Sapa Redaksi
Pesta
Pada bulan Mei, bangsa Indonesia mengadakan pesta yang dilaksanakan lima tahun sekali, yaitu pemilihan umum. Suatu pesta dengan rancangan yang cukup detil dan menelan biaya besar disertai harapan membuahkan hasil yang dapat dirasakan setiap insan Indonesia, dalam mengarungi perjalanan sebagai bangsa yang merdeka. Pemilihan umum adalah wahana mengekspresikan kebebasan dalam menentukan pilihan yang sesuai dengan hati nurani, untuk kepentingan dan harapan yang sebesar-besarnya bagi para pemilihnya.
Bagi kami semua yang ada di markas, senantiasa berusaha menghadirkan pesta sepanjang edisi kepada semua anggota IDXC atau pembaca Dirgantara, yaitu dengan kebebasan memilih rubrik, ikut serta dalam salah satu rubrik, sebagai salah satu bentuk ekspresi yang wajar, dan bisa bermanfaat bagi yang lain. Dan yang lebih besar lagi dan sangat berarti, agar Dirgantara bisa ikut pesta bersama dengan media yang sejenis. Saat tulisan ini Anda baca, kami sedang memasuki masa kampanye. Dalam masa ini, kami tidak akan pamer kekuatan (show of force) dan hura-hura karena banyak ruginya dibandingkan dengan manfaatnya.
Kampanye yang kami lakukan adalah berupa ajakan, himbauan agar berperan serta, karena kami menyadari bahwa ajang kampanye sebagai sarana pendidikan dan komunikasi, maksudnya agar Dirgantara menjadi kontestan yang dipilih oleh pembaca, dan benar-benar dibutuhkan oleh pembaca yang haus informasi, khususnya yang berkaitan masalah keradioan. Keikutsertaan Dirgantara dalam ajang pesta tersebut dapat dipakai sebagai tolok ukur kemajuan Dirgantara dalam meniti edisi demi edisi. Sehingga kehadiran Dirgantara dalam tiap edisi akan semakin berbobot.
Bahkan harapan kami semua agar keberadaan Dirgantara dapat dipakai sebagai referensi utama para pendengar redio, klub pendengar maupun stasiun radio. Semua itu akan tercapai bila kondisi memungkinkan dan lebih terpenting adalah peran serta seluruh anggota baik itu peran secara fisik yaitu sumbang saran, ide, dan kritik. Pun semakin tercipta hubungan harmonis antar pengurus dengan pengurus, pengurus dengan anggota dan antar anggota sendiri. Maupun hubungan dengan stasiun radio, penyiar, mantan penyiar serta dengan klub-klub pendengar di dalam negeri maupun manca negara.
Kami pikir keinginan ikut berpesta ini bukan hanya keinginan pengurus semata melainkan keinginan semua pihak yang mencintai dan berkepentingan dengan kehadiran Dirgantara. Memang pengurus merasakan gerak langkahnya agak terlambat namun kami semua berusaha mengejar ketertinggalan dengan kerja keras, dan komitmen kami adalah untuk kepuasan anggota terlebih dahulu, sebelum melangkah lebih jauh.
Karena semua anggota sudah terlampau lama tidak terpuaskan oleh kehadiran Dirgantara sehingga langkah yang ditempuh oleh pengurus adalah memadukan semua keinginan dan kepentingan supaya sasaran yang dituju bisa tercapai. Semoga gairah berpesta yang sedang melanda tanah air bisa merasuk semua anggota untuk berpartisipasi dalam pesta yang sesungguhnya. Tentunya dengan memilih Dirgantara, oke ? (DBR)
Surat dari Ibukota
Obat Kuat
Obat kuat adalah barang yang dicari-cari, walaupun harganya mahal, tempat memperolehnya pun agak sulit, tetap diburu konsumen yang ingin membuktikan khasiatnya. Lalu apa hubungannya dengan tim redaksi ? Jelas tidak ada hubungannya, walaupun kerja tim redaksi agak kelabakan, bahkan perlu lembur juga. Namun semuanya itu dilakukan dengan senang hati, sehingga tidak diperlukan obat kuat sebagai penambah daya tahan tubuh dalam menyelesaikan Dirgantara. Tetapi yang kami maksudkan dengan obat kuat di sini adalah tanggapan dari para anggota dan pembaca Dirgantara yang masuk ke redaksi dalam jumlah yang cukup banyak.
Tentunya disertai dengan ragam kritik maupun saran baik dari sudut ejaan yang digunakan, tata letak, rubrik maupun manajemen pengelolaan, bahkan ada yang tidak tanggung-tanggung satu halaman isinya kritik semua. Bagi kami di dapur redaksi, cukup senang dan membuat kami perlu evaluasi diri. Satu hal yang sangat membanggakan kami adalah membuktikan bahwa semua anggota dan pembaca sangat peduli, dan merasa memiliki Dirgantara sebagai media informasi dan komunikasi. Dengan adanya suntikan obat kuat dari para anggota IDXC dan pembaca Dirgantara, kami tim redaksi terus menata diri, dengan menganut manajemen buka-bukaan.
Sehingga diantara kita semua tidak ada yang saling curiga. Kami berpegang pada azas persatuan untuk kepuasan bersama. Dirgantara kali ini menyajikan kupasan tentang 50 tahun Ranesi, hilangnya acara Forum Pendapat Dunia dari Radio Jepang NHK World yang telah berusia 15 tahun, maupun sajian yang lain seperti Amatir Radio, Aneka Sayembara, Sapa Mitra, QSL Corner, TTS, dan masih banyak lagi. Redaksi masih menunggu obat kuat dari pembaca yang belum sempat melayangkan saran, kritik, usul, maupun tanggapan, juga kucuran dana pada kami. Ayo, siapa lagi akan memulai dan menambah lagi !! (DBR)