Sosok
Siapa Dia
Mungkin tak ada satu pun pendengar Radio Australia yang tidak mengenal suaranya. Mendengar secara sepintas saja, kita tidak akan sulit menebaknya. NUIM KHAIYATH namanya, atau lebih akrab dipanggil Pakcik Nuim. Anda tentu kenal dengan acara asuhannya, Pagi Gembira Samba, Dunia Olah Raga, Perspektif, dan kadang-kadang duet dengan Nina Yusac dalam Dunia Wanita, disamping berita, Laporan Internasional. Tapi kenalkah Anda dengan sosok yang sebenarnya ? Sedikit banyak Sosok edisi lalu telah menampilkannya, sehingga Anda pun bisa punya sedikit gambaran tentang dia.
Sepintas seperti orang bule, karena perawakannya yang tinggi besar dengan kulit "luar", atau lebih tepatnya perawakan Arab. "Anda kaget, kan ? Kok suaranya begitu, orangnya begini," ujar Pakcik ketika ditemui pendengarnya dalam Australia Today Juli lalu. Makanya, saya paling takut kalau diajak bertemu muka dengan pendengar, saya takut mereka kecewa, tambahnya dengan nada bercanda menangkis persepsi para pendengar tentang itu. Tetapi Anda, khususnya mereka yang telah menyaksikan aksinya di Australia Today, pasti setuju dengan kami.
Penampilan sesungguhnya jauh lebih hebat. Kalau Anda menduga bahwa Pakcik mampu siaran tanpa teks dengan improvisasi yang tinggi, dugaan Anda tak meleset. Hal itu pun dibenarkan oleh rekan-rekannya di Radio Australia Seksi Indonesia. Mungkin Anda sempat memantaunya saat berlangsungnya Australia Today. Kak Oska, yang membuka acara seakan-akan terlupakan. Begitu diberi kesempatan, langsung saja ngocol bla bla bla. Bayangkan, Pakcik hanya berbekal secarik kertas sebagai catatan kecil saja.
Tapi dengan improvisasi yang tinggi, Anda mungkin tidak percaya bila Pakcik tanpa naskah. Begitu pula saat Pakcik kami sodori pertanyaan, langsung Pakcik bak penjual jamu. Tidak sekadar pertanyaan yang dijawab, tapi arah pembicaraannya pun terarah, tepat, dan sesuai dengan dugaan. Seolah-olah ia tahu apa yang ada dalam benak si penanya. Pantaslah kalau Pakcik menjadi primadona RASI. (bo)
DX Mania
Mungkin Anda tidak tahu siapa dia sebenarnya. Barangkali selama ini Anda hanya mendengar namanya. Ya, dia memang cukup dikenal di kalangan pendengar radio, khususnya mereka yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, karena memang dia banyak terlibat dengan hampir semua kegiatan yang terselenggara. Tak heranlah kalau dia mendapat julukan "Seksi Sibuk". Dengan pengalaman segudang dalam penyelenggaraan kegiatan, dia selalu melekat dengan semua even keradioan. Pendek kata, ada pertemuan, pasti ada dia. Dengan catatan yang terselenggara di Jakarta lho.
Mengaku asal Riau, cowok yang satu ini pernah menjadi nomaden, dari Semarang hingga Jakarta pernah dia tempati. Pekerjaannya yang mengharuskan mengarungi samudra, membawa dia sempat ke manca negara. Maka, cocoklah kalau dia punya hobi memantau siaran radio gelombang pendek. Siapa dia ? Ya, tak lain dan tak bukan adalah SIZ ISKANDAR. Sekali lagi Siz Iskandar. Anda kenal bukan ? Paling tidak namanya. Konon dia sudah sejak tahun 1980-an memantau siaran gelombang pendek. Kenapa tertarik dengan yang satu ini ?
"Dengan memantau siaran gelombang pendek kita menjadi luas wawasannya. Kita bisa menjadi orang pertama mengetahui informasi," ujarnya dalam satu kesempatan ngobrol dengan Dirgantara, "Kita bisa mempunyai banyak teman," tambahnya. Memang, dengan memantau siaran gelombang pendek, yang biasanya akan berlanjut dengan korespondensi ke stasiun maupun sesama pendengar, mereka (pendengar) akan terjalin dalam satu persahabatan, meski hanya sekedar sahabat pena.
Bahkan mereka punya sahabat di hampir semua tempat di wilayah Indonesia ini, khususnya mereka yang aktif berkorespondensi, hal itu bukan asing lagi. "Dari persahabatan itulah tak jarang terjalin sampai ke pelaminan," ujang Siz sembari menyebut contoh dari pertemuan dua insan dari kota yang berjauhan. Sebagai orang yang aktif terlibat dalam organisasi, Siz aktif pula membantu Dirgantara dengan reportasenya berupa wawancara dengan Nuim Khaiyath, Elizabeth Soeprapto, Si Nona Manis Park dari KBS.
Anda jangan kaget kalau dalam satu pertemuan menemui dia menenteng kamera yang siap jepret setiap momen. "Karena itulah saya pernah ditanya, Anda wartawan dari media mana ?," ujar Siz menceritakan pengalamannya. Apa suka dukanya, Siz ? "Saya pernah dicap sebagai pengacau di klub lain. Tapi saya tidak takut, yang benar selamanya akan tetap benar. Kebusukan akan tercium juga," tambahnya. (bo)