Temu Pendengar 2 Kopeng
Cerdas Cermat Primadona Baru Temu Pendengar 2 Kopeng
Siapa yang tidak merasa berat hati, apabila harus berpisah setelah sekian waktu bercengkerama, bercanda ria, bersenda gurau, memang terasa berat rasanya harus berpisah. Itulah gambaran yang bisa kita peroleh dari para peserta Temu Pendengar 2, saat mana mereka harus berpisah. Pulang ke aktivitas masing-masing yang sudah menunggu, setelah dua hari menyatu dalam satu kegiatan, Temu Pendengar 2. Berat memang, tapi mau apa lagi ? Toh kita tidak mungkin berlama-lama.
Justru dengan waktu yang hanya dua hari itulah menimbulkan kesan yang sulit untuk dilupakan, sehingga menambah hasrat atau minat untuk bertemu dalam kesempatan mendatang. Bak sebuah novel bersambung pembaca disuguhi satu adegan yang bersambung, dan memang Temu Pendengar 2 akan bersambung dengan Temu Pendengar 3. Kapan dan di mana ? Lihat saja nanti, mungkin juga Anda yang ketiban sampur. Kenapa tidak ?
Gambaran tersebut merupakan salah satu bukti bahwa kegiatan Temu Pendengar atau pertemuan yang sejenisnya, masih sangat disuka dan ditunggu-tunggu kehadirannya. Maka, tidak heranlah kalau banyak rekan-rekan yang menyempatkan hadir, jarak bukan halangan. Seorang pendengar di Brunei Darussalam, IDXC-0048/BRU, Suegiyani Mulyono, menyempatkan hadir. Apa sebenarnya yang dia inginkan dari kegiatan semacam Temu Pendengar 2 ? Tentu saja banyak.
Itu dari luar negeri. Dalam negeri sendiri, IDXC-0022/INS, Hendrik K.N., jauh-jauh hari sudah mengatur cutinya hanya untuk hadir dan bertemu dengan sesama hobi. Jarak yang lumayan jauh, Salatiga-Dili, Timtim, bukan masalah bagi dia. Mereka hanya sekedar contoh, tentu masih banyak lainnya yang ingin hadir dalam kegiatan tersebut. Terbukti, mereka sempat bertelepon, sekedar menyapa, dan ingin tahu bagaimana suasana kegiatan. Sayang, karena tugas dan berbagai kendala lainnya, mereka tidak bisa hadir dalam Temu Pendengar 2.
Meski tidak bersamaan, hari pertama, Sabtu 20 Agustus 1994 mulai berdatangan peserta, sepintas memang tidak ada tanda-tanda kegiatan pertemuan. "Kok tidak ada tanda-tandanya kegiatan ? Spanduk kegiatan juga tak ada," ujar Boestaman dari Jakarta. Ini memang harus diakui oleh pihak panitia. Untunglah, beberapa peserta sudah bermalam sehari sebelumnya, sehingga panitia bisa mengantisipasi beberapa kendala. Misalnya, kamar istirahat sementara, saat mana harus menunggu check in jam 12.00 WIB, karena masih dipakai rombongan lain.
Tak terasa memang, mereka berdatangan dari berbagai kota, antara lain Kutoarjo, Purworejo, Yogyakarta, Sleman, Solo, Semarang, Sumedang, Temanggung, Jatiwangi, Indramayu, Surabaya, Jakarta, Bandung, Tuban, Dili, dan tentu saja, dari negeri Jiran, Brunei Darussalam. Tidak seperti kegiatan pertemuan lainnya, Temu Pendengar II membalik kebiasaan, wisata atau rekreasi, yang biasanya jatuh pada hari terakhir, kali ini dijadikan sebagai acara pertama.
"Ini untuk mengefektifkan waktu yang tersedia," ujar Aries Subagyo, ketua panitia. Perlu Anda ketahui, dengan pindahnya lokasi, sementara Temu Pendengar 2 dan Temu Anggota Indonesian DX Club harus tetap diselenggarakan, pihak panitia sempat bingung. Makanya, begitu ada kesempatan, meski dalam posisi terjepit, mereka ambil saja. Orang bilang "memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan".
"Hari pertama tidak mungkin kita menyelenggarakan acara in door, atau dalam ruangan tertutup, karena hall digunakan romobongan lain, SMA Negeri 5 Semarang, yang baru selesai sore hari," jelas Aries. Terpaksa kita harus memulai malam hari, tambahnya. Lokasi yang memang berada di daerah wisata tak menyulitkan mereka. Bayangkan, begitu keluar ruangan, kita dihadapkan panorama alam pegunungan yang indah.
Pemandangan lain bisa Anda peroleh dari taman di sekitar lokasi dan wisata alam Perhutani, hutan pinus. "Tak ada yang memanfaatkan fasilitas yang tersedia, mereka hanya berjalan-jalan di seputar taman Hotel dan Pemandian Kopeng," ujar Ajie Soekardy, panitia yang kebagian tugas memandu peserta Temu Pendengar 2 dan Temu Anggota IDXC.