60 DXer peserta. Kami percaya, masih banyak pemburu QSL card yang belum terjun ke arena yang menantang ini, dan kemampuannya bahkan melebihi ke lima orang tersebut. Kami tunggu kehadiran Anda dengan mengirimkan foto kopi data teknis QSL cards/letters ke alamat redaksi. Bravo !!
Ngintip File IDXC
Memang maksud saya mau cari data, terutama yang menyangkut anggota IDXC, Indonesian DX Club, salah satu klub yang namanya semakin mendunia, karena sejak edisi tahun 1993, World Radio TV Handbook mencantumkannya sebagai salah satu klub untuk DXer dan pendengar radio dunia. Percuma kita menepuk dada kalau hasilnya cuma sampai itu saja. Seharusnya, selain mempertahankannya, supaya nama IDXC tetap berkibar, juga berusaha agar lebih memekarkannya dengan kegiatan-kegiatan positif, sesuai dengan ruang lingkupnya.
Misalnya apa ? Yaa, misalnya lewat media Dirgantara, dengan mengisi kolom Bursa DX, Laporan DX, Teknologi Komunikasi, Amateur Radio, adakan pertemuan anggota, atau mendaftar sebagai anggota Tim Monitor IDXC (lihat Salam dari Kutoarjo). Banyak sebetulnya, cuma kita lebih sering disibukkan oleh kegiatan rutin masing-masing. Repot juga, ya ? Sebaiknya atur waktu sajalah. Kembali ke niat mau cari data anggota, dalam Dirgantara edisi 5 (1) Februari 1995, kolom Serba serbi, ada ucapan Selamat Datang Sahabat !! kepada tidak kurang dari 20 pendatang baru.
Nah, dari situ saya mau mulai, setidak-tidaknya meneruskan apa yang sudah menjadi tradisi. Cuma, saya mohon maaf, apabila hasil pencarian ini tidak komplet, maklum saya belum tahu apa nama file-nya, kalau pakai pass word lebih gawat lagi. Baiklah, pokoknya Saya Mau Mulai, dan saya harapkan tanggapan Anda. Tanggapan bisa berupa apa saja, bisa info pindah alamat, bisa juga info ganti nama, eh maksud saya, koreksi data nama yang salah cetak, koreksi kode pos, dlsbnya. Salam 73. (SAS)
Dari Catatan Lama
Redaksi mengharapkan kepada seluruh anggota Indonesian DX Club dan pembaca Dirgantara untuk memberikan informasi kepada Redaksi :
1. Bagi Anda yang telah mengirimkan pos wesel, giro, cek, transfer, perangko, atau cash, bersama ini Redaksi menyertakan kuitansi tanda terima. Manakala Anda belum menerima, dimohon melayangkan surat protes ke Redaksi.
2. Bagaimana dengan layanan Redaksi selama ini ? Apa masih ada kekurangannya atau ada kelebihannya ? Kalau masih kurang, di mana letak kekurangannya itu ? Kalau ada kelebihannya, tak perlulah disebutkan.
3. Berkenaan dengan pertanyaan mengenai Kartu Tanda Anggota (KTA), bersama ini diberitahukan bahwa hal tersebut sedang dalam proses. Mohon bersabar, karena banyak sekali pekerjaan yang harus kami lakukan.
4. Bagi perwakilan IDXC yang masih memerlukan prospektus, mohon kirimkan surat permintaan ke Redaksi.
5. Bagi teman teman yang bisa merekrut anggota baru di atas 10 (sepuluh) orang, Redaksi akan memberikan hadiah, antara lain berupa : T-shirt stasiun luar negeri, bisa memilih sendiri, dari Radio Korea, Suara Asia, Radio Jepang, Suara Jerman, tergantung dari siapa yang duluan. Atau sepuluh buah macam stiker dari berbagai stasiun luar negeri. Siapa cepat, dia yang dapat.
6. Kesempatan masih diberikan kepada para anggota IDXC untuk mengirim kembali surat tanda simpati penerbitan Dirgantara kepada Redaksi. Bila mana sampai awal bulan Agustus 1997 ini, Anda tidak mengembalikan, dengan amat sangat terpaksa, kami menghentikan pengiriman Dirgantara, karena masih banyak mereka yang memerlukan.
7. Atas segala kerja sama yang baik selama ini, Redaksi mengucapkan banyak terima kasih. (Redaksi)