Sapa Redaksi
Sudah lama kami tidak menjumpai Anda, pembaca setia Dirgantara. Kami memang dalam waktu yang cukup lama absen karena satu dan lain hal. Rasanya terlalu lama, tapi apa boleh buat, kami memang harus absen untuk waktu yang cukup lama. Tapi, kini, kami kembali hadir dengan penampilan yang 'agak' baru. Itu karena kami ingin memberikan suasana baru, namun bukan berarti kami absen karena mencari dan mencari gaya seperti sekarang ini.
Banyak sebab yang menghadang kami. Apa itu ? Anda bisa mengikuti isi tulisan Dirgantara edisi ini, yang sedikit banyak menyiratkan apa dan bagaimana. Jangan lewatkan ! Kita telah menginjak tahun yang baru, yang membawa Indonesian DX Club memasuki usianya yang ke-4 tahun, usia yang masih sangat muda. Sejalan dengan usianya yang balita, banyak yang harus dipelajari agar langkah langkahnya mantap di kelak kemudian hari nantinya. Tentu saja perlu bimbingan dan pengarahan dari 'orang tua' (baca: anggota).
Apa yang telah terjadi di tahun 1994 lalu ? Dan apa pula yang akan terjadi di tahun 1995 ini ? Konon di Tahun Babi ini akan banyak peristiwa yang tidak mengenakkan kita semua. Tentunya kita berharap diri kita akan bisa melewati tahun 1995 nanti dengan penuh kesuksesan, semoga saja. Mengawali tahun 1995 ini, kita kembali digemparkan 'berita' yang dilemparkan salah satu organisasi pendengar radio di Indonesia.
Terlepas dari hal itu hanya perbuatan oknum mereka atau bukan, yang pasti sempat mengguncang dan mencengangkan para pendengar radio di Indonesia. Bagaimana peristiwa sebenarnya, kami mencoba memberikan satu laporan yang kami gali dengan maksud mendudukkan permasalahan secara proporsional. Edisi kali ini mengalami perubahan, meski tidak begitu besar. Rubrik World News mulai edisi kali ini, kami tiadakan, namun Anda masih bisa mengikutinya dalam Bursa DX.
Atau kalau Anda ingin mengikuti dalam edisi bahasa Inggris, Anda bisa berlangganan pula. Edisi bahasa Inggris, kami terbitkan secara khusus untuk DXer manca negara yang membutuhkan referensi tentang keradioan di Indonesia dan sekitar. Maksud dan tujuan kami adalah pembaca, kami ingin membawa Anda, khususnya yang mendalami dunia DX-ing. Kalau bicara dengan data, sebagian besar masih awam, dan mereka pun ingin menyelaminya.
Sebagai klub DX, rasanya kita malu dengan beberapa klub DX manca yang makin marak saja. Anda jangan kaget, kalau banyak DX-er manca yang tahu lebih banyak tentang radio di Indonesia dari pada kita. Semoga perubahan yang kami lakukan ini memperoleh tanggapan dari Anda semua. Silakan Anda layangkan saran, usul, kritik yang membangun, karena prinsip kami ingin menempatkan Dirgantara sebagai media menuju cita-cita Anda dalam menekuni hobby yang aneh, DX-ing.