Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 7 No 1 Jan-Feb 1997
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Sosok
Amateur Radio
Profil Stasiun
Laporan Berita
Redaksi

Volume 7
  Sapa Redaksi
Jangan Dengar Radio Luar Negeri

Itulah kalimat yang menjadi kepala berita semua terbitan di tanah air setelah peristiwa 27 Juli 1996, atau yang lebih dikenal dengan peristiwa Sabtu Kelabu meletus. Bagi kita pendengar radio, khususnya gelombang pendek, merasa terheran-heran dengan pernyataan yang dikeluarkan salah seorang pembantu presiden. Dosa apakah yang ditimpakan pada stasiun luar negeri, sehingga membuat gusar petinggi negara tercinta ini ?

Peristiwa Sabtu Kelabu mempunyai dimensi yang cukup unik, baik dari segi politik, hukum, sosial, ekonomi. Karena sebelum peristiwa tersebut terjadi, telah didahului oleh serangkaian peristiwa politik, yaitu ada kekuatan antara dua kubu yang masing-masing mempunyai dukungan yang cukup besar. Yaitu kekuatan massa melawan kekuatan kekuasaan.

Kubu yang didukung massa merupakan sekumpulan manusia yang lemah posisinya sebagai warga negara tapi bila disatukan cukup diperhitungkan. Sedangkan kekuatan yang didukung penguasa beranggapan bahwa mereka mampu menyetir keadaan, dan memaksakan kehendak tanpa memperhitungkan akibat yang ditimbulkannya. Sedangkan media massa, baik cetak, TV, maupun radio, berada di tengah-tengah, tidak memihak salah satu kubu, melainkan menyampaikan hasil reportasenya kepada pembaca, pendengar, dan penonton.

Tetapi mengapa yang menjadi sasaran kecaman hanya siaran radio luar negeri ? Apakah mereka memberitakan kebohongan dan cenderung tendensius, atau berita yang disiarkan tak bisa dipertanggungjawabkan, baik secara akal sehat maupun etik jurnalistik ? Lalu mengapa pers di tanah air sepertinya dingin-dingin saja ? Cuma memberitakan keprihatinan akibat yang ditimbulkan, bukan menyoroti akibat yang ditinggalkan, maupun pengaruh bagi kehidupan bernegara di masa yang akan datang, seperti radio luar negeri.

Menurut redaksi, penafsiran versi petinggi negara, dampak yang ditimbulkan dari pemberitaan radio luar negeri sangat merugikan, baik secara politik maupun ekonomi. Kalau secara politis dapat dilihat, bahwa kehidupan berdemokrasi dan penegakan hak asasi manusia di tanah air masih sangat jauh dari yang diharapkan semua pihak. Sedangkan secara ekonomi, berpengaruh pada iklim investasi yang sedang digiatkan, membuat investor mengalihkan pandangan ke negara lain, yang secara proporsional jumlahnya terus meningkat.

Tetapi, apakah berita yang disiarkan radio luar negeri tanpa sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan ? Menurut redaksi, bahwa di era komunikasi dan informasi yang canggih, serta kompetisi sangat ketat, mengharuskan setiap media massa melengkapi diri dengan keahlian personelnya dan peralatan teknologi modern, untuk mendapatkan informasi yang akurat dan cepat. Bahkan tidak jarang yang mengirimkan personelnya ke sumber berita, atau membuka kantor perwakilan.

Ini menandakan bahwa stasiun radio tak mau ketinggalan momen penting, dan menyajikan kepada pendengarnya dari tempat berlangsungnya kejadian. Ada juga stasiun radio yang menempuh jalan yang lebih mudah, cepat, dan menghemat dana, yaitu menelepon sumber-sumber yang dapat dipercaya di tempat terjadinya peristiwa, ditambah ulasan-ulasan oleh pakar berkompeten.

Menurut redaksi, sebaiknya memang menilai peristiwa tersebut berdasar realita yang berkembang di tanah air. Tentunya, dengan menggunakan referensi berita yang dipancarkan media, termasuk radio, dengan berpikir positif dan hati nurani yang jernih. Bagi pembaca yang terhormat, bisa menilai dengan hati nurani yang jernih pula, tanpa perlu emosi untuk menanggapinya.(DBR)

Surat dari Ibukota
Kebersamaan

Salam jumpa buat teman-teman sehobi di mana saja berada. Memang sudah lama tidak bersua lewat media yang kita kelola bersama, yaitu Dirgantara. Namun demikian, komunikasi lewat surat maupun udara tak pernah henti. Itu menandakan kita semua masih ada, dan tetap diperhitungkan di kancah dunia DX yang penuh dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Dengan bertitik tolak dari hal tersebut, rekan-rekan sehobi yang haus akan informasi, dan merasa bertanggung jawab atas perkembangan DX di Indonesia khususnya, pada tanggal 3 November 1996, tepatnya di hari Minggu, pukul 15.00 WIB, di kediaman saya, diadakan suatu pertemuan informal, yang membahas rencana mengisi kevakuman media yang selama ini mengunjungi para pencintanya.

Pertemuan dihadiri oleh Aries Subagyo selaku ketua IDXC, Drs. Herbert Sunu Budihardjo sebagai wakil ketua, Soekirno, Soehartono Ashar, Dwi Budi Rahardjo, S.E. sebagai anggota pengurus, dan rekan anggota yang sangat perhatian sekali dengan perkembangan organisasi ini, yaitu Aloysius HM dari Tuban. Beberapa kendala yang sedang dihadapi, maupun yang akan dihadapi, serta upaya cara penanggulangannya, agar media komunikasi antar anggota dan pengurus tidak mandeg, dijadikan topik pembahasan.

Pembaca jangan heran dengan beberapa perubahan dalam format dan lain sebagainya, karena ini semua demi kelancaran mengunjungi kita semua, sehingga tidak lagi terjadi ketinggalan informasi. Demikianlah, sekilas kabar dari ibukota tercinta yang lagi diguyur hujan gerimis. Semoga air hujan sebagai penyejuk akan mengalir kepada semua pengurus dan anggota IDXC dalam mengawali aktivitas, maupun tampil dengan wajah baru si Dhirgantara yang telah lama tertidur. Salam kompak dan jabat erat dari ibukota. (DBR)

 
Dirgantara Online - Vol 7 No 1 Jan-Feb 1997
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space