Tell Friend  ·  Chat Room  ·  Bookmark Us  ·  Contact Us  ·  Site Map  ·  Free Email
advanced search
IDXC.ORG - Indonesian DX Club Website IDXC Free Email Service
Free Email Service
 @idxc.org
New user ? Sign up !
Radio Directory  ·  Indonesian DX Club  ·  Amateur Radio  ·  Citizen Band  ·  IBSI DX News  ·  Jembatan DX
CB Radio Directory  ·  Callsign Prefix  ·  Dirgantara  ·  DX Diploma  ·  IDXC Top 50  ·  QSL Gallery  ·  ITU  ·  HFCC
IDXC Shop  ·  Free Translation  ·  Regulation  ·  Download  ·  Web Awards  ·  Radio TV Links  ·  WAP Site


Dirgantara
Bulletin

Dirgantara Online
Vol 5 No 1 Februari 1995
Home
Dirgantara Online
  Indeks
Sapa Redaksi
Laporan Berita
Ini Dia !
Temu Penyiar
DX Mania
Profil Stasiun
Bengkel DXer
Sosok
Antena
Telekomunikasi
Catatan Pinggir
Review Top 50
Redaksi

Volume 4 - 5 - 6
  Temu Penyiar
Muhibah Sumatra BBC 1994

Bertemu dengan tokoh atau idola adalah satu kenangan tersendiri. Begitu pula halnya dengan IDXCer di Sumatra yang sempat bertemu dengan Team BBC, yang mengadakan Kunjungan Muhibah Sumatra 1994. Berbeda dengan Safari BBC 1991 di Jawa, Muhibah Sumatra kali ini lebih ditekankan pada kegiatan di beberapa stasiun radio di daerah, baik RRI maupun radio swasta nasional. Isnanto Hapsara dan Hasan D.S.F. melaporkan hasil buruan mereka untuk pembaca Dirgantara dari Lampung dan Padang.

Mengawali Muhibah Sumatra BBC 1994, setelah Jakarta, Team BBC Siaran Indonesia ada di kota Lampung. Dipimpin Michael Harrison, tim yang terdiri dari Asyari Usman, Ronald Hengst, Anna Sachroni, dan Sumartin ini mengunjungi beberapa stasiun radio di Lampung, untuk seminar "Jurnalisme Radio." Menempati studio Radio Suara Bhakti FM 100.2 MHz (Rasubha), di Jl S. Parman 14-A, Kelurahan Pelita, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, seminar ini dihadiri praktisi radio dan media cetak.

Juga hadir dalam kesempatan tersebut Bapak Sutomo (Tommy) dari PRSSNI Pusat. Seminar menarik tersebut berlangsung dari pukul 11.00 sampai 17.30 WIB. Michael Harrison, Kepala Seksi Indonesia, mengulas jurnalisme radio yang baik, antara lain: bagaimana membuat agenda editorial, merangkum dan menulis berita. Bagaimana radio yang baik, yang menyangkut manajemen, investasi, produksi, marketing, off air activities, fast to news, personality, informing, dll, juga disinggung Michael. Dalam kesempatan tersebut, bagi peserta seminar juga diberikan sertifikat dari BBC dan PRSSNI Pusat.

Padang

Tanggal 14-17 September 1994, kwartet BBC, yang sebelumnya menjelajahi kota-kota di Sumatra, berada di Ranah Minang, Padang. Training (pelatihan) keradioan dan jurnalistik bagi penyiar RRI Padang dan radio swasta nasional, audiensi ke Universitas Andalas, itulah kegiatan utama mereka. Training berlangsung 15-16 September 1994, yang dilanjutkan tatap muka dan temu wicara pendengar di stasiun radio swasta.

Tak ketinggalan, kuis udara dengan hadiah t-shirt, balpoin, bros, dan pedoman acara melalui siaran setempat di Radio SIPP FM 106.85 MHz, Radio Sushiba FM, Radio Suara Subuh AM, Radio Kartika AM, Radio Arbes Rasonia AM, Radio Dirgan Bravo AM. Kwatet BBC, terdiri dari Michael Harrison, Ronald Hengst, Anna Sachroni, James Lapian ini, sempat mengadakan tanya jawab seputar BBC London melalui udara dari masing-masing studio yang dikunjungi. Saya berhasil memburu Ronald Hengst dan James Lapian di Radio Dirgan Bravo (DB).

