Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 6 No 1 Nov-Des 1996
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Temu Penyiar
Antena
Sosok
Dunia DX
Profil Stasiun
Redaksi

Volume 4 - 5 - 6
  Temu Penyiar

Hari Kami, tanggal 6 Juni lalu, merupakan hari yang istimewa bagi kami sekeluarga, khususnya saya pribadi sebagai pendengar baru di radio manca negara Radio Australia Seksi Indonesia (RASI). Bagaimana tidak ? Karena hari itu, kami kedatangan tamu istimewa yang dikenal sebagai Mr. Quiz atau Daeng TONY WATUPONGOH atau Daeng Towa atau Dato, penyiar kondang RASI. Mengenakan baju kaos biru, tangan kanan menenteng kamera, sementara tangan kirinya membawa tas hitam.

Bapak saya menyangka kalau dia orang Barat, melihat warna kulitnya yang putih. Tapi begitu saya melihat, saya memastikan kalau beliau Bung Tony, seperti yang terlihat di pedoman acara. Saya tidak menyangka beliau sendiri yang repot-repot mengantar dan menyerahkan cendera mata secara "hand to hand" di rumah, seperti yang dijanjikannya di acara Pagi Gembira GML, Radio Australia. Sungguh, merupakan kebanggaan tersendiri, karena kami dapat dikunjungi oleh penyiar pujaan pendengar Radio Australia.

Setelah berbincang bincang sejenak, kami berfoto bersama. Lalu beliau memberikan cendera mata dari Radio Australia yang beraneka ragam jenis dan motifnya. Ada yang unik dan menarik, dan ada juga yang istimewa. Setelah dirasakan cukup, beliau pun pulang. Sebenarnya kami masih ingin ngobrol lama serta menyuguhkan masakan ibu, yakni makanan khas Makassar yang dibuat oleh ibu sendiri. Sayang, Daeng Tony terburu-buru pulang karena masih banyak keperluan yang mesti diselesaikan.

Setelah Daeng Tony meninggalkan rumah, rasanya seperti mimpi saja kedatangan tamu istimewa dari Australia. Oleh ibu, cendera mata dari Daeng Tony dipajang di atas bufet di ruang tamu. Beliau berharap agar kami selalu ingat akan peristiwa bersejarah tersebut. Yaitu kenangan yang tak mugkin kami lupakan, dikunjungi oleh penyiar kenamaan dari RASI, Tony Watupongoh, yang memiliki banyak gelar tersebut. Akhirnya, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Salam hangat untuk keluarga Daeng Tony di Australia. (Akbar Wahab)

James Lapian Sang Penyiar

Beberapa peran yang pernah disandangnya, mulai dari wartawan, bintang film, kemudian penyiar. Sebagai mantan wartawan Tempo dan Editor, ia mudah melakukan manuver, bergerak menembus nara sumber. Pun, ketika ia memutuskan boyong ke London, ke Kahyangan para dewa, ia membawa segepok daftar nama pejabat lengkap dengan nomor telpon khususnya. Itulah mengapa ia berbekal segala pengalaman tidak lama sebagai bidadara, reputasi, serta gerakannya yang dinamis, menyebabkan ia lantas disejajarkan dengan para dewa di Bush House.

Mengetahui ada momentum yang bagus berkaitan dengan perayaan lima puluh tahun kemerdekaan Republik Indonesia, ia ditugasi ke Indonesia. Duet bersama Anton Alifandi, yang juga mantan wartawan Jakarta Post, lobi antar-petinggi pun dilakukan. Ketika semuanya oke, ia bergegas mempersiapkan diri untuk melakukan peliputan, yang selama ini belum pernah ia lakukan. RRI bermurah hati menyediakan fasilitas lengkap dengan teknisinya, dan hasilnya pun cukup bagus dan dinikmati oleh pendengar BBC di seluruh Indonesia. Belakangan, ia sempat mengaku kalau hasilnya belum maksimal.

Seusai melakukan liputan peristiwa akbar tersebut, ia berjanji akan bertemu dengan pendengar BBC, meskipun sangat susah dihubungi, namun berkat kejelian dan kegigihan Titien Kurniatin dan atas kebaikan hati sohibul bait, Mas Beno dan Mbak Lily, pertemuannya diadakan. Sehari menjelang keberangkatannya ke kahyangan para dewa. Tidak terkesan sombong, meskipun ia pernah membintangi layar lebar.

Secara blak-blakan, ia mengisahkan pengalamannya sebagai penyiar, termasuk saat-saat terakhir, ia berjumpa dengan almarhum Oking Gandamiharja. Sampai ia antarkan jenasahnya menuju ke tanah air. Dengan senyumnya yang khas, ia meladeni berbagai pertanyaan pendengarnya. Termasuk janjinya akan menyampaikan kritik dan saran untuk BBC, tempat ia bekerja kini. (HSB / DBR)

Radio Singapura Internasional : Sepercik Kenangan bersama RSI

Saat terindah adalah bila dapat merayakan Hari Ulang Tahun. Dalam hal ini, Radio Singapura Internasional, yang baru genap 2 tahun alias masih balita. RSI dapat merayakan kebahagiaan ulang tahunnya bersama dengan pendengar atau pencinta RSI di Indonesia. Bagi saya, salah seorang pendengar yang akrab dengan acara RSI, serasa mendapat keberuntungan yang tak terkira karena dapat bertemu dengan dua orang penyiar, yaitu Hassan Shaleh dan Tjandra Mualim, sebelumnya dalam setiap kesempatan, di RSI selalu diumumkan bahwa 2 orang penyiar RSI akan mengadakan jumpa pendengar di Jakarta, di Hotel Sabang.

Tentunya dalam rangka merayakan HUT ke-2 RSI, di samping tugas utamanya mencari bahan untuk acara yang akan diudarakan di RSI. Ternyata, bagi pendengar yang berdomisili di Jakarta, yang sudah terkenal akan jaringan informasinya, peluang tersebut tidak disia-siakan. Dengan mengontak beberapa teman yang ada di RSI, kurang lebih 25 orang pendengar, baik di Jakarta maupun daerah, mendatangi acara tersebut. Walaupun acaranya spontanitas, tapi suasana akrab dan kekeluargaan. Hal ini terwujud karena sama-sama saling peduli, baik pihak stasiun maupun pendengar.

Acara didahului pembukaan dari penyiar RSI, Hassan Shaleh, kemudian dilanjutkan oleh Herbert Sunu Budihardjo, yang mewakili seluruh pendengar. Dilanjutkan acara tanya-jawab, maupun sumbang saran, mengenai gelombang baru maupun mata acara. Sementara, waktu mulai beranjak malam, waktu yang tepat untuk menyantap hidangan prasmanan, diiringi musik yang cukup indah dari Dede's Vocal Group menambah suasana riuh meriah. Apalagi, dengan didendangkannya lagu Happy Birthday RSI, yang langsung disambut oleh semua hadirin dengan tepuk tangan.

Sebelum semua peserta pulang ke tempat masing-masing, sempat pula diabadikan momen peristiwa tersebut dengan pengambilan gambar. Sebelum kami semua benar-benar bubar, oleh Hassan, dipergunakan untuk membuat acara yang diudarakan dalam acara Memori, maupun Secangkir Kopi, juga ucapan Selamat Idul Fitri. Saya dan teman-teman pendengar mengucapkan Selamat Ultah RSI, semoga RSI tetap kreatif, variatif, dinamis dalam mengemban misi, menjalin persahabatan, persaudaraan. (dbr)

 
Dirgantara Online - Vol 6 No 1 Nov-Des 1996
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2010 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space