Bengkel DXer
BENGKEL DXER memang dikhususkan untuk Anda yang mempunyai masalah dengan perangkat DX-nya, misal pesawat penerima, antena, maupun perangkat lainnya, atau juga mengenai cara merakit perangkat tersebut. Bengkel DXer ini ditunggu oleh Ahmad Kadafi. Bagi Anda yang punya masalah, bisa dikonsultasikan via ruangan ini.
Kirimkan ke Ahmad Kadafi, Jln Papriangan No.325, RT.02, RW.04, Kec. Kaliwungu, Kudus 59361. Ataupun via redaksi juga bisa. Usahakan untuk tidak mengulang masalah yang pernah dibahas. Untuk mempermudah kami dalam menanganinya, harap sertakan pula data perangkat Anda, misal merk pesawat, band gelombangnya, dan sebagainya. (AKD)
Antena FM Stereo
Tanya : Saya mempunyai skema Antena FM Stereo, tetapi ada beberapa masalah yang saya hadapi, mohon penjelasannya :
1. Bagaimana cara menghitung 0.2 lambda ke centimeter (cm), dan apa dari maksud 0.2 tersebut ?
2. Berapa ukuran "sebenarnya" elemen (di dalam cm) reflektor, driven, direktor, jarak antar elemen, diameter aluminium, panjang, serta diameter boom ? (Amir Makhmud, IDXC-0181/INS, Malang, Jawa Timur)
Jawab : Sinyal radio yang dapat Anda tangkap dipancarkan dari pemancarnya akan menempuh jarak dengan gambar sbb. Panjang gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh satu gelombang, yaitu dari titik A ke B, atau B ke C, atau C ke D, atau D ke E. Jarak itulah yang dinamakan satu lambda, atau satu gelombang. Untuk menghitung panjang gelombang digunakan rumus : V / f = lambda.
V = kecepatan gelombang elektro magnetik (300.000 km / detik)
f = frekuensi (kiloHertz)
lambda = panjang gelombang (meter)
Dari kasus Anda, maka Anda bisa menentukan lambda-nya. Bila Anda menginginkan antena tersebut untuk memantau siaran-siaran radio pada frekuensi 100 MHz, maka satu lambda-nya adalah 300.000 : 100.000 = 3 meter. Maksud dari "0.2 lambda" adalah panjang elemen tersebut berdasarkan lambda tadi. Maka, panjangnya adalah 0,2 x 3 = 0,6 meter (60 cm). Biasanya antena dirakit untuk satu gelombang tertentu.
Misalnya, Anda ingin merakit antena untuk menangkap suatu siaran radio FM yang mengudara pada jalur 100 MHz, Anda bisa menentukan panjang gelombangnya, yaitu tiga meter, maka satu (1) lambda sama dengan tiga meter. Anda bisa menghitungnya 0,2 x 3 = 0,6 meter.
Antena Parabola
Tanya : Hasil rakitan parabola saya cukup baik, hanya saja ada masalah, yaitu penerimaan siaran dari RTM 1 Malaysia, gambar baik, suara jernih, TV3 Malaysia, TV Bangkok, dan TV Filipina, gambar baik, tetapi ada garis-garis hitam di gambarnya. Bagaimanakah cara menghilangkannya ? Mohon jawaban dari pengasuh Bengkel DXer. (Saiful Amin, IDXC-0115/INS, Mojokerto, Jawa Timur)
Jawab : Keterangan garis-garis hitam pada gambar yang Anda berikan kurang lengkap. Apakah garis hitam itu terbentuk vertikal atau horizontal ? Bila vertikal, harus diperiksa bagian output vertikal di pesawat televisinya. Begitu pula, bila horizontal, bagian yang sama harus dikontrol pula. Bila penangkapan TVRI tanpa antena parabola baik, tetapi dengan antena parabola hasilnya buruk, ada garis hitamnya. Cobalah periksa kembali parabolanya, dengan catatan output vertikal dan horizontal normal.
Periksalah kecekungannya, apakah sudah tepat ? Bila hasilnya tetap belum jelas kesalahannya, Anda bisa mencoba merakit kembali dari awal. Barangkali, ada ukuran yang kurang tepat. Untuk mencari posisi satelit, memerlukan posisi parabola yang ada di dekat Anda. Bisa Anda gunakan alat kompas dengan berbagai perhitungan. Untuk lebih enaknya, pasanglah antena parabola pada rotator, yang bisa Anda putar-putar ke segala arah.
Anda bisa cari posisi satelit dengan perhitungan posisi negara sasaran. Berapa derajat koordinat geografinya, bisa Anda coba sendiri. Kami yakin Anda akan memperoleh pengalaman menarik dari percobaan itu. Bukit, gunung, bangunan beton bisa berpengaruh terhadap penerimaan. Harap perhatikan betul posisi antena tersebut. Antena electro stroom yang mempergunakan listrik berfungsi untuk memperkuat sinyal-sinyal, sedangkan antena teleskopik sebaliknya. Apabila antena menggunakan booster atau channel, bisa juga disebut sebagai electro stroom.
Apa Itu TVRO
Tanya : Mohon keterangan tentang sistem kerja rangkaian TVRO dengan sistem rangkaian video cassette recorder, sebab video saya tipe SL-200M, sedang punya paman saya SL-C7E. Mohon keterangan yang selengkapnya. (Damri Ismael, Sijunjung, Sumatera Barat)
Jawab : Memang, ada persamaan konstruksi, meski tidak banyak. Semua video yang beredar di pasaran saat ini masih memakai konstruksi generasi pertama. Hanya di sana-sini ada tambahan asesoris yang membedakan satu sama lainnya. Ada tidaknya REWIND, pemutar balik kaset, bisa rekam atau tidak. Itu saja bedanya. Bila Anda ingin tahu lebih dalam tentang TVRO dan video, silakan Anda beli buku-buku yang berjudul "Reparasi Video".
Channel Televisi Saya Rusak
Tanya : Mengapa channel pesawat televisi saya kok selalu berubah-ubah apabila pesawat TV tersebut dimatikan ? (Abdul Hakim, Malang, Jawa Timur)
Jawab : Cobalah Anda periksa channel tersebut, apakah saklarnya sudah rusak ? Ada kemungkinan, saklar tersebut rusak karena lama. Silakan Anda ganti saklar tersebut dengan yang baru.
RALAT : Ralat atas jawaban untuk IDXC-0135/INS pada edisi 3 (5) Januari-Februari 1994 : Tr 1971 bisa diganti dengan C 1947, dengan harga Rp 7.500. Resistornya 5 kb, pada jalur pesawat televisi.
Pesan dari Pengasuh : Bagi rekan-rekan yang menginginkan pemancar FM, baik mono maupun stereo, bisa menghubungi rekan IDXC-0174/INS, Nurul Huda, atau bisa juga lewat Pengasuh Bengkel DXer, akan kami teruskan kepada yang bersangkutan. Terima kasih.