Karena keterbatasan waktu, mereka tidak mengadakan kegiatan on air, hanya berdiskusi dengan staf dan penyiar Radio Dirgan Bravo. Atas jasa baik "kepala suku" (Sekretaris PRSSNI Sumbar), dengan "keretanya" membawa saya dan Benny Paskalis sampai ke Radio Arbes Rasonia. Di sana, saya bertemu dengan IDXCer Arham dan Abrar Brothers, yang berhasil memenangkan T-shirt BBC.

Perburuan kami tak sampai di situ saja, pukul 12.34 WIB, kami memburu mbak Anna Syachroni dan Michael Harrison di Pangeran's Beach Hotel. Dari lobi hotel, kami menelepon, dan disuruh menunggu sebentar. Selang beberapa saat, muncullah mereka berdua menyambut kedatangan kami berempat. Lama juga kami ngobrol, dari pukul 13.00 hingga 15.20, sempat pula foto bersama. Melalui mbak selaku penerjemah, saya sempat mewawancarai Michael Harrison.

Bagaimana sambutan pada Tim "Muhibah Sumatra BBC 1994" kali ini, khususnya di Padang bila dibanding kota-kota sebelumnya ?
+ Secara umum, kami mendapat sambutan yang hangat dan bersahabat di semua kota yang kami singgahi.

Bagaimana dengan misinya, apakah sejauh ini sudah tercapai ?
+ Misi yang kami bawa kali ini adalah memberikan pelatihan keradioan dan jurnalistik bagi anggota siaran swasta dan RRI.

Kendala yang dihadapi ?
+ Hambatan utama kami minimnya waktu yang tersedia sebaliknya kegiatan kami sangat padat.

Menurut Anda, bagaimana kondisi perangkat siar radio-radio di Sumatra Barat ?
+ Yang kami jumpai beragam, ada yang masih sangat sederhana, tapi ada pula yang mutakhir, tapi bila dibandingkan dengan radio yang ada di pulau Jawa, masih memprihatinkan. Saya menyarankan agar pengelola masing-masing radio mau menanamkan modal di bidang radio, yang terpenting adalah pelatihan serta manajemen yang bagus.

Apakah syarat-syarat dasar keberadaan sebuah stasiun radio sudah mereka miliki ?
+ Pada dasarnya sudah, tapi bila ingin berkembang, perlu ditambahkan modal untuk peralatan dan sumber daya manusianya harus ditingkatkan. Memang, ada penyiar yang berbakat, tapi ada juga yang harus dipoles lagi.

Ada saran buat mereka ?
+ Kerja keras, berdedikasi tinggi, investasi di bidang peralatan, mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Mengapa BBC "pelit" memenuhi permintaan para pendengarnya ?
+ Anggaran BBC sangat terbatas, dana yang ada dialokasikan untuk membuat acara atau berita, karena itulah siaran BBC sangat bagus dan menarik untuk diikuti, ya ngga ?

Acara yang digelar kali ini nampaknya kurang merakyat seperti Safari BBC Jawa 1991 yang lalu, mengapa demikian ?
+ Karena misi kedua kunjungan kami berbeda. Safari Jawa 1991 yang lalu lebih memperkenalkan BBC pada para pendengarnya, sedangkan Muhibah Sumatra kali ini karena atas undangan Ketua PRSSNI dan RRI Pusat, untuk menularkan ilmu keradioan dan jurnalistik.

Adakah rencana untuk menambah jam siaran BBC ?
+ Sudah kami usulkan ke direktur siaran BBC, semoga menjadi kenyataan.

Ada pesan atau saran buat pembaca Dirgantara dan pendengar lainnya ?
+ Teruslah mendengar BBC, dan bagi yang belum, mulailah mendengar BBC !

 
Dirgantara Online - Vol 5 No 1 Februari 1995
About Us  ·  Tentang Kami  ·  Copyright 1998-2008 Indonesian DX Club  ·  Privacy Policy  ·  Contact Us  ·  Site Map
  IDXC Banner Space