Sosok
Kalau Anda tidak mengenal nama yang satu ini, janganlah Anda mengaku sebagai pendengar setia Radio Korea Internasional KBS Siaran Bahasa Indonesia. Meski relatif masih baru, namanya sudah akrab di telinga pendengarnya. Terlebih-lebih, bagi Anda yang hadir di Temu Pendengar 2 di Kopeng, pasti sudah sedikit banyak mengenalnya, karena dia hadir pula dalam kesempatan tersebut.
Secara kebetulan, dia diberi kesempatan belajar di Indonesia, untuk memperdalam bahasa Indonesia, yang selama ini telah diperolehnya dari Universitas Hanguk, Republik Korea, tepatnya di Jurusan Bahasa Indonesia. Siapa dia ? Tak lain dan tak bukan adalah WON JA YOUNG. Nama yang tidak asing lagi, bukan ? Tapi dia lebih akrab dipanggil Won atau Nona Won. Selama beberapa bulan, Won ngendon di RRI Stasiun Nasional Jakarta.
Sayang, beberapa kali Dirgantara mencoba menemuinya selalu gagal, Won tidak ada di tempat. Begitu pula nomor telepon yang diberikan pada Dirgantara. Akhirnya, Dirgantara berhasil menemuinya di Temu Pendengar 2 Kopeng. Wawancara dengan Nona Won memang mengasyikkan, meski bahasa Indonesianya belum fasih benar, tapi keramahannya mampu menutup kekurangannya.
Kalau Anda adalah pendengar setia Radio Nederland, acara DX Komunikasi telah mengudarakan wawancara tersebut. "Saya senang sekali bisa bertemu pendengar di Indonesia, orang Indonesia ramah-ramah," ujar Won ketika ditemui Dirgantara. Won memang tidak menyangka sama sekali akan berada di Indonesia. "Ini satu keberuntungan bagi saya, bisa bertemu dengan Anda," ujarnya kalem. Kesan Won dengan suasana di Indonesia ? Saya tidak mengira kalau Indonesia begini ini, tidak seperti di Korea, misalnya bahasa di sini lain-lain.
Jakarta berbeda dengan di sini bahasanya. Dalam perjalanan menuju ke sini (Kopeng-Salatiga, red.), saya menemukan bahasa yang berbeda beda satu sama lain. Kalau di Korea kan semuanya sama, bahasa Korea. Memang, meski hanya beberapa saat saja, karena ada kepentingan yang memang mendesak, Won masih menyempatkan diri hadir dalam Temu Pendengar 2, jadi kesempatan tidak disia-siakan. Menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan travel, dan 3 jam kemudian harus kembali ke Jakarta untuk meneruskan perjalanan ke Medan, Won tetap gembira.
"Pertemuan yang berkesan," ujar Nona Won berbisik kepada Dirgantara. Persahabatan hangat antara Seoul-Indonesia tetap terbina. Won masih ingat akan kebaikan teman-teman semua pada saat berada di Indonesia, tulisnya untuk Dirgantara. Anda kangen ? Jumpailah dalam acara Mari Menyanyi dan Opini Anda Radio Korea Internasional. (ASB)